Kerja di Cikarang Tak Seindah Bayangan Orang Lain, Ada Kebusukan Kantor yang Jarang Diketahui

cikarang.MOJOK.CO

Banyak sisi gelap kerja di Cikarang

Mojok juga beberapa kali mengangkat tulisan yang berisi keluhan pekerja-pekerja di Cikarang. Misalnya, dalam liputan “Kegoblokan saat Merantau di Cikarang”, reporter Mojok mewawancarai eks pekerja Cikarang yang bahkan cuma digaji Rp2,3 juta pada 2019 (saat itu UMR Rp4 juta).

Tak cuma underpaid, ia juga harus berjuang di perantauan. Terutama karena gajinya habis buat “menghidupi” para preman.

Lain lagi dalam tulisan “Sisi Gelap Pekerja Cikarang, Gaji Sebulan Habis dalam Semalam”. Di sini, Mojok mewawancarai pengalaman beberapa pekerja di Cikarang yang gajinya habis dalam semalam untuk foya-foya: party, judol, dan open BO.

Liputan terbaru berjudul “Kos-Kosan 1.000 Pintu Menjadi Las Vegas-nya Cikarang” juga memotret bahwa di Cikarang ada kompleks kos-kosan yang terkenal dengan nama “kosan 1.000 pintu”. Lokasinya ada di kawasan Cikarang Utara. Kosan ini memotret dinamika pekerja di Cikarang, yang ternyata nggak melulu soal enak-enaknya saja.

Eksploitasi tenaga kerja

Karena gaji yang jauh di bawah ekspektasinya, Arya pun mengaku kesulitan untuk mengatur finansialnya. Apalagi, bagi sandwich generation sepertinya, gaji bulanan tak semua bisa ia nikmati. Beberapa di antaranya harus ditransfer ke orang tua.

“Paling yang bener-bener duitku cuma 2 juta. harus bisa buat hidup sebulan di Cikarang yang mahal,” kata dia.

Apa yang dirasakan Arya, hanyalah fenomena gunung es. Kalau menilik kesaksiannya, banyak teman-temannya sesama pekerja Cikarang yang mengalami hal serupa. Bahkan, mungkin ada yang lebih parah.

Selain isu pekerja underpaid, Cikarang juga pernah dihebohkan dengan pemberitaan seputar “staycation bareng bos”. Kompas.id pernah memberitakan, eksploitasi seksual ini kerap menimpa pekerja perempuan dengan iming-iming perpanjangan kontrak.

Ketika saya menanyakan hal ini kepada Arya, ia cuma tersenyum; menghela nafas sebentar, dan mengangguk.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Kos-Kosan 1.000 Pintu Menjadi “Las Vegas-nya Cikarang” yang Memotret Sisi Gelap Para Pekerja atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 4 Februari 2025 oleh

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.