Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kuliner

Sate Klathak Pak Jeje: Enak, tapi Nggak Cocok Buat yang Kelaparan Ingin Segera Makan

Agung Purwandono oleh Agung Purwandono
10 Februari 2024
A A
Sate Klathak Pak Jeje: Enak, tapi Nggak Cocok Buat yang Kelaparan Ingin Segera Makan MOJOK.CO

Ilustrasi Sate Klathak Pak Jeje: Enak, tapi Nggak Cocok Buat yang Kelaparan Ingin Segera Makan. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pak Jumari pergi, Sate Pak Jeje sepi, kemudian melenting lagi

Saat Pak Jumari ada, Pak Jeje belajar segala hal tentang masakan kambing. Mulai dari memilih kambing yang bagus, membuat bumbu sate klathak, bumbu gulai, tongseng semua ia pelajari. 

Namun, Pak Jeje seperti merintis usaha baru. Tidak sedikit pelanggannya yang balik badan begitu tahu juru masaknya bukan Pak Jumari. 

“Saat itu ada rombongan yang biasanya Pak Jumari layani, tapi karena saya yang masak, mereka nggak jadi masuk. Tantangan buat saya, saya harus belajar sabar, teteg atine,” katanya. 

Akhirnya di tahun 2010, Sate Pak Jeje mulai kembali ramai. Banyak pelanggan-pelanggan baru yang cocok dengan masakan Pak Jeje. Jumlah kambing yang ia masak sudah menyamai Pak Jumari yang rata-rata menghabiskan sekitar 2-3 ekor kambing. 

Warung Sate Klathak Pak Jeje paceklik lagi karena Flyover Jombor

Namun, satu peristiwa membuatnya harus paceklik lagi. Banyak pelanggan yang tak mau ribet datang ke warungnya yang berada di utara perempatan jombor. “Tahun 2010 mulai ada pembangunan flyover Jombor, sebagian jalan ditutup. Itu masa perjuangan bagi kami sekitar 2-3 tahun,” kata Pak Jeje. 

Pembangunan Flyover Jombor baru benar-benar selesai total di tahun 2014. Selama masa itu, Pak Jeje harus mencari cara untuk bisa tetap survive. Untungnya pelanggan-pelanggan loyal masih datang. “Bisa bertahan ya karena ikhlas, dan istri pintar untuk mengatur keuangan,” kata Pak Jeje. 

Setelah melewati masa-masa sulit tersebut, Warung Sate Klathak Pak Jeje makin melenting. Usahanya makin ramai, puncaknya sebelum pandemi ia bisa menghabiskan kambing hingga 12 ekor dalam semalam. 

Sate Klathak Pak Jeje kembali mengalami masa sulit ketika pandemi Covid-19. “Dari semalam 12 ekor, jadi paling banyak setengah ekor. Bayangkan, Mas,” kata Pak Jeje.

Ketika mulai boleh jualan lagi, jam buka ada pembatasan. Ia yang buka usaha jam empat sore, jam delapan Satpol PP sudah minta tutup, padahal sudah mulai ramai,” kata Pak Jeje. Karyawan yang lumayan banyak saat itu akhirnya ia buat masuk kerjanya bergilir agar usaha tetap jalan dan karyawan tetap kerja

Saat ini masa-masa sulit itu sudah terlewati, meski dari sisi jumlah kambing yang ia masak belum seperti masa sebelum pandemi. “Rata-rata 7 ekor per malam,” katanya.

Warung Sate Pak Jeje  baru buka pukul 16.00 hingga pukul 01.00 atau saat sudah habis. “Dulu itu pernah buka pagi hari, tapi ramainya tetap malam hari. Ya sudah, jodohnya memang jualan malam hari,” kata Pak Jeje. 

Sheila on 7 dan artis jadi pelanggan Sate Klathak Pak Jeje

Salah satu ciri khas dari Sate Klathak Pak Jeje adalah dagingnya yang empuk dan potongannya yang besar-besar. Soal kualitas daging, Pak Jeje menjamin. Ia hanya menggunakan kambing muda yang berusia sekitar 5-6 bulan atau belum poel. 

Seporsi sate klathak di tempat Pak Jeje berisi dua tusuk dengan daging ukuran besar. (Agung P/Mojok.co)

Salah satu pelanggan artis yang ia kenal sering ke warung satenya adalah Sheila on 7. Selain itu juga artis-artis nasional kerap mampir di warungnya, meski ia tidak begitu tahu nama mereka. 

“Kalau terakhir kemarin itu, pelatih Rahmad Darmawan, saya kenal karena suka bola,” kata Pak Jeje tertawa.

Iklan

Menurut Pak Jeje, ia punya kebiasaan ada di warung dan menyapa pelanggan. Baginya itu adalah cara untuk memperbanyak saudara, silaturahmi. Kalaupun ada kritik, bisa ia terima langsung. 

Sebenarnya dengan banyaknya karyawan, ia bisa saja leha-leha di rumah. Namun, ia tidak mau. “Saya harus komunikasi dengan pelanggan saya, kurang apa,” katanya. 

Soal pelanggan loyal, baru-baru ini Pak Jeje merasakan sendiri. Ada keluarga yang jauh-jauh datang ke Jogja hanya untuk makan di tempatnya.

