Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kuliner

3 Alasan Sederhana Orang Memilih Makan di Warmindo daripada Warteg, Padahal Lauknya Kalah Lengkap

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
29 Juni 2024
A A
warmindo unggul dari warteg.MOJOK.CO

Ilustrasi warmindo (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di Jogja, beberapa tahun belakangan warteg tumbuh seperti jamur di musim hujan, pesat. Namun, ada orang-orang yang tetap menjadikan warmindo sebagai pilihan utama meski pilihan lauknya lebih sedikit.

Sebagai informasi, jejaring waralaba warteg mulai pesat berkembang di Jogja sejak akhir 2022 lalu. Dalam hitungan bulan saja, jumlahnya sudah berkembang begitu pesat. Sekarang, kehadirannya sudah hampir ada di setiap sudut jalan atau titik-titik strategis Jogja.

Sementara warmindo, sudah berkembang jauh lebih dulu. Mulai banyak dibawa perantau dari Kuningan dan daerah lain di Jawa Barat ke Jogja sejak era 80-an.

Jika warteg sejak dulu konsepnya memang menyajikan banyak lauk, warmindo, khususnya di Jogja sempat mengalami perubahan tren. Dulunya, hanya menjual bubur kacang hijau dan mie instan. Sehingga di Jogja dapat julukan burjoan.

Seiring berkembangnya waktu, warmindo tumbuh dengan menyediakan beberapa jenis lauk. Bahkan, di beberapa warmindo pilihan lauknya cukup lengkap sehingga mirip warteg.

Bagi orang yang mendambakan lauk sayur-sayuran lengkap, kehadiran warteg jadi oase kuliner sehari-hari. Namun, ada segelintir orang yang mengaku tetap mengandalkan warmindo sebagai pemenuh kebutuhan makan sehari-hari.

#1 Pilih warmindo karena memang tidak terlalu suka banyak variasi lauk

Salah satunya Nimal (25), yang merantau ke Jogja sejak 2011 silam. Pada masa awal tinggal di Jogja, warteg belum berkembang pesat seperti sekarang.

“Dulu bahkan aku lebih akrab menyebutnya sebagai burjoan,” kata dia pada Sabtu (8/6/2024).

lauk warteg.MOJOK.CO
Ragam variasi lauk di warteg.MOJOK.CO

Hingga sekarang warteg sudah banyak berkembang, Nimal mengaku lebih suka makan di warmindo. Alasannya sederhana, karena memang ia tidak terlalu suka banyak variasi lauk. Lebih dari satu dekade tinggal di Jogja juga membuatnya lebih cocok dengan masakan mamang-mamang Sunda.

“Pertama karena memang aku nggak terlalu suka variasi lauk, kedua karena warteg berkembang di Jogja kan baru belakangan ini, sudah terlanjut cocok sama burjoan,” ungkapnya.

Baca halaman selanjutnya…

Warteg tidak cocok untuk bersantai hingga potensi habiskan banyak uang

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 29 Juni 2024 oleh

Tags: burjoanIndomieJogjawarmindowarteg
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO
Sekolahan

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian.MOJOK.CO
Sekolahan

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian

29 Juli 2026
Usaha jasa kebersihan, Ready Clean Jogja sampai ke Turki. MOJOK.CO
Sosok

Berawal dari Kegabutan dan UMK Jogja yang “Ngenes”, Kini Mampu Kirim Pegawai ke Turki agar Gelar Sarjana Tak Sia-sia

28 Juli 2026
Nikahkan anak di Lapas Wirogunan Yogyakarta. MOJOK.CO
Kabar

Penuhi Tanggung Jawab sebagai Ayah, Seorang Napi Nikahkan Putrinya di Lapas Wirogunan Jogja

28 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Malaysia dekat ke gerbang negara maju. Indonesia negara apa? (Unsplash)

Malaysia kian dekat ke gerbang negara maju, kalau Indonesia makin dekat ke gerbang apa bes?

4 Agustus 2026
Ruang Publik dan Hak untuk Tidak Dijadikan Konten Influencer MOJOK.CO

Ruang Publik dan Hak untuk Tidak Dijadikan Konten Influencer

3 Agustus 2026
Olive Chicken di Jogja sama saja dengan Karen Chicken di Surabaya. MOJOK.CO

Olive Chicken Menyelamatkan Lidah Orang Surabaya dari Kuliner Khas Jogja yang Overrated

6 Agustus 2026
Tangan-tanga pembuat apem ya qowiyyu: alasan kue tradisional khas Jatinom, Klaten, tak lekang waktu MOJOK.CO

Tangan-tangan Pembuat Apem Ya Qowiyyu: Alasan Kue Tradisional Jatinom Klaten Tak Lekang Waktu

4 Agustus 2026
Kemiskinan DIY menurun. MOJOK.CO

Jumlah Orang Miskin di Yogyakarta Berkurang, Penurunannya Jadi yang Tertinggi di Jawa pada Maret 2026

6 Agustus 2026
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bertemu dengan tim KKP membahas program budi daya ikan tematik. (Sumber: Humas Pemda DIY)

64 Lokasi di Kalurahan DIY Kecipratan Jatah Program Budi Daya Ikan Tematik dari KKP

5 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.