Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kuliner

Alasan Orang Sunda Ingin Mudik Bukan Hanya Keluarga, tapi Tak Tahan Siksaan Makanan Jogja yang Rasanya “Hambar”

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
10 Maret 2026
A A
Kuliner Sunda yang tidak ada di Jogja, seblak buat perantau ingin mudik Lebaran

Kuliner Sunda yang tidak ada di Jogja, seblak buat perantau ingin mudik Lebaran (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Makanan Jogja, sebagaimana makanan Jawa, rasanya cenderung manis dan kurang berani. Dalam kamus daerah dengan cita rasa yang lebih kaya seperti Sunda, mereka akan menyebutnya kurang “nendang”. Inilah yang menjadi alasan anak rantau asal Bandung tidak sabar untuk mudik Lebaran, karena tersiksa dengan rasa makanan di Jogja yang tidak ada rasanya.

Mudik demi kuliner Sunda

Iqbal (30) adalah anak rantau yang dibicarakan. Hampir satu tahun di Jogja, tetapi Iqbal masih belum terlalu bisa menerima rasa makanan Jawa yang berbeda dibandingkan dengan makanan khas Sunda dari kota asalnya.

Karena itu, momentum mudik menjadi menggembirakan bagi Iqbal. Ia punya kesempatan untuk pulang sekaligus membayarkan rasa hambar dan manis dari makanan Jawa yang belum mampu menandingi cita rasa makanan Sunda.

“Pengin makan makanan Sunda lah istilahnya karena selama di Jogja ini kan makanannya Jawa,” kata Iqbal kepada Mojok, Selasa (10/3/2026).

Alasan Iqbal menyoroti makanan Jawa yang dibandingkan dengan makanan Sunda adalah cita rasa kedua makanannya yang berbeda. Makanan Jawa di Jogja cenderung manis dan tidak sesuai dengan lidahnya sebagai orang Bandung.

Menurutnya, makanan khas Sunda tidak pernah gagal memadupadankan rasa gurih, pedas, asin, dan asam sekaligus dalam satu makanan membuatnya tidak sabar untuk mudik Lebaran ini. Karena itu juga, Iqbal telah merencanakan untuk menghabiskan sebagian waktu mudik Lebaran untuk berburu makanan di Bandung.

“Aku rindu gitu, jadi sekaligus beberapa waktu terakhir sebelum Lebaran nanti tuh mau abisin waktu buat jajan makan makanan yang kaya akan micin,” ujarnya.

Ambil contoh, seblak yang menjadi salah satu makanan khas Sunda paling populer beberapa tahun belakangan ini.  Jajanan berbahan dasar kerupuk mentah yang direbus hingga basah ini dimasak dengan bumbu halus kencur atau cikur, bawang putih, dan cabai. Hasilnya bukan main, tekstur kenyal dan kuah gurih pedas bisa dinikmati bersama aroma kencur yang kuat. 

@rafaell_1616 Pecinta seblak mana cik karumpul!!! Udah coba seblak nu ieu? 🥰 buatan @Coco baco ♬ Cooking BGM (Japanese style) – ArcTracks

Kira-kira, makanan seperti ini, mustahil untuk Iqbal temukan di Jogja. Maka, mudik Lebaran menjadi solusinya untuk bisa mencicipi rasa otentik makanan khas Sunda kembali.

Muak dengan makanan Jogja yang cenderung manis

Namun demikian, setiap makanan di berbagai tempat punya keunikannya masing-masing. Makanan khas Sunda lekat dengan lalapan, bertekstur dan rasa gurih seperti seblak, mengikuti sejarahnya pada naskah Sunda tinggalan abad ke-16, Sanghyang Siksa Kandang Karesian (1518), yang berbunyi, “Kalingana asak deung atah [sebenarnya hanya mentah dan masak],” merujuk pada lalap yang dikonsumsi mentah dan masak.

Dalam versi yang lebih digemari gen Z, seblak dari kerupuk yang tidak matang-matang amat, tidak kering karena basah, dan dimasak secukupnya. Itulah keunikan makanan khas Sunda.

