Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan

Ilustrasi - Mohammad Zaki Ubaidillah, dari Sampang, Madura dan langkah wujudkan mimpi bulu tangkis di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan Jakarta. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat (selanjutnya disebut Istora Senayan Jakarta), memberi degup tersendiri bagi anak-anak muda yang menaruh mimpinya pada genggaman raket dan shuttlecock. Daihatsu Indonesia Masters 2026 menjadi saksinya. 

***

Rasanya di setiap rumah di kampung-kampung berbagai pelosok Indonesia–sepanjang masih terhubung dengan akses televisi atau layanan internet streaming–tiba-tiba akan menjadi gayeng setiap ada event bulu tangkis yang Indonesia turut menjadi partisipan. 

Sudah menjadi rahasia umum kalau bulu tangkis menjadi cabang olahraga dengan banyak penikmat selain sepak bola. 

Di kampung halaman saya di Rembang, Jawa Tengah, gambaran situasinya begitu. Orang bisa betah mantengin televisi berjam-jam demi memantau jagoan-jagoan (para pebulu tangkis Indonesia) bertanding. 

Kalau di Surabaya–tempat saya merantau bertahun-tahun–sejumlah warung kopi juga akan menyiarkan secara maraton siaran langsung pertandingan bulu tangkis. 

Saya dan sebagian banyak orang yang nonton mungkin hanya sekadar menikmati. Namun, ada orang-orang seperti Mohammad Zaki Ubaidillah (19). Dari layar kecil di rumahnya di Sampang, Madura, ada tekad yang diam-diam menyala. 

Gemuruh Istora Senayan Jakarta menjadi awal mimpi

Ada sensasi merinding tiap menyaksikan gemuruh sorak-sorai di tribun Istora Senayan, Jakarta Pusat. Sensasi merinding itu bahkan terasa sekalipun Ubed, sapaan akrab Mohammad Zaki Ubaidillah, hanya menonton dari televisi. 

Oleh karena itu, sejak kecil Ubed menaruh mimpinya untuk menjadi orang yang berdiri di dalam arena Istora. Lalu orang-orang dari tribun meneriakkan namanya, bersanding dengan teriakan nama “Indonesia”, memberi dukungan. 

Ubed lantas memulai langkahnya mengejar mimpi itu sedari sekolah dasar. “Dulu di kampung halaman saya di Sampang, saya berlatih bareng ayah. Saya mulai ikut-ikut turnamen seperti Porseni,” ungkap Ubed saat saya temui sehari menjelang Daihatsu Indonesia Masters 2026 di kawasan Istora Senayan, Jakarta, Senin (19/1/2025) siang. 

Mohammad Zaki Ubaidillah, dari Sampang, Madura dan langkah wujudkan mimpi bulu tangkis di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan Jakarta MOJOK.CO
Mohammad Zaki Ubaidillah, dari Sampang, Madura dan langkah wujudkan mimpi bulu tangkis di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan Jakarta. (Dok. Daihatsu Indonesia Masters 2026)

Menyeberang Madura, menahan tangis karena kangen orang tua

Bahkan sejak kelas 2 SD, Ubed mulai berani menyeberangi Madura demi mengasah kemampuannya dalam olahraga tepok bulu

Ia pernah berlatih di klub PB Rahmat, Pati, Jawa Tengah. Tak berhenti di situ, ia lalu bertualang menjajal sejumlah klub di beberapa daerah. Ke Klaten (Jawa Tengah), hingga berlatih di Surabaya dan Gresik (Jawa Timur). 

Mohammad Zaki Ubaidillah dan para atlet lain. (Dok. Daihatsu Indonesia Masters 2026)

Di usia yang masih belia, sejujurnya ada dilema antara mengejar mimpi dan kangen dengan orang tua. Ubed mengaku ia amat sering menangis saat tinggal di asrama karena perasaan kangen yang tak terbendung. 

“Tapi mau bagaimana lagi. Nggak mungkin aku berhenti,” ujarnya dengan senyum hangat. 

“Untuk mengobati kangen, ya aku telepon orang tua. Mereka support terus, jadi aku terus semangat berlatih,” sabun Ubed. 

Meski sudah malang-melintang, tapi Istora Senayan Jakarta tetap sakral

Sekarang coba saja ketik nama “Mohammad Zaki Ubaidillah” di mesin pencari. Anak muda asal Sampang, Madura, ini sudah menorehkan banyak prestasi gemilang di cabang olahraga bulu tangkis. Baik di level nasional maupun internasional. 

Ia bahkan digadang-gadang sebagai “Masa depan tunggal putra bulu tangkis Indonesia”. Di level junior, setidaknya untuk saat ini, namanya bertengger di posisi teratas peringkat BWF Junior 

“Tapi Istora Senayan tetap sakral. Karena sejak kecil saya pengin bisa main di Istora. Di bawah jutaan pasang mata rakyat Indonesia sendiri,” kata Ubed. 

Mohammad Zaki Ubaidillah, dari Sampang, Madura dan langkah wujudkan mimpi bulu tangkis di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan Jakarta. (Aly Reza/Mojok.co)

“Daihatsu Indonesia Masters 2026 ini jadi kesempatan pertama saya main di Istora. Jadi, selain untuk mencapai impian saya, saya juga pengin ngasih yang terbaik buat rakyat Indonesia, negara ini, dan tentunya orang tua,” imbuhnya penuh tekad. 

Lebih-lebih, Daihatsu Indonesia Masters 2026 dikonsep sebagai “Pesta Rakyat”. Selain harga tiket yang jauh lebih terjangkau dari edisi sebelumnya, juga dilengkapi beragam booth dan fasilitas yang bisa diakses oleh warga. 

Ubed ingin memberi kebanggaan dan kebahagiaan bagi mereka yang datang, melalui penampilan terbaik yang bisa ia berikan. 

Doa dan pesan orang tua, serta harapan agar mereka tak hanya nonton di layar kaca

Bahkan ia berencana memberangkatkan orang tuanya dari Sampang, Madura ke Jakarta. Itu jika Ubed bisa melaju jauh di Daihatsu Indonesia Masters 2026. 

Istora Senayan, Jakarta, itu sakral. Titik awal menaruh mimpi di kancah bulu tangkis.

Maka, di kesempatan pertama kali tampil di arena tersebut, ia ingin orang tuanya datang untuk menyaksikan langsung aksi sang anak. Agar tidak hanya menonton dari layar televisi saja. 

Orang tua Ubed harus turut merasakan bagaimana atmosfer Istora Senayan, Jakarta bisa begitu menggetarkan hati, membanggakan sekaligus mengharukan. 

Apalagi Daihatsu Indonesia Masters 2026 menghadirkan 274 atlet dari 21 negara. Akan sangat riuh dan penuh persaingan. 

“Setiap sebelum tanding aku pasti telepon orang tua buat minta doa. Mereka selalu pesen, kalau berprestasi jangan sombong, terus rendah hati, paling penting salat jangan ditinggal,” tutup pemuda kebanggaan Madura itu. 

Penulis: Muchamad Aly Reza

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: PB Djarum dan Cara Mereka Menyiapkan Masa Depan Atlet Bulu Tangkisnya atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Exit mobile version