Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Mahasiswa PTN Surabaya Lulus Sarjana di Semester 14, Berhasil Melawan Depresi Meski Wisuda Sendirian Karena Teman Seangkatan Sudah Habis

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
21 Juni 2024
A A
Mahasiswa PTN Surabaya Lulus Sarjana di Semester 14, Berhasil Melawan Depresi Meski Wisuda Sendirian Karena Teman Seangkatan Sudah Habis.mojok.co

Ilustrasi Mahasiswa PTN Surabaya Lulus Sarjana di Semester 14, Berhasil Melawan Depresi Meski Wisuda Sendirian Karena Teman Seangkatan Sudah Habis (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Menjelang batas waktu drop out (DO), mahasiswa PTN Surabaya ini berhasil lulus sarjana. Banyak hal ia lewati, termasuk berhasil melawan depresi. Namun, saat wisuda, semua malah berakhir melankolis. Ia merasa sangat kesepian karena teman seangkatannya sudah habis.

***

Iklan

Biasanya, para mahasiswa merayakan prosesi wisuda dengan penuh sukacita. Sayangnya, hal tersebut tak dilakukan Toni* (25), salah seorang mahasiswa PTN di Surabaya.

Saat kampusnya mengadakan wisuda pada Sabtu (15/6/2024) lalu, ia malah merasa tak ada sesuatu yang bisa dirayakan.

“Tak ada perayaan apa-apa. Pokoknya acara selesai aku langsung pulang. Tak ada sesi foto di kampus, dan belum kepikiran juga mau foto di studio,” katanya saat Mojok hubungi Kamis (20/6/2024) malam.

Bagaimana mau merayakan, yang datang di acara wisudanya saja hanya empat orang, yakni orang tua dan dua anggota keluarga yang lain. 

Teman-teman dekatnya pun, yang sudah lulus duluan, telah menyebar ke luar kota untuk bekerja. Sehingga, ucapan selamat cuma dia dapatkan via pesan WA.

Adapun teman-teman satu angkatannya sudah habis. Boleh dibilang di angkatannya, yakni mahasiswa angkatan 2017, ia jadi yang terakhir. Tersisa beberapa orang saja, tapi hanya dia yang berhasil survive. Sisanya drop out.

“Memang ada mahasiswa di jurusanku yang menyambut para wisudawan. Tapi kan mereka udah nggak ada yang kenal aku, gap-nya jauh banget,” ujar mahasiswa asal Surabaya ini. “Makanya daripada melankolis mending aku pulang.”

Mahasiswa PTN Surabaya Lulus Sarjana di Semester 14, Nyaris Drop Out, Berhasil Melawan Depresi Meski Wisuda Sendirian Karena Teman Seangkatan Sudah Habis.MOJOK.CO
Mahasiswa Surabaya ini merayakan wisuda dengan penuh kesediahan karena lulus menjelang droup out (DO) –Ilustrasi wisuda sarjana (Photo by Cole Keister on Unsplash)

Meski akhirnya berhasil menuntaskan kewajibannya menjadi sarjana di detik akhir jelang DO, ada banyak penyesalan yang Toni rasakan. Terutama mengapa dia tak serius kuliah sehingga masa studinya molor sampai 14 semester.

Mahasiswa Surabaya yang sibuk berorganisasi dan menyepelekan dosen

Kalau bisa mengulang, keinginan Toni tak muluk. Ia cuma ingin kembali ke beberapa tahun ke belakang buat memperbaiki hal-hal yang dia sesali selama kuliah.

Fyi, Toni sendiri merupakan jebolan jalur SNBT (SBMPTN) di kampus Surabaya tersebut. Boleh dibilang, jurusannya (yang tak mau dia sebut) merupakan favorit karena passing grade yang cukup ketat. Biaya kuliahnya pun juga tak murah.  Toni mendapat UKT Rp5 jutaan per semester.

Sayangnya, meski lolos via jalur yang sulit, di jurusan yang elite, dan UKT tak sedikit, Toni malah tak serius dalam berkuliah. Sejak semester dua, ia bergabung dengan tiga ormawa sekaligus: satu di tingkat prodi, satu lagi di tingkat fakultas, dan komunitas pecinta alam–meski tak aktif-aktif amat.

“Ya namanya juga mahasiswa, dapat iming-iming pengalaman dan relasi pasti terpikat. Apalagi dulu aku jadi kader organisasi ekstra kampus juga, jadinya “dituntut” cari muka buat branding nama lembaga,” kenang Toni.

Iklan

Sejak aktif di organisasi, kuliahnya jadi berantakan. Mahasiswa Surabaya ini jadi jarang masuk kelas. Alasannya beragam. Tapi yang menurutnya paling absurd, karena dia sering tidur di ruang sekretariat ormawa. 

“Awalnya niat tuh buat kuliah. Tapi begitu ke sekre malah ketiduran, bangun-bangun jam kuliah udah selesai. Jadinya skip,” ujar dia.

