Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Jagat

Nasib Siswa SD di Tengah Kepungan Karhutla, Napas Sesak dan Pusing tapi “Dipaksa” Semangat Sekolah

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
26 Agustus 2026
A A
Nasib siswa di tengah Karhutla Palangka Raya, Kalimantan Tengah. MOJOK.CO

ilustrasi - asap dan kabut tebal di Palangka Raya, Kalimantan Tengah tak padamkan semangat siswa. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sri Muliati takjub saat melihat matahari berwarna merah pekat di Sekolah Dasar Negeri 5 Menteng, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah pada Kamis (20/8/2026) sore. Selama 16 tahun jadi guru di sana, Sri mengaku baru kali ini melihat pemandangan tersebut.

Sayangnya, keindahan matahari itu justru menjadi bukti buruknya kondisi Kalimantan saat ini. 

Iklan

“Sepertinya itu dampak kabut asap dan debu dari kebakaran hutan yang luar biasa di bumi Kalimantan dalam beberapa hari terakhir,” kata Sri saat dihubungi Mojok, Jumat (21/8/2026).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan fenomena itu dapat terjadi akibat penumpukan partikel aerosol dan debu halus dari kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Palangka Raya dan sekitarnya.

“Karena jika dilihat dari citra sebaran asap kemarin sore, terlihat wilayah Kalimantan Tengah sebagian besarnya sudah tertutup asap,” kata prakirawan BMKG Palangka Raya, Chandra dikutip dari detikNews, Rabu (26/8/2026).

Matahari merah di Kalimantan. MOJOK.CO
Potret matahari berwarna merah pekat di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. (dok.istimewa)

Fenomena karhutla tak hanya terjadi di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengungkap total ada sekitar 1.511,55 hektar di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur yang terbakar akibat ulah tak bertanggung jawab. 

Berdasarkan hasil pengawasan Kemenhut, ada enam perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan yang saat ini sudah dikenai sanksi administratif dengan tingkat berbeda. Melalui sanksi tersebut, perusahaan wajib memperbaiki sistem pengendalian kebakaran sekaligus memulihkan areal yang terdampak.

Kabut di Palangka Raya tak bisa teratasi dalam semalam

Namun, ibarat nasi sudah menjadi bubur. Dampak akibat karhutla tidak bisa diatasi hanya dalam semalam. Bahkan efeknya masih terasa bagi warga Kota Palangka Raya maupun di berbagai wilayah Kalimantan.

“Sudah 1 bulan kondisi di sini berkabut dan akhir-akhir ini semakin parah. Kami merasa sesak napas dan pusing,” kata Sri Muliati.

Permasalahan asap dan kabut tebal sebenarnya adalah masalah serius yang terjadi tiap tahun. Kejadian itu tak hanya berakar dari faktor alam, melainkan ulah dari tangan-tangan jahat manusia yang sengaja membakar hutan.

Sering kali Sri melihat tim pemadam baik dari suatu institusi maupun swadaya mondar-mandir di jalanan sekitar rumahnya untuk mengatasi masalah tersebut. Pemandangan semacam itu pun membuat hatinya miris.

“Kami paham penanganan karhutla tak bisa langsung diselesaikan, karena sebagian wilayah kami tanahnya gambut, daerahnya luas, ditambah kemarau yang sudah hampir 2 bulan tanpa turun air hujan, jadi sumber air untuk memadamkan api juga sulit,” tutur Sri.

“Kasihan juga melihat tim pemadam kerja siang sampai malam untuk memadamkan api,” lanjutnya.

Sambut teman belajar di tengah kabut

Meski begitu, Sri berharap agar kebakaran hutan di Kalimantan tidak meluas dan segera bisa ditangani. Dia pun memohon agar pemerintah pusat memberikan bantuan seperti masker atau setidaknya membuat hujan buatan untuk warga Kalimantan. 

