Pekan Budaya Difabel 2026: Saat Anak-anak Terbebas dari Stigma lewat Seni dan Terapi di Ruang Inklusif

Peserta Pekan Budaya Difabel di Jogja. MOJOK.CO

Peserta menggambar dalam PBD 2026. (sumber: Facebook/Humas Pemda DIY)

Tama, bocah istimewa itu tampak semangat mengikuti sesi menggambar dalam Pekan Budaya Difabel (PBD) 2026. Selain dia, ada juga Nico yang sibuk mencoret-coret kertasnya dengan krayon guna menggambar pohon, rumah, jalan, dan pemandangan alam. Lewat kegiatan tersebut, keceriaan terpancar dari wajah keduanya.

Begitu pula pendamping maupun guru yang tersenyum bangga saat anak-anak menunjukkan hasil gambar mereka. Momen sederhana tersebut menjadi gambaran bahwa seni mampu menjadi media untuk menumbuhkan kepercayaan diri, kreativitas, dan interaksi sosial anak-anak difabel.

Selain menggambar, para peserta PBD 2026 juga dapat melakukan aktivitas lain seperti layanan terapi melalui Mobil Keliling Terapi (Moekti), workshop bahasa isyarat, pelatihan pengemasan produk, pengenalan dunia difabel, pameran karya seni, pentas budaya, serta diskusi parenting. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk mengembangkan kreativitas, membangun kepercayaan diri peserta.

Pekan Budaya Difabel gandeng Mobil Keliling Terapi

PBD yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini dapat diikuti peserta, mulai Selasa (28/7/2026) hingga Kamis (30/7/2026) di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 2 Bantul.

Mengusung tema “MURAKABI” yang bermakna merayakan keberagaman dalam ruang yang inklusif, penyelenggaraan tahun ini menghadirkan inovasi melalui kolaborasi Pekan Budaya Difabel dengan Mobil Keliling Terapi (Moekti). Kolaborasi tersebut memadukan layanan terapi, seni, edukasi, dan pendampingan keluarga dalam satu ekosistem guna mendukung tumbuh kembang anak-anak difabel.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi mengatakan, integrasi PBD dan Moekti menjadi langkah strategis untuk memperluas manfaat program sekaligus memperkuat peran kebudayaan sebagai media pemberdayaan. 

Jika sebelumnya Moekti hanya berfokus pada layanan terapi dan melibatkan dua SLB, tahun ini program tersebut diperluas dengan menggandeng 10 SLB melalui berbagai kegiatan seni, budaya, dan edukasi.

“Melalui tema MURAKABI, kami ingin menunjukkan bahwa teman-teman difabel memiliki potensi dan kesempatan yang sama untuk berprestasi, berkarya, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujar Dian dikutip dari laman resmi Pemerintah Daerah DIY, Selasa (28/7/2026).

“Keterbatasan fisik maupun mental bukanlah penghalang untuk maju, berkolaborasi, dan menghadirkan manfaat bagi sesama,” lanjutnya.

Hapus stigma difabel

Ketua Panitia PBD 2026, Arif Wijayanto alias Broto Wijayanto mengatakan, PBD bukan sekadar ruang untuk menampilkan karya, tetapi juga sarana membangun kesadaran masyarakat bahwa penyandang disabilitas memiliki talenta, kreativitas, dan kemampuan yang patut diapresiasi.

“Kami berharap ke depan Pekan Budaya Difabel semakin inklusif. Teman-teman difabel tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga dapat menjadi pelaku utama dalam penyelenggaraan kegiatan. Dengan begitu, masyarakat dapat melihat secara langsung kemampuan, kreativitas, dan kepemimpinan mereka,” kata Broto.

Lurah Bangunharjo Nur Hidayat menyambut baik penyelenggaraan PBD 2026 di wilayahnya. Menurutnya, kebudayaan merupakan ruang bersama yang harus dapat diakses seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Karena itu, ruang-ruang kreatif bagi penyandang disabilitas perlu terus diperluas agar potensi yang dimiliki dapat berkembang secara optimal.

Melalui rangkaian kegiatan yang sudah disediakan, Dinas Kebudayaan DIY berharap semakin banyak anak difabel memperoleh ruang untuk mengembangkan potensi, memperluas kesempatan berkarya, serta memperkuat budaya inklusif di DIY sebagai bagian dari upaya memajukan kebudayaan yang terbuka bagi semua.

Sumber: Humas Pemda DIY

BACA JUGA: Ableisme: Saat Konten “Plenger” di Medsos Mengantarkan Tawa Penonton tapi Dibayar dengan Trauma dan Depresi Teman Difabel atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Exit mobile version