Cara Mahasiswa UNNES Semarang Lulus Kuliah 3,5 Tahun Meski Salah Jurusan, Kini Lanjut S2 Buat Cuci Ijazah

Nestapa Lulusan UGM IPK 2,9 Ditolak Kerja 20 Kali Karena Dianggap Tak Punya Skill, Kudu Cuci Ijazah di PTS Buat Bersihin Gelar Sarjananya yang Enggak Laku.mojok.co

Tidak menyesal, tapi lanjut S2 buat balas dendam dan ‘cuci ijazah’

Ahmad tercatat sebagai mahasiswa UNNES angkatan 2019. Lulus 3,5 tahun dan mendapat predikat cumlaude. Pada acara wisuda Maret 2023 lalu, ia merupakan salah satu lulusan terbaik.

Meski tujuh semester ia jalani perkuliahan tanpa paham materi, Ahmad mengaku tak ada penyesalan dalam hatinya. Malahan, kuliah di UNNES jadi bikin dia paham kalau prinsip utama yang harus dijunjung mahasiswa adalah komitmen dan rajin.

“Pintar itu bisa dilatih, pakai belajar. Kalau komitmen, itukan kebiasaan. Ada orang malas tapi otaknya pinter, tapi kalau mau sukses ya butuh komitmen itu tadi. Kudu rajin,” jelasnya.

Makanya, buat “balas dendam” karena kuliah S1-nya salah jurusan, Ahmad pun memutuskan lanjut S2. Jurusan yang ia ambil pun juga tak linier dengan gelar sarjananya.

Lanjut S2 sekaligus jadi caranya buat “nyuci ijazah”. Ahmad, yang tak puas dengan gelar sarjana, setidaknya bisa mendapat kebanggaan melalui gelar magister di jurusan yang benar-benar ia pilih sendiri.

“Enggak apa-apa sarjana di jurusan yang tak kita inginkan. Tapi S2-nya harus dari keinginan kita sendiri,” pungkasnya.

Ahmad sendiri kini tercatat sebagai mahasiswa pascasarjana di salah satu PTN di Jogja. Saat menghubunginya untuk kebutuhan menulis liputan ini, saya sebenarnya memintanya buat bertemu langsung. Namun, karena dia berhalangan, proses wawancara pun kami lakukan via panggilan telepon.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Cerita Siswa Eligible Tak Ambil SNBP Karena Masalah Ekonomi, Ada yang Nekat dan Diterima UGM tapi Menangis Setalah Dapat UKT Hampir Rp10 Juta

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

Terakhir diperbarui pada 2 April 2024 oleh

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Exit mobile version