ADVERTISEMENT

Pertemanan di Usia 30 Memuakkan: Transaksional dan Isinya Cuma Adu Nasib, tapi Paling Mengajarkan Arti Ketulusan

pertemanan di usia 30.MOJOK.CO

Pertemanan usia 30-an memang bikin muak, tapi bisa menunjukkan mana teman yang tulus

Proses pilah-pilih teman di usia 30-an, memang menyakitkan dan memuakkan. Kita dipaksa melihat realitas bahwa orang yang dulu sering tertawa bersama kita, ternyata bisa berubah menjadi orang asing.

Namun, bagi Maya, dari sinilah hikmah terbesarnya. Setelah semua drama adu nasib dan teman yang datang saat butuh saja, ia akhirnya bisa melihat dengan sangat jernih siapa teman kita yang sebenarnya.

Bagi Maya, dari puluhan teman kuliah dan teman kantornya, kini hanya tersisa dua orang yang benar-benar ia anggap sahabat.

“Mereka nggak pernah datang cuma pas butuh duit. Dan yang paling penting, kalau aku lagi nangis ceritain masalahku, mereka cuma duduk diam dan dengerin. Nggak ada tuh keluar kalimat ‘lu mah mending, lah gue’. Mereka cuma nemenin,” ucap Maya.

Misalnya, ada fase ketika hidupnya hancur setelah ditinggal ibu yang meninggal pad 2024 lalu, Maya tahu mana teman yang benar-benar hadir dan mana yang cuma sekadar “formalitas”. 

Saat mentalnya remuk, ia tahu mana teman yang bisa menguatkan, dan mana teman yang malah adu nasib.

Pada akhirnya, bagi Maya, pertemanan di usia 30-an memang seringkali terasa memuakkan. Namun, ironisnya, di titik paling melelahkan inilah wujud ketulusan jadi sangat terlihat. 

“Usia 30-an itu, teman yang tulus bukan lagi mereka yang basi-basi ngajakin nongkrong di kafe. Tapi mereka yang mau meluangkan sisa energinya yang sudah habis, sekadar untuk duduk menemani kita mengeluh tanpa berniat menghakimi.”

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Nongkrong di Usia 30 Terasa Tak Sama Lagi: Teman Makin Jompo, Obrolan Kian Membosankan, tapi Saya Berusaha Memahami atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 8 Mei 2026 oleh .

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Exit mobile version