Dengan begitu, proses pembelajaran di sekolahnya pun dapat kembali seperti biasa.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by SD NEGERI 5 MENTENG (@sdnegeri5menteng)

Iklan

“Pembelajaran di sekolah kami (SD dan SMP) masih berlangsung artinya anak-anak tidak diliburkan, sesuai dengan edaran penyesuaian pembelajaran dari Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya,” kata Sri.

“Namun, jam masuknya kami undur dari pukul 08.00 dan setiap jam pelajaran hanya 20 menit atau dikurangi 15 menit dari biasanya. Pukul 11.15 WIB kami sudah pulangkan, karena semakin siang, langitnya semakin pekat,” tuturnya.

Bahkan di tengah situasi tersebut, Sri tetap melaksanakan seleksi Sahabat Sekolah Dasar dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mendorong penguatan karakter positif dan mutu lingkungan belajar di sekolah. 

“Ada 3.780 siswa di 80 sekolah yang tersebar di Indonesia dan sekolah kami salah satunya. Siswa yang terpilih salah satunya bertugas menyambut teman-temannya yang datang di gerbang sekolah,” kata Sri.

Menurut rapat koordinasi yang diikuti Sri dan seluruh kepala sekolah mulai dari SD hingga SMP di Kota Palangka Raya, kebijakan pembelajaran tatap muka di skeolah masih tetap diberlakukan selama seminggu, sembari melihat keadaan cuaca.

“Kalau memang makin tebal, maka nantinya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) segera diterapkan. Sejauh ini, baru Paud/TK yang sudah PJJ,” tegas Sri.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Karhutla Terus Berulang karena Pihak Berwenang Cukup Puas Padamkan Api, Akar Masalah Tereduksi atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 26 Agustus 2026 oleh

Tags: bencana alamdampak karhutladampak pendidikanKabut AsapKalimantankalimantan tengahkarhutlakarhutla kalimantanpalangka raya
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)sebagaimana terjadi di Kalimantan tidak bisa direduksi sekadar memadamkan api, ada gambut yang rusak MOJOK.CO

Karhutla Terus Berulang karena Pihak Berwenang Cukup Puas Padamkan Api, Akar Masalah Tereduksi

24 Agustus 2026
Karhutla Kalimantan: Permohonan Maaf kepada Anak-Cucu Sebab Warisan Satu-satunya adalah Asap dan Abu MOJOK.CO

Karhutla Kalimantan: Permohonan Maaf kepada Anak Cucu Sebab Warisan Satu-satunya adalah Asap dan Abu

24 Agustus 2026
Pelaku pembakaran hutan di Kalimantan dan titik lemah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia MOJOK.CO

Titik Lemah Penanganan Karhutla di Indonesia: 72 Orang Sengaja Bakar Hutan untuk Buka Lahan, Jadi Ancaman Ekosida

23 Agustus 2026
El Nino.MOJOK.CO

Ancaman El Nino Kuat Intai Indonesia, Waspada Kekeringan Ekstrem dan Kebakaran Hutan

11 Agustus 2026
Sampit, Kota yang Dianggap Tertinggal tapi Nyatanya Jauh Lebih Maju dari Kebanyakan Kabupaten di Jawa.MOJOK.CO

Sampit, Kota yang Dianggap Tertinggal tapi Nyatanya Jauh Lebih Maju dari Kebanyakan Kabupaten di Jawa

13 April 2026
bencana.MOJOK.CO

Mitos dan Pamali adalah Sains Tingkat Tinggi yang Dikemas dalam Kearifan Lokal, Bisa Menjadi Peringatan Dini Bencana

4 Februari 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026
Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Dulu Dicap Kampung Kumuh, Kini Produk Kulit Salak Kampung Sangurejo Sampai Belanda

21 Agustus 2026
Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026
Peserta dalam ajang Klaten International Motocross di Sirkuit Bokong Semar, kawasan Rowo Jombor. MOJOK.CO

Anak Muda Asal Jawa Barat Kalahkan Crosser dari Australia di Ajang Klaten International Motocross

25 Agustus 2026
Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik MOJOK.CO

Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik

26 Agustus 2026

Punya 30 Kamar Kost Putri Ternyata Tidak Seindah yang Dibayangkan

19 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.