Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Hidup Menderita saat Jadi Guru Honorer di Sekolah Negeri, Usai Pindah ke Sekolah Muhammadiyah Berubah Drastis Jadi Sejahtera

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
5 September 2025
A A
Menderita saat menjadi guru honorer di sekolah negeri. Sejahtera saat menjadi guru di sekolah (SMP) Muhammadiyah karena gaji lebih manusiawi MOJOK.CO

Ilustrasi - Menderita saat menjadi guru honorer di sekolah negeri. Sejahtera saat menjadi guru di sekolah (SMP) Muhammadiyah karena gaji lebih manusiawi. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sudah menjadi rahasia umum bahwa guru honorer di Indonesia mendapat gaji yang sangat menyedihkan. Sekalipun mengajar di sebuah sekolah negeri. Namun, penderitaan mengajar seharian penuh pada akhirnya terbayar saat menjadi guru di sekolah (SMP) Muhammadiyah. Itu membuat narasumber Mojok tak menyangka, ternyata dia bisa hidup sejahtera dari mengajar.

Penderitaan karena gaji Rp300 ribu

Setiap berangkat dan pulang mengajar dari sebuah SMP negeri di Jawa Tengah, Aisyah (25), bukan nama asli, kerap merasa menyesal sendiri. Dia berstatus guru honorer. Gajinya hanya Rp300 ribu perbulan.

Gaji tersebut tentu saja tidak sebanding dengan biaya kuliah yang harus Aisyah keluarkan selama empat tahun. Tidak sepadan pula dengan energi dan waktu yang dia habiskan di sekolah.

“Karena Senin-Jumat kan di sekolah, itu dari pagi sampai ya jam 3 sore gitu,” ujar Aisyah, Minggu (17/8/2025).

Itupun masih harus membawa pulang pekerjaan ke rumah. Misalnya urusan administrasi atau nilai siswa.

Sebenarnya orangtua Aisyah tak masalah. Toh Aisyah pada waktu itu—tahun 2023—juga baru lulus kuliah. Itung-itung cari pengalaman dulu.

“Tapi tetap merasa nggak berguna. Gaji Rp300 ribu itu habis buat bensin di minggu pertama. Sisanya kalau kehabisan ya minta orangtua. Misalnya buat jajan atau beli paket internet. Makan juga masih ikut orangtua,” tutur Aisyah.

Menyesali jurusan kuliah

Selain perasaan capek dan tak berguna, Aisyah kerap dikungkung dengan penyesalan atas jurusan kuliah yang dia ambil. Aisyah bergelar Sarjana Pendidikan.

Dulu, dia membayangkan bahwa selain pekerjaan mulia, guru adalah profesi yang memungkinkan seseorang hidup terjamin. Ternyata tidak semudah itu. Iya kalau menjadi guru PNS, kalau terperosok menjadi guru honorer seperti Aisyah, pasti akan megap-megap.

“Teman-temanku kebanyakan juga menyesal. Terutama yang cewek ya, karena hanya berakhir menjadi guru honorer. Gajinya nggak cukup lah untuk sekadar jajan. Apalagi kalau beli skincare,” ucap Aisyah.

Sementara teman cowok Aisyah rata-rata bekerja di sektor yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan gelar Sarjana Pendidikan. Di titik itu, Aisyah sering kali nyesek sendiri. Mempertanyakan diri sendiri: Kenapa dulu kok yakin betul pilih kuliah Pendidikan dan Keguruan?

“Kalau bisa ngulang, rasa-rasanya nggak bakal aku bercita-cita jadi guru, kalau cuma berakhir jadi guru honorer dengan gaji Rp300 ribu,” sambungnya.

Baca halaman selanjutnya…

Awalnya ragu, tapi malah hidup berubah drastis usai pindah sekolah Muhammadiyah 

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 6 September 2025 oleh

Tags: gaji guru honorergaji guru sekolah muhammadiyahguru honorerguru muhammadiyahpilihan redaksisekolah muhammadiyahSMP Muhammadiyah
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Riset, Peneliti, Guru Besar Abal-Abal.MOJOK.CO
Sekolahan

Sekte “Pemuja Kargo” di Ekosistem Kampus Indonesia yang Mencetak Peneliti Palsu dan Ilmuwan Abal-Abal

3 Juni 2026
Adegan horor tiap awal bulan di kehidupan dewasa. Gajian ludes seketika karena kebutuhan MOJOK.CO
Urban

Awal Bulan di Kehidupan Dewasa Itu Horor: Setelah Gajian Gaji Langsung Ludes di Kalkulator

2 Juni 2026
Kerja di Jakarta, Cara Terbaik Buat Melihat Sisi Buruk Manusia adalah Kerja di F&B.mojok.co
Urban

FnB di Jakarta Bikin Sengsara Pekerjanya: Bisnis Elite tapi Gaji Karyawannya Seuprit, yang Dimiliki Artis bahkan Lebih Tak Manusiawi

2 Juni 2026
In this economy: momen para laki-laki merasa gagal sebagai anak dan suami karena masalah keuangan (sulit ekonomi) MOJOK.CO
Urban

In This Economy: Momen Para Laki-laki Merasa Gagal sebagai Anak dan Suami, Gaji Numpang Lewat tapi Bingung Mau Kerja Model Gimana Lagi

1 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rozi, dosen penyandang disabilitas Unair yang lulus S3. MOJOK.CO

Perjalanan Dosen Unair yang Kehilangan 2 Kaki, Berhasil Selesaikan Kuliah S3 di FKH dengan IPK Sempurna

27 Mei 2026
Ambisnya Orang Tua di Jogja Demi Sekolah Favorit untuk Anaknya MOJOK.CO

Ambisnya Orang Tua di Jogja demi Sekolah Favorit untuk Anaknya

1 Juni 2026
Peserta nyentrik gowes ke Klaten untuk ikut KLIC Fest 2026. MOJOK.CO

“Onthelis” dari Nusantara Rela Gowes Berhari-hari dengan Sepeda Tua Guna Misi Kebudayaan yang Memukau Para Bule

3 Juni 2026
Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Pentingnya keamanan siber di dunia digital. MOJOK.CO

Idul Adha: Refleksi untuk Kita yang Rela Mengorbankan Data Pribadi Dijual Secara Bebas Tanpa Tahu Kefatalannya

28 Mei 2026
Rasyiid, mahasiswa penerima Beasiswa KIP Kuliah UMSURA yang sisihkan uang untuk modal usaha MOJOK.CO

Sisihkan Uang Beasiswa KIP Kuliah buat Modal Usaha, Kuliah Sambil Topang Ekonomi Keluarga hingga bikin Ibu Bangga

2 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.