Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Jogja City Mall Bikin Orang yang Biasanya Cuma Ngemal di Royal Plaza Surabaya Mumet dan Terlihat Kampungan

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
22 Maret 2024
A A
Jogja City Mall Bikin Bingung Orang yang Terbiasa di Tunjungan Plaza MOJOK.CO

Ilustrasi Jogja City Mall.(Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Satpam Jogja City Mall ikut mumet

Pertemuan kami berakhir sekitar jam 10 malam. Drama bocah ndeso yang baru pertama kali masuk Jogja City Mall pun berlanjut.

Sebelum berpisah, saya sempat memberi tahu Hammam perihal ciri-ciri tempat parkir saya. Ia lantas mengarahkan saya ke satu titik. Saya mengikutinya. Tapi saya memang benar-benar salah parkir.

Sialnya, saat saya kembali ke tempat Hammam memarkir motornya, ia sudah tidak ada. Saya makin mumet.

“Waduh, susah, Mas kalau ini. Coba diingat-ingat parkirnya di mana,” ujar seorang satpam yang saya temui saat saya menceritakan “situasi rumit” yang saya hadapi malam itu.

Tapi karena si satpam juga mumet dan tak bisa memberi jawaban yang membantu, maka saya memutuskan untuk duduk sejenak: menghisap rokok untuk menenangkan hati dan pikiran dulu.

Saya kemudian mencoba mengeluarkan seluruh ingatan saya dari pertama parkir hingga masuk. Alhamdulillah-nya itu cukup membantu. Saya berhasil lolos dari labirin ketololan yang membuat saya sangat terlihat sebagai orang kampungan.

***

Saya sempat mencari-cari cerita, apakah ada yang pernah mengalami situasi konyol seperti yang saya alami. Tapi rata-rata tidak.

Ami’ (25) misalnya. Saat pertama kalai lanjut S2 di Jogja, ia memang kerap menghabiskan waktu sendiri di beberapa mal di Jogja. Salah satunya Jogja City Mall.

Kebiasaan ngemal sendirian memang sudah sering Ami’ lakukan saat masih S1 di Surabaya. Mulai dari Royal Plaza hingga Tunjungan Plaza, ia sudah pernah memasukinya sendiri.

“Aku kan memang suka me time di mal, jadi ya nggak masalah sendiri,” ujarnya Rabu (20/3/2024) malam.

“Mungkin karena aku sudah terbiasa keluar masuk di mal sebesar TP (Tunjungan Plaza). Jadi kayak nggak bingung lah misal masuk ke mal-mal baru di kota lain, termasuk di JCM itu,” sambung Ami’.

Sementara orang-orang lain yang saya tanyai rata-rata mengalami momen pertama kali masuk Jogja City Mall dan mal-mal lain di Jogja dengan relatif lebih mulus.

“Soalnya ada satu temen yang sudah cukup pengalaman. Jadi ya nggak bingung-bingung amat. Karena kalau ke mal kan nggak pernah sendiri. Pasti bareng-bareng,” kata Dzikri (24).

Iklan

Dari situ kemudian saya berandai-andai, seandainya sedari awal saya dan Hammam barengan dan tak susul-susulan, ceritanya mungkin berbeda.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: Maspion Square Surabaya, Mal Sekarat Tempat Pelarian Orang-orang yang Tak Bisa Bergaya di Royal Plaza

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 22 Maret 2024 oleh

Tags: jcmjogja city mallmal di jogjamal di surabayaparkir jcmparkir jogja city mallpilihan redaksiroyal plaza surabayaSurabaya
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Bangun rumah bertingkat 2 di desa pelosok Grobogan gara-gara sinetron MOJOK.CO
Sehari-hari

Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan

10 April 2026
Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan” MOJOK.CO
Urban

Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan”

10 April 2026
Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif MOJOK.CO
Urban

Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif

9 April 2026
Di umur 30 cuma punya motor Honda Supra X 125 kepala geter. Dihina tapi jadi motor tangguh yang bisa bahagiakan orang tua MOJOK.CO
Sehari-hari

Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia

8 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bekerja di Jakarta vs Jogja

Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental

10 April 2026
Pekerja Jogja kaget pindah kerja di Purwokerto demi alasan slow living. Tapi kaget dengan karakter orang Banyumas MOJOK.CO

Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi

6 April 2026
Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran” MOJOK.CO

Tiga Kali Gagal Seleksi CPNS, Pas Sudah Diterima Jadi ASN Malah Tersiksa karena Makan “Gaji Buta”

7 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Ribetnya urusan sama pesilat. Rivalitas perguruan pencak silat seperti PSHT dan PSHW (SH Winongo) bikin masalah sepele jadi alasan rusuh MOJOK.CO

Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial

7 April 2026
Gagal seleksi CPNS (PNS ASN) pilih nikmati hidup dengan mancing MOJOK.CO

Gagal Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Dicap Tak Punya Masa Depan tapi Malah Hidup Tenang

9 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.