Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kuliner

Pertama Tahu KFC, Ngebet Pengen Makan Ayam Goreng Tanpa Nasi Berakhir Menelan Kecewa

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
4 Oktober 2025
A A
Nasib miskin di masa kecil: Cuma bisa ngiler saat tetangga kaya beli seember ayam goreng dari restoran cepat saji KFC cuma buat pamer MOJOK.CO

Ilustrasi - Nasib miskin di masa kecil: Cuma bisa ngiler saat tetangga kaya beli seember ayam goreng dari restoran cepat saji KFC cuma buat pamer. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kabar tutupnya belasan restoran cepat saji ayam goreng KFC di Indonesia, mengingatkan diri pada masa-masa silam. Dulu, karena kondisi ekonomi, hanya bisa ngiler menyaksikan orang kaya menikmati seember ayam goreng. Bahkan menggadonya—tanpa pakai nasi. Ingin minta malah cuma dikasih “rontokan krispi”.

***

Restoran cepat saji KFC—dengan menu andalan ayam goreng—memang tampak makin sepi dalam beberapa tahun ke belakang. Saya sendiri, tiap melintasi beberapa restonya (baik di Jogja, Surabaya, Jombang, atau Semarang misalnya) sering hanya mendapati satu atau dua mobil yang terparkir di parkiran restoran.

Wajar saja. Makin ke sini, makin banyak pilihan restoran cepat saji. Apalagi dengan menu ayam goreng, malah banyak bertebaran gerai-gerai kecil yang jualan. Banyak orang tentu memilih restoran atau gerai-gerai kecil itu. Asal murah saja pokoknya. In this economy og.

Pergeseran pasar tak pelak membuat KFC di Indonesia tumbang satu persatu. PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pengelola restoran cepat saji KFC, menutup 19 gerai per September 2025. Penutupan gerai ini berimbas pada pemutusan hubungan kerja (PHK) 400 karyawannya.

KFC: ayam goreng orang kaya

Sekelompok orang berusia 25-30 tahunan saling tertawa-tawa di ruang tengah sebuah remah. Mereka berkumpul sambil menikmati “seember” ayam goreng KFC, sembari minum minuman bersoda.

Salah satu orang di sana lalu menunjukkan bagaimana mulutnya menggigit dan mengunyah paha ayam goreng. Bunyi “kres-kres-kres” atau “kriuk-kriuk-kriuk” terdengar.

Begitulah kira-kira salah satu tayangan iklan ayam goreng KFC di layak televisi tempo dulu, yang kerap Naiman kecil saksikan di televisi kecil di rumahnya. Naiman hanya bisa menatapnya tanpa berkedip. Lalu tanpa sadar ilernya menetes.

Tidak ada KFC di tempat asal Naiman, Rembang, Jawa Tengah. Jangankan ayam goreng rintisan Harland Sanders itu, ayam goreng biasa—yang dibeli dari pasar saja—jarang-jarang bisa dia makan.

Hanya momen tertentu saja Naiman bisa menikmati ayam goreng. Misalnya kalau di rumah sedang ada hajatan. Atau saat dia mendapat nasi berkat dari tetangga. Itu pun jarang-jarang. Karena ayam goreng, bagi orang-orang desanya dulu, masuk dalam kategori makanan mewah—dan tentu saja mahal.

Menanti kalimat “Nanti dibelikan” oleh orangtua yang tak kunjung jadi nyata

Naiman kini sudah 28 tahun. Kepada saya dia bercanda: Hingga saat ini, dia masih menanti kalimat semaya dari orangtuanya—perihal ayam goreng dari restoran cepat saji KFC—benar-benar terealisasi.

“Itu gambaran aja. Saking nggak bisa jangkaunya kami dengan ayam goreng itu. Maklum lah, karena masih kecil, dulu itu kalau kepengin minta ke orangtua. Ya aku sering minta KFC ke bapak atau ibu. Bilangnya nanti pasti dibelikan kalau ke pasar,” ungkap Naiman, Kamis (2/10/2025).

Dulu, sering kali Naiman nitip agar dibelikan ayam goreng KFC tiap ibunya ke pasar. Dia masih belum tahu kalau di Rembang tidak ada restoran cepat saji itu.

Alhasil, ketika ibunya pulang dan hanya memasak ayam goreng sekadarnya, Naiman protes. Tapi ibu Naiman selalu bilang: ayam biasa lebih enak. Dagingnya banyak. Kalau ayam KFC itu lebih banyak tepungnya.

Iklan

Seiring waktu, ya Naiman tahu lah, kalau itu adalah siasat sang ibu untuk mengelabuhi Naiman. Lebih tepatnya, mungkin untuk menyadarkan Naiman kalau KFC sejatinya jauh dari jangkauan—baik jangkauan jarak maupun uang.

Tetangga kaya beli seember ayam goreng KFC, cuma pamer tapi tak bagi-bagi

Iklan televisi bukan satu-satunya yang membuat Naiman ngiler. Ada satu momen lagi yang masih Naiman ingat-ingat sampai sekarang.

Dulu ada teman Naiman yang bapaknya bekerja di Malaysia. Keluarga temannya itu punya kebiasaan: tiap tiga tahun sekali, saat sang bapak pulang ke Indonesia, maka keluarga teman Naiman akan rombongan satu mobil menjemput di Bandara Juanda, Sidoarjo.

