Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Pernah Pamit ke Rektor Unesa buat Kuliah di Unair, Kini Jadi Wisudawan S2 Tunanetra Pertama dan Jadi PNS di Jakarta

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
31 Desember 2024
A A
Pernah Pamit ke Rektor Unesa buat Kuliah di Unair, Kini Jadi Wisudawan S2 Tunanetra Pertama dan Jadi PNS di Jakarta. MOJOK.CO

Alfian mengenakan toga di depan patung Universitas Airlangga. Dok. Fatoni.

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

2024 ini menjadi tahun terbaik bagi Alfian Andhika Yudhistira lantaran berhasil menyelesaikan tesisnya di Jurusan Kebijakan Publik, sembari bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Jakarta. Dia pun menjadi wisudawan tunanetra pertama yang mendapat gelar S2 di Universitas Airlangga (Unair), setelah pernah menolak kuliah S1 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

***

November 2024 lalu, saya menghubungi Alfian soal triknya berhasil lolos Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) hingga berkantor di pusat Jakarta. Di sela-sela obrolan tersebut, pemuda asal Surabaya itu bilang jika dirinya sedang menunggu wisuda S2. Dia juga bercerita soal perjuangannya kuliah, termasuk alasannya menolak kuliah S1 di Unesa.

Rupanya, Desember ini menjadi penutup akhir tahun yang membahagiakan untuk dirinya. Dia kembali mengenakan toga di Airlangga Convention Center (ACC), Kampus MERR-C pada Minggu (22/12/2024).

“Jujur momen kemarin itu nggak terduga. Jadi, apa yang kusampaikan kemarin benar-benar spontanitas, nggak ada persiapan untuk speech,” ucapnya kepada Mojok, Senin (30/12/2024).

Dalam suatu cuplikan video, Alfian tampak tak kuat menahan air matanya saat berpidato di hadapan teman-temannya yang juga lulus wisuda periode 245 Universitas Airlangga (Unair) 2024. Di hadapan wisudawan, para dosen, dan juga Rektor Unair Mohammad Nasih, Alfian bercerita mengenai kondisi keluarganya hingga bisa berkuliah.

Dia adalah anak keempat dari lima bersaudara. Dari semua saudaranya, dia menjadi anak pertama yang berhasil meraih gelar S2. Itu bukan pencapaian yang mudah bagi Alfian, mengingat kondisi keluarganya yang kurang berkecukupan.

“Ibu saya ibu rumah tangga dan bapak saya tukang tambal ban, tapi saya bangga menjadi bagian dari mereka,” ujar Alfian menahan haru, dikutip dari akun resmi Unair di TikTok, Senin (30/12/2024).

Di momen itu, Alfian berterima kasih kepada keluarganya yang selalu mendukung jalan kariernya. Berkat dididikan dari orang tuanya, Alfian berhasil menempa diri. Kini, dia bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian Desa.

Sosialisasi inklusivitas di Universitas Airlangga (Unair) 

Wisudawan S2 tunanetra pertama di Unair. MOJOK.CO
Alfian Andhika Yudhistira foto bersama keluarganya di wisuda Unair. Dok. Fatoni.

Ketika lulus SMA, Alfian berpikir akan sulit mencari kerja dengan ijazahnya, apalagi tak banyak perusahaan yang mau menerima pegawai seorang difabel. Akhirnya, dia memutuskan untuk kuliah. 

Tahun 2016, Alfian mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi lewat jalur prestasi tapi gagal. Dia tak patah arang dengan mencoba Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) ke Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Airlangga (Unair). Seleksi itu menggunakan ujian tulis berbasis komputer (UTBK).

Sebetulnya, pilihan pertama Alfian adalah Unair tapi dia malah diterima di Unesa. Padahal dia merasa tidak kesusahan saat mengerjakan tes, sehingga dia cukup percaya diri dengan nilainya jika dibandingkan peserta lain. Dari situ, Alfian ragu dan mulai curiga jika alasannya ditolak bukan karena nilai.

Keresahan itu akhirnya dia sampaikan kepada temannya yang juga alumni Unair (almarhum). Temannya itu mengajak Alfian untuk berdiskusi bersama dosen-dosen di Unair. Mulanya, mereka hanya berbincang soal inklusivitas dan pembelajaran untuk difabel. Namun, dugaan Alfian terbukti.

“Ternyata benar. Aku berjumpa dengan salah satu dosen di sana, beliau cerita ‘Mas, bukan apa-apa, kami itu bingung kalau menerima (difabel)’. Mereka saja bangun perpustakaan bagus, harus keluar uang sampai Rp800 juta,” kata Alfian. 

“Akhirnya aku harus konfirmasi ke sana kemari. Sampai sekarang aku ingat banget dengan dosen-dosen Unair yang membantuku,” lanjut Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu.

Pertemuan itu Alfian jadikan kesempatan untuk sosialisasi tentang kebutuhan difabel, khususnya tunanetra. Dia bahkan sampai presentasi cara menggunakan laptop, membaca buku, serta mendengarkan perkuliahan.

Daftar ke Universitas Airlangga (Unair) lewat Jalur Mandiri

Setelah berdiskusi soal kebutuhan dan hak difabel dalam menempuh pendidikan, para dosen Unair menawarkan Alfian untuk mendaftar ke Unair menggunakan jalur Mandiri yang tesnya tinggal satu hari lagi. 

Menolak untuk daftar Unair

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 2 Januari 2025 oleh

Tags: kampus ramah difabelkampus terbaik di SurabayaPNStunanetraunairunesa
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

PNS tetap WFO saat WFH
Sehari-hari

PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM

8 April 2026
Ribetnya lolos seleksi CPNS dan jadi PNS/ASN di desa: dibayangi standar hidup sukses yang merepotkan MOJOK.CO
Urban

Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi

8 April 2026
Susahnya cari kerja sebagai fresh graduate Unair. MOJOK.CO
Edumojok

Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak

7 April 2026
Ikuti paksaan orang tua kuliah jurusan paling dicari (Teknik Sipil) di sebuah PTN Semarang biar jadi PNS. Lulus malah jadi sopir hingga bikin ibu kecewa MOJOK.CO
Edumojok

Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

7 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah.MOJOK.CO

Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah

5 April 2026
Lulusan farmasi PTS Jogja foto keluarga

Lulusan Farmasi PTS Jogja Bayar Mahal untuk Wisuda, tapi Gagal Foto Keluarga karena Ayah Harus Dirawat di Rumah Sakit Jiwa

7 April 2026
kuliah s2.MOJOK.CO

Penyesalan Lanjut S2 Cuma karena Pelarian dan FOMO: Nganggur dan Dicap Overqualified, Sudah Kerja pun Gaji Setara Lulusan SMA

5 April 2026
PNS tetap WFO saat WFH

PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM

8 April 2026
Hasutan dan jebakan orang minta donasi di Stasiun Tugu Jogja, ternyata berkedok penipuan MOJOK.CO

Turun Stasiun Tugu Jogja Muak sama Orang Minta Donasi: Tidak Jujur Sejak Awal, Jual Kesedihan Endingnya Jebakan

5 April 2026
Gen Z mana bisa slow living, harus side hustle

Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

8 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.