KAI Daop 6 Yogyakarta mengajak para mitranya lomba tarik lokomotif seberat 84 ton di Balai Yasa Yogyakarta guna memperingati HUT ke-81 KAI pada Rabu (23/9/2026).
***
Suasana Balai Yasa Yogyakarta—bengkel pusat kereta api yang terletak di Jalan Kusbini, bak film Siren: Survive the Island. Dalam film tersebut, 24 perempuan yang berprofesi sebagai polisi, pemadam kebakaran, pengawal, tentara, atlet, dan pemeran stunt berkompetisi untuk bertahan hidup di pulau terpencil.
Namun di Balai Yasa Yogyakarta, sebanyak 500 orang peserta dari eksternal dan internal Daop 6 Yogyakarta bertarung untuk mengikuti lomba Tarik Lokomotif. Jika ditotal, ada 30 tim dengan profesi yang berbeda-beda.
Beberapa mitra kerja KAI yang terlibat dalam lomba ini antara lain: Kodim 0734, Korem 072 Pamungkas, Satpol PP Yogyakarta, Polresta Yogyakarta, Samapta Polda, Brimob, Basarnas Yogyakarta, DAMKAR Yogyakarta, Dishub Yogyakarta, DLH Yogyakarta, Dispar Yogyakarta, BMKG DIY, Wartawan, Railfans.
Sementara, tim internal Daop 6 Yogyakarta terdiri dari Balai Yasa Yogyakarta dan gabungan Anak-anak Perusahaan KAI.
Adu kuat petugas KAI di lomba tarik lokomotif
Deputy Executive Vice President Daop 6 Yogyakarta, Rahim Ramdhani mengatakan lomba tarik lokomotif sejatinya merupakan ajang untuk meningkatkan solidaritas antar lembaga, baik di internal KAI maupun dengan mitra kerja mereka.
“Kami harap kegiatan ini dapat memberikan nilai tambah dan meningkatkan kualitas kolaborasi dan solidaritas antar lembaga. Mudah-mudahan kami bisa semakin lebih baik lagi ke depannya,” kata Rahim Ramdhani dalam sambutannya di Balai Yasa Yogyakarta, Rabu (23/9/2026).
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih juga berharap lomba tarik lokomotif dapat mempererat sinergi antara KAI Daop 6 Yogyakarta dengan seluruh stakeholder yang telah mendukung dan berkolaborasi selama ini.
“Kami juga ingin memperkenalkan salah satu objek vital yang ada di KAI yaitu Balai Yasa kepada stakeholder kami. Jadi selain untuk memperkenalkan Balai Yasa, memperkenalkan lokomotif, juga untuk menjalin sinergi dengan para mitra KAI,” jelas Feni.
Balai Yasa Yogyakarta jadi arena laga
Lokomotif, kata Feni, juga merupakan simbol yang sejalan dengan karakteristik KAI sebagai salah satu penggerak kemajuan transportasi. Pada lomba tarik lokomotif di HUT ke-81 KAI ini, panitia menggunakan lokomotif seri CC 201 berbobot 84 ton, yang harus ditarik oleh masing-masing tim. Dalam dinas hariannya, lokomotif ini biasa berdinas di lintas Daop 6 Yogyakarta.
Tim yang ingin maju ke babak final harus menarik lokomotif sepanjang 10 meter untuk menuju garis finis. Petugas langsir KAI beserta juri akan memantau kedua tim, mana yang lebih dulu mencapai garis finis dalam 2 ronde.
Setelah melalui babak penyisihan dan final, tim Balai Yasa Yogyakarta baik laki-laki maupun perempuan berhasil meraih Juara 1, mengalahkan tim Korem 072 Pamungkas yang sekaligus terpilih menjadi juara 2.
Sementara itu, tim Satpol PP meraih juara 3, dan Basarnas sebagai Juara 4. Adapun total hadiah dalam lomba HUT ke-81 KAI ini sebesar Rp20 Juta.
Teguh (39) selaku perwakilan tim dari Balai Yasa Yogyakarta berujar kunci kemenangan mereka berasal dari teknik penarikan lokomotif yang tepat. Selain itu, kekompokan tiap anggota pun menjadi penting.
“Dalam bekerja, kami selalu menyesuaikan diri dengan dengan karakter insan PT Kereta Api Indonesia yaitu CITAR (Commitment, Integrity, Teamwork, Accountability, Responsibility),” kata Teguh kepada Mojok usai bertanding di babak final.
“Pada huruf T yakni teamwork, insan KAI membangun kerja sama, bersinergi dengan berbagai pihak dan latar belakang yang berbeda,” tegasnya.
Penulis: Aisyah Amira Wakang
Editor: Muchammad Aly Reza
BACA JUGA: Rayakan HUT ke-81, Stasiun Tugu Yogyakarta Bakal Jadi Titik Nongkrong Penuh Hiburan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan
