UTBK Ditemani Bapak Naik Bus 7 Jam ke Jogja, Nyesek Gelar Cumlaude Tak Ada Artinya karena Tak Bisa Membanggakannya

Wisuda.MOJOK.CO

Wisuda yang tidak dinanti

Hanifa tak mau mengecewakan sang bapak yang sudah bekerja keras dan menaruh harapan besar padanya.

Maka dia menjalani kuliah dengan penuh kesungguhan. Nilai akademik maupun non-akademiknya sama-sama baik. Hasilnya, dia wisuda dengan predikat Cumlaude.

Hanya saja, predikat itu akhirnya terasa tidak berarti sama sekali. Karena dia tidak bisa membanggakannya pada sang bapak yang sudah menemaninya sejak kegagalan UTBK-SNBT di kampus Jogja.

Bapak Hanifa meninggal sebulan sebelum Hanifa wisuda pada 2022 silam. Sebelumnya, sang bapak sudah mempersiapkan banyak hal untuk menemani Hanifa wisuda. Jauh-jauh hari bahkan sudah pulang dari Kalimantan.

Alhasil, ketika banyak mahasiswa tidak sabar menanti momen wisuda untuk foto bareng orangtua dan keluarga, Hanifa sebaliknya. Kalau bisa malah tidak usah ikut wisuda.

“Ikut wisuda pun buat apa? Yang ada aku dan ibu nanti malah nangis bareng saat prosesi wisuda karena keingat bapak,” ujarnya.

Gelar Cumlaude tidak ada artinya

Atas bujukan dari keluarga dan teman-temannya, Hanifa pada akhirnya berangkat wisuda juga. Meski dengan perasaan hampa.

Di momen wisuda itu Hanifa diumumkan sebagai salah satu mahasiswa Cumlaude untuk S1. Di tengah gemuruh tepuk-tangan teman-temannya, dia seperti mati rasa. Senang tidak, haru juga tidak. Benar-benar kosong.

“Orang yang paling pengin aku di sana, jadi sarjana, yang bahkan akan bekerja keras sampai aku S3 udah nggak ada. Gelar Cumlaude itu buat apa? Aku nggak bisa membanggakannya pada bapak,” ucap Hanifa.

“Mimpi-mimpi untuk S2 dan S3 pun sudah ikut terkubur bersama jasad bapak,” tutupnya.

Hari-hari Hanifa setelahnya terasa berat. Kehilangan laki-laki yang menjadi cinta pertama dalam hidupnya memang tidak mudah. Itulah kenapa, setiap momen UTBK-SNBT dan wisuda, perasaan sesak sering kali menyergap hatinya. Sesak sekali.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Sesal Seorang Anak: Lolos UTBK tapi Males Kuliah hingga DO, Cuma Bisa Minta Uang Terus sampai Ibu Sakit-sakitan atau liputan Muchamad Aly Reza lainnya di rubrik Liputan

 

 

 

 

 

 

 

 

Terakhir diperbarui pada 24 April 2025 oleh

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Exit mobile version