Dari driver ojek online (ojol) menjadi supervisor. Begitulah perjalanan Ardi Alam Jabir usai menamatkan kuliahnya di prodi Teknik Pertambangan Universitas Hasanuddin (UNHAS) dan mengikuti program pertukaran pelajar ke Jepang ke Beasiswa LPDP ke Tiongkok.
Anak penambang emas pasir kejar mimpi di Teknik Pertambangan UNHAS
Ardi, sapaan akrabnya, lahir dari keluarga sederhana. Demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, orang tuanya sempat merantau dari Makassar ke Kalimantan.
Mereka menjadi penambang tradisional emas pasir. Setiap hari, orang tua Ardi akan berjibaku dengan kuali dan mengais-ngais pasir di tepi sungai.
Setelah beberapa tahun, orang tua Ardi kembali ke Makassar, menyambung hidup dengan membuka toko sembako. Namun, sebenarnya sama saja, uang dari jualan tersebut hanya cukup untuk hidup sehari-hari. Masih terlalu jauh untuk membiayai Ardi mengejar mimpinya: kuliah setelah lulus SMA.
Akan tetapi, mimpi itu sudah teramat kuat. Berkat prestasi dan nilai akademik selama SMA, Ardi bisa lanjut kuliah juga melalui Beasiswa Bidikmisi (sekarang KIP Kuliah). Ia mengambil prodi Teknik Pertambangan di UNHAS.
Jadi driver ojol demi tuntaskan kuliah di Teknik Pertambangan UNHAS
Di ujung masa kuliahnya, Ardi mendapat tawaran untuk mengikuti program student exchange ke Jepang. Sialnya, itu bersamaan dengan pilihan yang tidak mudah.
Jika menerima kesempatan tersebut, Ardi harus menambah satu semester tanpa mendapat dukungan Beasiswa Bidikmisi lagi. Sebab, satu semester tambahan itu bersamaan dengan telah berakhirnya masa pembiayaan Bidikmisi Ardi.
Sementara jika menolaknya, ia memang bisa lulus tepat waktu tanpa perlu menanggung tambahan biaya satu semester. Akan tetapi, ia membuang kesempatan mencari pengalaman lebih besar di luar negeri begitu saja.
Ardi ternyata mantap memilih mengikuti program student exchange ke Jepang. Walaupun kemudian ia harus putar otak: mencari cara untuk memenuhi biaya sisa kuliahnya di Teknik Pertambangan UNHAS dan biaya hidup sehari-hari.
“Jadi ketika saya extend perkuliahan ini, saya memutuskan untuk mencari penghasilan tambahan lainnya. Pada saat itu saya memutuskan untuk jadi driver ojek online (ojol) untuk setidaknya untuk bisa meng-cover biaya perkuliahan dan juga biaya sehari-hari saya,” ungkap Ardi dalam cerita yang ia bagikan ke pihak LPDP, Rabu (17/12/2025).
Dari Jepang ke Tiongkok berkat Beasiswa LPDP
Ardi tak salah pilih langkah. Sebab, pengalaman student exchange di Ehime University, Jepang, nyatanya menjadi momen yang membuka semangat dan optimismenya untuk bisa studi lanjut di luar negeri. Kepercayaan dirinya turut meningkat dan terasah seiring dengan pengalaman berinteraksi dan studi di komunitas internasional.
Oleh karena itu, setelah lulus dari Teknik Pertambangan UNHAS, Ardi sangat antusias saat mengetahui dibukanya program beasiswa kerja sama Indonesia-Tiongkok LPDP-CSU-GEM.
Melalui program tersebut, pada 2019 Ardi pun berangkat ke Central South University (CSU), Tiongkok, kampus metalurgi terbaik di dunia.
Di kampus tersebut Ardi mengaku mempelajari banyak hal di luar urusan akademis. Di luar kegiatan kuliah, Ardi belajar soal kedisiplinan belajar, menghargai waktu, hingga etos kerja yang fokus, disiplin, dan minim kesalahan.
Kekhawatirannya soal makanan halal hingga beribadah sebagai seorang muslim juga tak terlalu susah. Ada kantin dan banyak restoran halal di kota Changsha, sebuah masjid di tengah kota juga membuatnya tak perlu khawatir bila harus menunaikan ibadah salat Jumat.
Dari driver ojol jadi supervisor
Petualangan Ardi di Tiongkok sebenarnya sempat tersendat pandemi Covid-19. Itu situasi yang amat disayangkan Ardi. Sebab, baru saja memulai masa studi, tapi ia malah harus kembali ke Indonesia dan menjalani perkuliahan secara daring.
Program magang yang menjadi bagian wajib dari skema beasiswa pun terpaksa dilaksanakan di dalam negeri.
Untungnya, mitra program Beasiswa LPDP, GEM Co. Ltd., telah lebih dahulu mendirikan fasilitas industri di Morowali melalui PT QMB New Energy Materials. Dengan begitu Ardi tetap bisa menjalani magang sesuai bidang studi yang ia tekuni.
Ardi lulus dari CSU pada 2022. Ia langsung bekerja di PT QMB New Energy Materials. Berkat magang yang dijalaninya di tempat yang sama, ia tak terlalu banyak menemui kesulitan dan adaptasi, khususnya ketika harus berinteraksi dengan rekan kerja dan atasannya yang merupakan tenaga kerja asing asal Tiongkok.
Hanya dalam waktu yang relatif cepat (tiga tahun), Ardi kini telah menduduki jabatan manajerial sebagai Supervisor di divisi Research and Development. Dari seorang driver ojol menjadi supervisor.

“Jenjang kariernya sangat cepat. Untuk saya sendiri dan teman-teman yang seangkatan, bisa dibilang sekarang kami sudah berada di level manajerial. Ada yang menempati posisi supervisor, dan sebagian lainnya sudah memegang peran kepemimpinan,” beber Ardi.
Saat ini, Ardi lebih banyak berfokus pada upaya pengembangan, termasuk pengembangan karyawan melalui berbagai program pelatihan dan inisiatif peningkatan kapasitas lainnya.
Dalam lingkup Research and Development, Ardi terlibat dalam berbagai proyek penelitian dengan fokus yang beragam. Tidak hanya berkaitan dengan optimasi dan penjagaan kualitas produk dari proses produksi yang sedang berjalan, penelitian tersebut juga diarahkan pada pengembangan produk-produk baru serta pemanfaatan potensi lain dari proses pengolahan.
Pencapaian itu sepadan dengan tekad dan upaya keras yang Ardi tempuh selama ini.
Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi
BACA JUGA: Mimpi Kuliah ke Luar Negeri sempat Terkubur karena Gagal Berkali-kali dapat Beasiswa, Akhirnya Lolos berkat Pelajaran Berharga atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan