Guna memperingati Hari Koperasi Nasional Ke-79 yang bertema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”, Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), KGPAA Paku Alam X, mengajak masyarakat untuk mengubah paradigma dan stigma lama tentang koperasi desa.
“Sudah saatnya koperasi memiliki wajah baru sebagai koperasi digital, inovatif, dan inklusif,” ucapnya dikutip dari laman resmi Pemerintah Provinsi DIY pada Rabu (22/7/2026).
Sri paduka menjelaskan koperasi dibangun dari idealisme dan realitas kehidupan masyarakat. Di mana ia hadir sebagai solusi kolektif untuk mendorong keselarasan, saling bergandengan tangan, demi mewujudkan Hamemayu Hayuning Bawana.
“Peringatan ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali posisi koperasi sebagai sakaguru perekonomian nasional. Semoga koperasi di Daerah Istimewa Yogyakarta mampu menjadi pilar ekonomi rakyat menuju Indonesia yang maju, adil, makmur, dan sejahtera,” tutur Sri Paduka.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Agus Mulyono, mengatakan peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-79 Tahun 2026 menjadi momentum untuk mengoptimalkan proses pembinaan dan pengawasan.
Peringatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pemberdayaan koperasi desa di DIY yang bermuara pada penguatan perekonomian di Yogyakarta. Baginya, koperasi sebagai sakaguru perekonomian bangsa, semestinya ikut berperan dalam pembangunan ekonomi.
Jumlah pembangunan koperasi desa di DIY meningkat
Agus mencatat terdapat 2.613 koperasi di DIY hingga triwulan II tahun 2026 yang mayoritasnya bergerak di sektor riil. Selaras dengan arah kebijakan Kementerian Koperasi, dia menyebut, digitalisasi juga menjadi salah satu prioritas pengembangan koperasi desa di DIY.
“Untuk target 2026, sebanyak 9 koperasi modern yang tentunya telah melakukan digitalisasi dan inovasi dalam pengembangan usahanya,” ujarnya.
Agus menjelaskan, sampai dengan triwulan II tahun 2026, terdapat 387 koperasi berbadan hukum di DIY, termasuk 42 koperasi yang belum genap berusia satu tahun.

Dari 345 koperasi yang telah memenuhi syarat menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT), sebanyak 186 koperasi telah menyampaikan laporan pelaksanaan RAT.
Jumlah tersebut meningkat 42 koperasi dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang tercatat sebanyak 144 koperasi.
14 koperasi desa di DIY berstatus sehat
Mengacu pada Peraturan Menteri Koperasi Nomor 9 Tahun 2020, penilaian koperasi diganti dengan sistem pemeriksaan kesehatan koperasi. Pemeriksaan tersebut menyasar koperasi simpan pinjam maupun koperasi sektor riil, sehingga kondisi kesehatan seluruh jenis koperasi dapat dipetakan secara lebih komprehensif.
Hingga triwulan II tahun 2026, Agus mengungkap hasil pemeriksaan yang menunjukkan 14 koperasi berstatus sehat dan 30 koperasi berstatus cukup sehat.
Selain itu, Agus juga menyoroti pengembangan Koperasi Desa Kalurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai bagian dari program strategis nasional. Hingga saat ini, KDKMP telah terbentuk di 392 kalurahan dan 49 kelurahan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Keberadaannya turut meningkatkan jumlah masyarakat yang menjadi anggota koperasi hingga mencapai 12.671 orang.
“Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi, pemerintah daerah bersama pemerintah kabupaten/kota terus melakukan pendampingan dan pelatihan kepada pengurus KDKMP agar semakin profesional dalam mengembangkan usahanya,” ujar Agus.
Hingga Juli 2026, sudah ada 115 gerai KDKMP di DIY
Sebagai informasi, pembangunan gerai Koperasi Desa Kalurahan Merah Putih (KDKMP) dilakukan melalui kolaborasi antara Dinas Koperasi dan UKM DIY dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (PMK Dukcapil) DIY serta Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY dalam penentuan lokasi pembangunan.
Pelaksanaannya mengacu pada Peraturan Daerah DIY Nomor 2 Tahun 2024 tentang Pemanfaatan Tanah Kalurahan. Hingga saat ini, telah terbangun 115 gerai KDKMP, terdiri atas masing-masing 30 gerai di Kabupaten Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul, serta 25 gerai di Kabupaten Sleman.
Adapun rangkaian peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-79 di DIY juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan. Di antaranya, yaitu Gebyar Koperasi Istimewa dan Gelar Produk Koperasi, peresmian Gedung Plaza Kosudgama, serta seminar bertajuk Membangun Koperasi Sektor Riil yang Berdaya melalui Peran Aktif Generasi Z.
Humas Pemda DIY
BACA JUGA: Latihan Ala Penjaga Warung Madura Operasikan Toko 24 Jam: Memang Tak Seperti Latsarmil Koperasi Desa tapi Teruji atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan














