Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Sepi dari Mahasiswa UGM, Kompleks Kos Dekat UGM Ini Justru Padat Dihuni Pedagang hingga Kuli Pencari Rezeki di Jogja

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
13 Mei 2024
A A
kos dekat ugm.MOJOK.CO

Ilustrasi kawasan kos pekerja dekat UGM (Ega/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ada kompleks kos dekat UGM yang justru mayoritas bukan dihuni kalangan mahasiswa UGM. Kebanyakan yang tinggal adalah pekerja, pedagang kaki lima, hingga tukang yang mencari nafkah dari luar kota.

***

Iklan

Motor tiba-tiba harus saya pelankan ketika melewati sebuah gang di Padukuhan Blimbingsari, Caturtunggal, Sleman. Malam itu, saya baru pertama kali melewati gang yang letaknya paling-paling hanya 300 meter dari kompleks gedung perkuliahan Sekolah Vokasi di sayap barat kawasan UGM.

Di gang itu, kala malam ruang untuk kendaraan lewat begitu sempit. Pasalnya, bangunan yang mengelilinginya mayoritas tak punya ruang khusus untuk parkir kendaraan. Alhasil, puluhan motor terparkir di pinggiran jalan sempit.

Selain itu, saat malam gang itu cukup ramai. Di emperan rumah, banyak lelaki yang sedang bercengkerama. Minum kopi sambil rokokan. Ada pula segerombolan bapak-bapak yang berkumpul di pos ronda. Saking ramainya, beberapa kursi pun diletakkan di pinggir jalan dekat pos itu. Mereka, asyik main kartu hingga menggerakkan bidak-bidak di papan catur.

Sekilas, suasana gang penuh kos dekat UGM itu tak seperti tempat mahasiswa bermukim. Suasananya berbeda. Membuat saya penasaran untuk menguliknya lebih jauh.

Akhirnya, pada Minggu (12/5/2024) saya memutuskan untuk kembali ke kawasan itu. Sekalian, nongkrong sejenak di sebuah warung makan yang terletak di sudut gang.

Setidaknya ada tiga warung makan di gang tersebut. Semua modelnya seperti warteg. Lauknya banyak dan ada sayuran.  Saya memesan es teh saja. Sambil mengamati lingkungan sekitar kompleks kos dekat UGM yang terasa sepi, berbeda dengan hiruk pikuk saat malam.

Kos dekat UGM yang tidak banyak dihuni mahasiswa

Sepintas tampak beberapa laki-laki yang hilir mudik masuk dan keluar kos. Pakaiannya sederhana, berkaos dengan celana pendek atau celana jeans robek. Beberapa yang saya amati tampak bekas bercak cat di kaos yang mereka kenakan.

Warung yang saya singgahi ternyata milik orang Sunda. Jika umumnya perantau Jawa Barat buka usaha warung makan berkonsep warmindo di dekat kampus, ini modelnya seperti warteg prasmanan.

kos dekat ugm.MOJOK.CO
gang area kos dekat UGM yang banyak dihuni pekerja (Hammam/Mojok.co)

Nuryana, lelaki yang jadi pegawai di warung itu bercerita bahwa pemiliknya memang dari Jawa Barat. Ia juga baru beberapa bulan merantau ke Jogja. Bekerja di warung ini.

“Khusus di gang ini, selama beberapa bulan saya di sini kok memang jarang kelihatan ditinggali mahasiswa ya. Yang makan di sini kayaknya juga kebanyakan bukan anak kuliahan,” katanya saat saya tanya tentang kompleks kos dekat UGM ini.

“Malahan sepertinya kebanyakan itu orang kerja. Ada yang jualan dan ada yang kuli bangunan bahkan. Pada ngekos di area itu,” imbuhnya.

Baca halaman selanjutnya…

Iklan

Deretan gerobak teronggok hingga sisi unik kawasan sayap barat UGM yang jarang diketahui orang

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 15 Mei 2024 oleh

Tags: koskos dekat ugmkuliMahasiswapekerjaUGM
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO
Sekolahan

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
WiFi di Kos MOJOK.CO
Urban

Ngekos Murah Ber-WiFi Malah Tekor: Berisik, Teras Berubah Jadi Warnet Gratisan, Berujung Terusir dan Ngungsi demi Ketenangan

24 Juli 2026
Perjuangan masuk UGM.MOJOK.CO
Sekolahan

Kehilangan Ayah Menjelang SNBT, Kini Berhasil Kuliah Gratis di UGM Meski Harus Belajar di Rumah Sakit

23 Juli 2026
donasi ekonomi.MOJOK.CO
Urban

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa KKN di desa

Suasana KKN Tak Seindah Konten di TikTok: Banyak Drama Sesama Mahasiswa, hingga Tangis Palsu Saat Perpisahan dengan Warga Desa

5 Agustus 2026
Mie Gacoan, desa. MOJOK.CO

Mie Gacoan Oleh-Oleh Wajib Saat Pulang Kampung: Tak Peduli Sudah Dingin dan Keras, Tetap Dinikmati demi Gengsi dan Validasi

5 Agustus 2026
Cinta yang Tak Berbalas Bikin Perempuan Crush Recession hingga Belum Menikah. MOJOK.CO

Crush Recession: Jatuh Cinta Terasa Melelahkan, bikin Perempuan Malas Pacaran

4 Agustus 2026
Malaysia dekat ke gerbang negara maju. Indonesia negara apa? (Unsplash)

Malaysia kian dekat ke gerbang negara maju, kalau Indonesia makin dekat ke gerbang apa bes?

4 Agustus 2026
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bertemu dengan tim KKP membahas program budi daya ikan tematik. (Sumber: Humas Pemda DIY)

64 Lokasi di Kalurahan DIY Kecipratan Jatah Program Budi Daya Ikan Tematik dari KKP

5 Agustus 2026
Tinggal di kos dekat kampus niat cari kemudahan di awal menjadi mahasiswa baru (maba), malah jadi pemicu konflik sosial yang merepotkan diri sendiri MOJOK.CO

Kos Dekat Kampus Memang Beri Kemudahan, Tapi Jadi Pemicu Rangkaian Konflik Sosial yang Merepotkan Diri Sendiri

10 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.