Jogja Pantas Menyandang Julukan ‘Kota Tukang Parkir’, Ada Warung Ramai Dikit Saja Langsung Muncul Bapak-Bapak Pakai Rompi

Jogja Pantas Menyandang Julukan 'Kota Tukang Parkir', Ada Warung Ramai Dikit Saja Langsung Muncul Bapak-Bapak Pakai Rompi.mojok.co

Ciri-ciri tukang parkir resmi yang jumlahnya lebih sedikit ketimbang yang ilegal

Sarwo juga membagikan beberapa hal perlu pengendara ketahui terkait dunia perparkiran agar kedepan para pengendara bisa lebih hati-hati. Pertama, pengendara kudu paham bahwa setiap tukang parkir resmi, pasti mendapat seragam berupa rompi dengan logo Dinas Perhubungan. 

“Banyak yang pakai rompi tapi asal-asalan rompinya. Yang resmi ada yang dari Dishub,” katanya.

Kedua, soal tarif, Sarwo juga memberi penjelasan bahwa di luar area wisata, tarif parkir bagi sepeda motor rata-rata tak lebih dari Rp1.000. “Di Malioboro saja paling mahal Rp2.500. Kalau lebih dari itu artinya pungli. Jangan kasih. Kasih saja seribu sesuai tarif resmi,” sambungnya.

Ketiga, juru parkir legal pasti memberi kupon. Kata Sarwo, jika jukir tak memberi kupon pada pengendara, maka mereka berhak buat tidak membayar tarif.

Per Januari 2024, menurut data Dinas Perhubungan Kota Jogja, jumlah jukir resmi ada 821. Mereka adalah para jukir yang namanya terdaftar di data Dinas Perhubungan, yang izin kerjanya terus mendapat perbaruan tiap enam bulan sekali.

Namun, jumlah tukang parkir ilegal diperkirakan lebih banyak karena di warung-warung kecil yang lahan parkirnya belum terdaftar di data Dishub, sering muncul tukang parkir abal-abal. Bahkan, tiap petak jumlahnya lebih dari satu.

BACA JUGA Bagi Warga Bantul Ajakan Bukber di Sleman Adalah Bentuk Diskriminasi dan Ketidakadilan, Apa Orang Jogja Utara Memang Egois?

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News.

Terakhir diperbarui pada 21 Maret 2024 oleh

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.