Lain hal dengan makanan Jawa. Berdasarkan buku Antropologi Kuliner Nusantara, Belanda menerapkan sistem tanam paksa di Pulau Jawa dengan mewajibkan menanam berbagai komoditas, salah satunya tebu. Tanam paksa ini menjadikan Jawa sebagai produsen gula utama di dunia.

Akibatnya bukan hanya masyarakat yang terbiasa mengolah tebu untuk ekspor, tetapi juga menjadikannya sebagai bahan dasar makanan sehari-hari. Jadilah, masyarakat Jawa, termasuk Jogja, lebih akrab dengan makanan manis. 

Iklan

Baca halaman selanjutnya…

Akibat makan serbamanis, ingin segera mudik saja untuk cuci mulut

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 10 Maret 2026 oleh

Tags: BandungJogjakuliner jawakuliner lebarankuliner sundakumpul keluarga lebaranLebaranmakanan jawamakanan sundaMudikmudik ke bandungpilihan redaksiseblak
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Siswa terpintar 2 kali gagal UTBK SNBT ke Universitas Brawijaya (UB). Terdampar kuliah di UIN malah jadi mahasiswa goblok dan nyaris DO MOJOK.CO
Edumojok

Siswa Terpintar 2 Kali Gagal UTBK SNBT ke UB, Terdampar di UIN Jadi Mahasiswa Goblok dan Nyaris DO

1 April 2026
Kereta eksekutif murah selamatkan saya dari neraka kereta ekonomi. MOJOK.CO
Catatan

Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi

1 April 2026
KA Eksekutif, Kereta eksekutif KAI Jogja ke Jakarta nggak nyaman. MOJOK.CO
Catatan

Backpackeran Naik KA Eksekutif Jogja-Jakarta Demi Menyembuhkan Luka, Malah Dibuat Kesal dengan Kelakuan Norak Penumpangnya

1 April 2026
Kursi kereta eksekutif dibandingkan kereta ekonomi premium lebih nyaman untuk mudik Lebaran
Catatan

Saya Kapok Naik Kereta Ekonomi Premium, Ditipu Embel-embel Mirip Eksekutif padahal Hampir “Mati” Duduk di Kursi Tegak

1 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

tunggu aku sukses nanti.MOJOK.CO

“Tunggu Aku Sukses Nanti”: Ketika Sandwich Generation Bermimpi, Orang Lain Tak Kehabisan Cara Buat Mencaci

26 Maret 2026
Siswa terpintar 2 kali gagal UTBK SNBT ke Universitas Brawijaya (UB). Terdampar kuliah di UIN malah jadi mahasiswa goblok dan nyaris DO MOJOK.CO

Siswa Terpintar 2 Kali Gagal UTBK SNBT ke UB, Terdampar di UIN Jadi Mahasiswa Goblok dan Nyaris DO

1 April 2026
Kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) diajar dosen absurd. Mata kuliah (matkul) apa yang diajar apa. Fokus mengharamkan dan mengkafirkan pihak lain MOJOK.CO

Diajar Dosen “Absurd” saat Kuliah UIN: Isi Matkul Paksa Sesatkan dan Mengafirkan, Ujian Akhirnya Praktik Wudu yang Berakhir Nilai C

29 Maret 2026
KA Eksekutif, Kereta eksekutif KAI Jogja ke Jakarta nggak nyaman. MOJOK.CO

Backpackeran Naik KA Eksekutif Jogja-Jakarta Demi Menyembuhkan Luka, Malah Dibuat Kesal dengan Kelakuan Norak Penumpangnya

1 April 2026
Alumnus UT Dapat Cuan dari Tren Foto Newspaper Photobooth di Jalan Tunjungan Surabaya. MOJOK.CO

Alumnus UT Buka Bisnis Foto ala Newspaper di Jalan Tunjungan, Satu Cetak Hanya Rp5 Ribu tapi Untungnya Bisa Sejuta dalam Sehari

25 Maret 2026
Peaky Blinders: The Immortal Man Adalah Film yang Seharusnya Tidak Ada (?)

Peaky Blinders: The Immortal Man Adalah Film yang Seharusnya Tidak Ada (?)

30 Maret 2026

Video Terbaru

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026
Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

28 Maret 2026
Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

26 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.