Sudah jarang masuk kelas, tugas kuliahnya pun juga bolong-bolong. Awalnya, dia menganggap remeh hal itu, sampai pernah menyepelekan dosen. Namun, ganjarannya pun setimpal: nilainya kerap tak keluar, dan mata kuliah pun harus mengulang tahun depan.

“Sempat menyepelekkan, ‘ah, masa sih dosennya berani ngasih nilai jelek’, eh ternyata beneran jelek. Sampai aku ngulang banyak mata kuliah.”

Depresi karena kepikiran orang tua dan masa depan

Setidaknya sampai semester lima, ada banyak mata kuliah yang kudu Toni ulang. Memasuki pandemi Covid-19, sebenarnya mahasiswa Surabaya ini punya kesempatan buat memperbaiki nilai karena perkuliahan lebih fleksibel.

Sayangnya kesempatan itu tak dia ambil. Kuliahnya malah semakin tak menentu. Orang tuanya pun juga sudah kerap menanyakan soal studinya, yang mau tak mau cuma bisa dia jawab “semua baik-baik saja”.

Toni ingat betul, pada awal 2021, ia mengalami depresi. Pikirannya mengawang antara ingin menyerah dan berakhir drop out atau lanjut kuliah. Kondisi itu juga yang bikin jam tidurnya terbalik hingga dia harus mengonsumsi obat tidur secara sembarangan buat mengatasinya.

“Kepikiran terus, kasian orang tua. Bapak kena PHK, ibu udah nggak sehat, tapi aku cuma bisa ngerepotin, minta duit UKT tapi kuliah saja nggak bener,” kenang mahasiswa Surabaya ini, pedih.

“Aku juga mikir, kalau begini-begini terus nanti mau jadi apa?,” sambung Toni.

Setelah berhari-hari tak mau keluar kamar, kakaknya membawa Toni ke psikiater. Ia pun harus rutin berkonsultasi dan minum beberapa resep obat. Perlahan, fase depresi itu bisa ia lewati.

Barulah, 2022 menjadi tahun di mana Toni “me-restart” kehidupannya. Ia menjadi pribadi yang baru. Kuliahnya dia kebut sampai akhirnya berhasil menyelesaikan tugas akhir pada semester 14–detik akhir menjelang masa drop out-nya.

“Pesanku, sih, penyesalan itu ada di belakang. Jadi sebelum menyesal, lebih baik orang-orang sepertiku segera introspeksi diri dan berbenah.”

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA Penyesalan Mahasiswa Surabaya yang Sombong Ambil Jurusan Susah di UNAIR, Kesulitan Jalani Perkuliahan Hingga Berujung Pindah ke PTS karena Nyaris DO

IKUTI artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 22 Juni 2024 oleh

Tags: drop outmahasiswa surabayaptn surabayaSurabaya
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Kedai Kopi Dinasty di Surabaya milik alumnus Unesa. MOJOK.CO
Sosok

Bukan Sekadar Cari Cuan, Alumnus Unesa Ini Sukses Bikin Kedai Kopi Murah Sekaligus Berdayakan Ibu-ibu untuk Jual Kopi Keliling

30 Juni 2026
Kudus, Magis Kaki Kanan yang Mengirim Tangis bagi Srikandi Kota Pahlawan.MOJOK.CO
Eksplor

Magis Kaki Kanan yang Mengirim Tangis bagi Srikandi Kota Pahlawan 

27 Juni 2026
Dhia Hana Putri Saraswati mahasiswa Umsura dan Unair. MOJOK.CO
Sekolahan

Kena Mental Kuliah di Umsura dan Unair Sekaligus, Puluhan Kali Ingin Menyerah tapi Kuat karena Ajaran Muhammadiyah

5 Juni 2026
Usai lulus SMA jadi fotografer di Kota Lama Surabaya. MOJOK.CO
Urban

Jadi Fotografer Lepas di Kota Lama Surabaya usai Lulus SMA, Gaji Tak Seberapa asal Bisa Menabung untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

4 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
Ketika Syarat "Sehat Jasmani dan Rohani Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja.MOJOK.CO

Ketika Syarat “Sehat Jasmani dan Rohani” Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja

17 Juli 2026
Konten Kreator Perjalanan dapat pelajaran hidup di Lombok. MOJOK.CO

Konten Kreator Perjalanan Nyaris Luntang-lantung karena Tak Punya Uang, Malah Menangis Saat Meninggalkan Lombok

21 Juli 2026
Lika-Liku Meredam Tantrum Siswa Autis di Balik Keseruan Hari Anak Nasional Prambanan.MOJOK.CO

Lika-Liku Meredam Tantrum Siswa Autis di Balik Keseruan Hari Anak Nasional di Candi Prambanan

22 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Nasi Kuning Muna Cung dan Kisahnya yang Membuat Wisatawan Rela Berjalan Kaki dari Malioboro MOJOK.CO

Nasi Kuning Muna Cung dan Kisahnya yang Membuat Wisatawan Rela Berjalan Kaki dari Malioboro

22 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.