Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Pernah Ditolak Unair, Kini Jadi Mahasiswa Berprestasi di Kampus Nggak Favorit usai Bikin Bisnis yang Ramah Lingkungan

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
13 Juni 2025
A A
Ditolak kampus unair dan sukses di UPN Veteran Jawa Timur berkat briket arang. MOJOK.CO

ilustrasi - ditolak kampus favorit lalu bangkit. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dapat dana dari UPN Veteran Jawa Timur untuk kembangkan bisnis

Setelah bergelut dengan riset dan beberapa kali percobaan, briket arang yang dibuat Linda dan empat orang temannya lolos pendanaan internal dari UPN Veteran Jawa Timur sejumlah Rp500 ribu.

Selanjutnya, pada perlombaan kedua mereka juga lolos pendanaan PKM yang diinisiasi oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

“Dari sana kami dapat pendanaan sekitar Rp9 juta untuk merealisasikan produk briket arang, termasuk membeli mesin dan mengurus surat-surat seperti Nomor Induk Berusaha (NIB),” kata Linda.

Selang beberapa bulan, Linda masih memproduksi briket arang tersebut bahkan menambah jumlah “karyawan” yang mau ikut mengembangkan bisnisnya. Setidaknya, ada sekitar enam orang yang mau belajar bersamanya tapi hal itu justru menjadi tantangan tersendiri dari segi sumber daya manusia (SDM).

“Dan kami sistemnya nggak ada fee ya, tapi kami lebih menawarkan pelatihan bisnis,” kata Linda.

Tantangan membuka bisnis briket arang

Selain itu, Linda mengaku sulit mendapatkan pasar yang berminat dan “setia” pada penggunaan briket di Indonesia, karena harganya yang lebih mahal ketimbang arang biasa yakni Rp25 ribu perkilogram.

Menurut Linda, peluang bisnisnya justru lebih besar di luar negeri sebab lingkungannya sudah mendukung. Di sana, kata dia, masyarakatnya sudah lebih aware dan punya komitmen untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan.

Oleh karena itu, Linda masih menargetkan toko-toko seperti barbeque di Indonesia, ketimbang penjual sate. Beberapa penjual sate juga masih mengandalkan aroma dan asap untuk menarik pengunjung, sementara briket miliknya tidak menghasilkan itu.

Selain itu, Linda pernah mencoba masak dengan briketnya saat naik gunung. Dengan briket tersebut, mata jadi tidak perih dan lebih ramah untuk lingkungan.

Selain SDM dan target pasar, tantangan yang harus dihadapi adalah kecepatan produksi. Sementara ini, ia masih menggunakan alat sederhana sehingga untuk membuat satu kilogram briket perlu waktu seharian.

“Ya walaupun bisnis ini masih kecil, aku tetap optimis mengembangkannya sembari fokus menyelesaikan skripsi,” ujar mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur tersebut.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Ahmad Effendi

Iklan

BACA JUGA: Kisah Alumnus Polinema Ajak Ibu-ibu Rumah Tangga “Menyulap” Tempe hingga Mencari Hibah Sampai ke Hongkong atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 15 Juni 2025 oleh

Tags: briket arangkampus di surabayaunairUniversitas Pembangunan NasionalUPN Veteran Jawa Timur
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Jurusan Antropologi Unair kerap diremehkan. MOJOK.CO
Edumojok

Antropologi Unair Diremehkan dan Dianggap “Gampangan”, padahal Kuliahnya Nggak Main-main dan Prospek Kerjanya Luas

9 April 2026
Susahnya cari kerja sebagai fresh graduate Unair. MOJOK.CO
Edumojok

Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak

7 April 2026
Jurusan Kebidanan Unair tolong saya dari kekecewaan gagal kuliah di Kedokteran. MOJOK.CO
Edumojok

Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

6 April 2026
Jurusan Antropologi Unair selamatkan saya usai ditolak UGM. MOJOK.CO
Edumojok

Ditolak UGM Jalur Undangan, Antropologi Unair Selamatkan Saya untuk Tetap Kuliah di Kampus Bergengsi dan Kerja di Bali

6 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kuliah s2.MOJOK.CO

Penyesalan Lanjut S2 Cuma karena Pelarian dan FOMO: Nganggur dan Dicap Overqualified, Sudah Kerja pun Gaji Setara Lulusan SMA

5 April 2026
Warung nasi padang jual rendang khas Minang di Jogja

Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis

10 April 2026
Tinggalkan Jakarta demi punya rumah desa untuk slow living, berujung kena mental karena ulah tetangga MOJOK.CO

Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga

7 April 2026
Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah.MOJOK.CO

Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah

5 April 2026
Gagal seleksi PPPK dan CPNS meski daftar di formasi PNS atau ASN sepi peminat. Malah dapat kerja yang benefitnya bisa bungkam saudara yang sebelumnya menghina MOJOK.CO

Gagal Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat Dihina Bodoh, Malah Dapat Kerjaan “di Atas” ASN Langsung Bungkam Penghina

9 April 2026
Ribetnya urusan sama pesilat. Rivalitas perguruan pencak silat seperti PSHT dan PSHW (SH Winongo) bikin masalah sepele jadi alasan rusuh MOJOK.CO

Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial

7 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.