ADVERTISEMENT

Dulu Diolok-olok Guru SMA karena 4 Kali Ditolak UGM, Sekarang Sukses Jadi Dosen Muda di Kampus Top Surabaya

Dulu Diolok-olok Guru SMA karena 4 Kali Ditolak UGM, Sekarang Sukses Jadi Dosen Muda di Kampus Top Surabaya.mojok.co

Namanya jadi role model kesuksesan SMA-nya di Surabaya

Singkat cerita, setelah lulus S1 Adi melanjutkan studi S2-nya di salah satu PTN Surabaya. Karena memang aslinya orang yang cerdas, dua tahun ia lalui tanpa hambatan berarti. Bahkan, jika dia mengizinkan Mojok menulis identitasnya, nama dia kerap muncul di jurnal-jurnal internasional dan nasional. Ia juga sudah menerbitkan beberapa buku, yang satu di antaranya dia tulis saat masih S2.

Pada 2018, ia mendapatkan gelar magisternya. Adi juga kerap mengisi forum-forum ilmiah dan pernah diundang Walikota Surabaya, Tri Rishmaharini, untuk didengarkan masukannya terkait kota Surabaya mewakili akademisi.

“Kalau nyebutnya ‘sweet revenge’ mungkin berlebihan dan konotasinya jahat. Lebih pas, mungkin ‘pembuktian’ kali ya. Di SMA-ku, aku dapat predikat alumni terbaik,” tuturnya.

Kini, Adi tengah sibuk dengan kegiatannya sebagai dosen di Universitas Kristen Petra Surabaya sambil mengejar gelar S3-nya. “Semoga tahun ini disertasi selesai.”

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Alasan Kecamatan Depok Lebih Layak Disebut Kota Pendidikan Ketimbang Jogja Itu Sendiri

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News.

Terakhir diperbarui pada 27 Maret 2024 oleh .

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.