ADVERTISEMENT

Cerita Prostitusi Jasa Intip Kemaluan di Alun-Alun Utara Jogja, Korek Api Jadi Alat Transaksi

Cerita Prostitusi Jasa Intip Kemaluan di Alun-Alun Utara Jogja, Korek Api Jadi Alat Transaksi.MOJOK.CO

Wedang ronde berkedok bisnis lendir

Pada tahun 1990 sampai awal 2000-an, Alun-Alun Jogja belum seramai sekarang. Jika ada titik keramaian, paling-paling hanya di lapangannya. 

Sementara sisi barat dan timur masih gelap gulita. Para pedagang wedang ronde, jagung bakar, sampai angkringan, hanya memakai sentir buat penerangan.

Jadi, kata Poniyal, situasi gelap-gelapan tersebut dimanfaatkan sebagian orang buat menjalankan bisnis lendir tadi.

Hamzah* (48), seorang penjual makanan di Pasar Sentul, Pakualaman, Jogja, adalah saksi hidup lain dari prostitusi di alun-alun utara. Tak tanggung-tanggung, bahkan dia termasuk orang yang ikut menyewakan tenda buat “main” kala itu.

“Saat itu posisinya baru ngerantau ke Jogja, Mas. Ikut saudara. Taunya nggak cuma jualan di alun-alun, tapi juga sewa tenda buat ‘main’,” jelasnya, saat ditemui Mojok di lokasi jualannya, Kamis (13/6/2024).

Hamzah mengibaratkan, kalau sekarang-sekarang ini banyak orang buka jasa sewa tikar, di Alun-Alun Utara Jogja zaman dulu para pedagangnya menyewakan tenda. Tak terlalu luas, sekitar 2×3 meter.

Saat itu jenis-jenis prostitusi di sana memang beragam. Ada yang intip kemaluan seperti yang Poniyal sampaikan, ada juga yang “langsung eksekusi” seperti di Sarkem.

Namun, karena bisnis ilegal, ia pun kudu pintar main kucing-kucingan dengan petugas ketertiban umum. Meski, dia juga mengakui, ada beberapa petugas yang sebenarnya rutin jajan ke tendanya.

“Ya namanya orang beda-beda. Itu kan urusan masing-masing, Mas,” ujarnya, soal banyak petugas memakai jasa pekerja seks di sana. “Cuma saya jualan di sana sampai 2006-an. Setelah gempa Jogja itu saya pindah ke Pakualaman,” imbuhnya.

Sejak 2013 lalu, Satpol PP Jogja sudah membongkar banyak tenda yang dicurigai menjadi tempat prostitusi di Alun-Alun Utara Jogja. Sejak saat itu pula, jejaknya sudah hilang. Banyak orang juga enggan membicarakannya lagi.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA Menelusuri Jejak Prostitusi Terselubung di Alun-Alun Utara Jogja

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 16 Juni 2024 oleh .

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.