Nah, suatu kali, dari Surabaya itu, si temannya itu ternyata dibelikan “satu ember” ayam goreng KFC (menu satu cup ayam goreng KFC). Bedebahnya, kata Naiman, saat itu si teman mengotong-otong satu ember ayam goreng itu ke sana ke mari. Walaupun hanya sisa beberapa potong saja di dalamnya.

“Dia memang nggak niat bagi-bagi. Cuma pamer, sambil makan, dia sambil cerita soal rasanya seenak apa. Pas ada teman yang minta, dia bilang kalau bapaknya melarang bagi-bagi,” ujar Naiman.

“Asem tenan og. Apalagi dia digado, nggak pakai nasi,” sambungnya.

Si teman baru menyerahkan ember KFC itu ketika potongan-potongan ayamnya sudah habis. Alhasil, Naiman dan teman-temannya—anak desa yang lain—saling berebut serpihan tepung (krispi)-nya. Ngenes tenan.

Kini beli ayam krispi Rp5 ribuan sudah syukur

Hingga umur 28 tahun, Naiman masih belum pernah mencicipi ayam goreng KFC. Itu masih menjadi salah satu aspriasi hidupnya.

Naiman akhirnya bisa melihat restoran-restoran KFC asli sejak kuliah di Semarang, Jawa Tengah. Hanya melihat. Tapi masih belum mampu membeli.

“Mahasiswa pas-pasan, jadi nggak bisa makan mahal-mahal. Cari warung murah. Kalau lagi pengin ayam kripsi ya yang dijual Rp5 ribuan,” ujar Nuaiman. “Itu sudah syukur.”

Setelah lulus dan bekerja di Semarang, Naiman akhirnya untuk pertama kali makan menu restoran cepat saji. Itu berkat dua hal: Gaji yang lumayan dan ajakan pacar.

“Misalnya di Richeese. Nggak tahu kenapa pacarku suka sekali di situ. Tapi karena belum pernah sama sekali di KFC, aku sering lah bilang ke pacar, ayo lah kapan-kapan ke KFC. Pengin nyoba dan ngobati ngilernya masa kecil,” kata Naiman sambil tertawa.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Pertama Kali Makan All You Can Eat (AYCE) Berakhir Kapok: Habis Rp250 Ribu, tapi Pulang dalam Keadaan Malu dan “Tetap Lapar” atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

 

 

 

Terakhir diperbarui pada 4 Oktober 2025 oleh

Tags: ayam gorengayam goreng KFCharga ayam goreng kfcKFCkfc tutupmenu kfcphk kfcpilihan redaksirekomendasi ayam goreng enakrestoran cepat saji
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Wawancara beasiswa LPDP
Edumojok

Niat Daftar LPDP Berujung Kena Mental, Malah Diserang Personal oleh Pewawancara dan Tak Diberi Kesempatan Bicara

20 Februari 2026
kuliah di austria, rasisme.MOJOK.CO
Edumojok

Kuliah di Austria Bikin Kena Mental: Sistem Pendidikannya Maju, tapi Warganya “Ketus” dan Rasis

20 Februari 2026
Toxic sibling relationship antar saudara kandung karena rebutan sertifikat tanah. Saudara kandung bisa jadi mafia tanah soal warisan MOJOK.CO
Sehari-hari

Saudara Kandung di Desa Itu Bak Mafia, Justru Jadi Orang Paling Busuk dan Licik demi Sikat Sertifikat Tanah Saudara Sendiri

20 Februari 2026
Ramai, 'Cukup Aku Saja yang WNI': Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia MOJOK.CO
Esai

Ramai, ‘Cukup Aku Saja yang WNI’: Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia

20 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jakarta membunuh nurani kemanusiaan MOJOK.CO

Jakarta Kota “Pembunuh” Nurani: Orang Jatuh malah Ditekan, Lebih Ringan Beri Makan Anak Kucing ketimbang Anak Manusia yang Kelaparan

16 Februari 2026
Tarawih di masjid Jogja

Berburu Lokasi Tarawih sesuai Ajaran Nahdlatul Ulama di Jogja, Jadi Obat Kerinduan Kampung Halaman di Pasuruan

18 Februari 2026
Masjid Menara Kudus yang dibangun Sunan Kudus. MOJOK.CO

Menapaki Minaret Pertama di Indonesia untuk Mendalami Pesan Tersirat Sunan Kudus

19 Februari 2026
Pemilik kos di Depok, Sleman, Jogja muak dengan tingkah mahasiswa asal Jakarta yang kuliah di PTN/PTS Jogja MOJOK.CO

Pemilik Kos di Jogja Muak dengan Tingkah Mahasiswa Jakarta: Tak Tahu Diri dan Ganggu Banget, Ditegur Malah Serba Salah

20 Februari 2026
Gen Z mending beli bunga daripada rumah untuk self reward. MOJOK.CO

Gen Z Lebih Suka Beli Bunga untuk Self Reward daripada Stres Nggak Mampu Beli Rumah untuk Masa Depan

16 Februari 2026
Buka puasa di Blok M saat bulan Ramadan

Jangan Buka Puasa di Blok M kalau Tidak Mau Lanjut Puasa tanpa Sempat Makan

16 Februari 2026

Video Terbaru

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

14 Februari 2026
Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.