“Ada pelanggan dari Semarang, telepon kalau mau datang dari Semarang bersama keluarganya. Selesai makan, mereka pamit langsung balik lagi ke Semarang,” kata Pak Jeje.

Bumbu rahasia dan karyawan yang keluar 

Pak Jeje tidak pelit ilmu kepada setiap karyawannya. Ia akan membagikan ilmunya dengan cara membimbing karyawannya sampai bisa, mulai masak di dapur hingga melayani pelanggan. Harapannya, kalaupun mau keluar, bisa buka usaha sendiri, atau buka cabang dari Sate Pak Jeje.

“Tapi yang bikin kecewa itu sudah saya ajari benar-benar, tapi setelah keluar ikut orang. Saya seneng kalau mereka itu jadi mandiri,” katanya. Sampai saat ini Warung Sate Klathak Pak Jeje belum punya cabang. Cabang Jejeran di spanduk lebih merujuk pada gagrak sate yang Pak Jeje masak dari kampung Jejeran di Bantul. 

“Kalau ada nama warung yang mirip-mirip, itu bukan cabang saya. Ya nggak papa orang pakai yang mirip-mirip, rezekinya orang masing-masing,” katanya.

Soal rezeki ini juga, Pak Jeje bersyukur karena keinginan buka usaha atau kerja dari rumah sudah ia capai. Ia juga rutin mengirimkan jeroan ke beberapa pondok pesantren sebagai menu santri. Selain itu setiap hari Jumat ia menyediakan sekitar 100-150 porsi gulai jeroan untuk jemaah yang salat Jumat di masjid dekat rumahnya.

Penulis: Agung Purwandono
Editor: Hammam Izzuddin

BACA JUGA Warung Sate Kang Jilan, Kuliner Mewah Imogiri yang Dulunya Tak Semua Orang Bisa Membeli

Ikuti berita terbaru dari Mojok di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 10 Februari 2024 oleh

Tags: jomborsatesate klathaksate klathak pak Jejesheila on 7
Agung Purwandono

Agung Purwandono

Jurnalis di Mojok.co, suka bercocok tanam.

Artikel Terkait

Salah paham pada kuliner sate karena terlalu miskin. Baru benar-benar bisa menikmatinya setelah dewasa untuk self reward MOJOK.CO
Kuliner

Salah Paham ke Sate: Kaget dan Telat Sadar kalau 1 Porsi Bisa buat Diri Sendiri, Jadi Self Reward Tebus Masa Kecil Miskin

31 Maret 2026
sate taichan.MOJOK.CO
Catatan

Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak

20 Januari 2026
5 Esai Terpopuler Mojok 2025 (Mojok.co/Ega Fansuri)
Esai

5 Esai Terpopuler Mojok 2025: Sebuah Rekaman Zaman dan Keresahan Lintas Generasi

1 Januari 2026
Studio Alamanda: Mesin Penghasil Band Legendaris dari Jogja MOJOK.CO
Esai

Legenda Studio Alamanda Jogja: Ketika Sheila on 7 dan Endank Soekamti Jadi Pemuda Kampung Biasa

22 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Naik pesawat Super Air Jet untuk mudik Lebaran ke Jogja

Terpaksa Naik Super Air Jet karena Tiket Murah, tapi Malah Dibikin “Plonga-plongo” karena Kelakuan Sok Asik Awak Kabin

1 April 2026
Lolos Unair lewat jalur golden ticket tanpa SNBP. MOJOK.CO

Kisah Penerima Golden Ticket Unair dari Ketua Padus hingga Penghafal Al-Qur’an, Nggak Perlu “Plenger” Ikut SNBP-Mandiri untuk Diterima di Jurusan Bergengsi

30 Maret 2026
Salah paham pada kuliner sate karena terlalu miskin. Baru benar-benar bisa menikmatinya setelah dewasa untuk self reward MOJOK.CO

Salah Paham ke Sate: Kaget dan Telat Sadar kalau 1 Porsi Bisa buat Diri Sendiri, Jadi Self Reward Tebus Masa Kecil Miskin

31 Maret 2026
Kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) diajar dosen absurd. Mata kuliah (matkul) apa yang diajar apa. Fokus mengharamkan dan mengkafirkan pihak lain MOJOK.CO

Diajar Dosen “Absurd” saat Kuliah UIN: Isi Matkul Paksa Sesatkan dan Mengafirkan, Ujian Akhirnya Praktik Wudu yang Berakhir Nilai C

29 Maret 2026
Kursi kereta eksekutif dibandingkan kereta ekonomi premium lebih nyaman untuk mudik Lebaran

Saya Kapok Naik Kereta Ekonomi Premium, Ditipu Embel-embel Mirip Eksekutif padahal Hampir “Mati” Duduk di Kursi Tegak

1 April 2026
Niat MBG Itu Mulia: Cerita Guru Wali Kelas yang Harus Memastikan Siswa Mau Mencoba Menghabiskan Makanannya MOJOK.CO

Niat MBG Itu Mulia: Cerita Guru Wali Kelas yang Harus Memastikan Siswa Mau Menghabiskan Makanannya

1 April 2026

Video Terbaru

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026
Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

28 Maret 2026
Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

26 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.