Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Beli Vespa Mahal-mahal sampai Rp50 Juta, tapi Tak Paham Fungsinya, Dibeli karena Warnanya Lucu

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
19 Februari 2026
A A
Motor Vespa Matic Primavera 150 warna hijau toska

Ilustrasi - Motor Vespa Matic Primavera 150 warna hijau toska (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tren motor bukan sesuatu yang baru. Bahkan, Vespa sudah populer sejak lama dengan dua kategori, yakni klasik dan matic, dengan Vespa Primavera 150 yang menjadi primadona. Namun, tetap saja penggunanya dipandang skeptis saat mempertimbangkan beli untuk fungsi atau hanya gaya-gayaan saja. 

Zira (23) salah satunya. Ia bilang, beli Vespa matic (Vesmet) karena alasan lucu.

Hampir semua teman di Jogja pakai vespa

Perempuan asal Jogja ini bercerita kalau kebanyakan temannya menggunakan Vespa. Saat saya bertanya seberapa banyak, Zira mengira-gira persentase temannya yang menggunakan motor ini.

“40 persen kayaknya,” kata dia, Kamis (19/2/2026) siang.

Karena itu, Zira merasa tertarik untuk punya motor yang sama dengan teman-temannya. Ia sudah menyimpan motor keinginannya dalam wishlist, lalu memberitahu sang mama.

“Ma, pengin Vespa,” katanya menirukan kepada saya.

“Dibilang, ya nanti,” tambahnya.

Setelah itu, Zira bilang tidak ada obrolan lanjutan mengenai jadi atau tidaknya dirinya mendapatkan Vespa matic seperti teman-temannya. Ia juga tidak memilih untuk mengangkat kembali topik pembicaraan ini.

Katanya, semakin lama, sebenarnya sudah tidak terlalu menginginkan Vespa. Meski, masih belum hilang sepenuhnya.

Jadi hadiah kelulusan yang “mahal” dari orang tua

Akhirnya, Zira mendapat motor yang sempat diidam-idamkannya pada 2024. Zira mengaku orang tuanya membelikan motor ini sebagai hadiah kelulusan studi sarjananya.

Saat itu, mereka bertanya, “Mau yang mana?”

Namun, karena Zira tidak terlalu mengerti. Ia hanya menjawab, “Apa aja.”

Hasilnya, motor yang datang ke rumah dan diterimanya melebihi ekspektasi. Zira bilang, sebelumnya, motor yang diinginkannya terbilang “murah”, tapi seri motor yang dihadiahkan untuknya adalah Vespa Primavera 150.

“Mereka yang pilih warnanya, tipenya, juga yang lebih mahal itu. Aku penginnya sih yang murah aja,” katanya.

Iklan

Yang disebut “murah” dan “mahal” oleh Zira ini tidak jauh berbeda. Rentang harga Vespa matic di Indonesia dimulai dari Rp45 juta, sedangkan Vespa Primavera 150 dijual sekitar Rp51-57 juta.

Artinya, harga Vespa mana pun dibandingkan motor matic sejenisnya tetaplah mahal. Lalu, sebagai pengguna, Zira sebenarnya tidak benar-benar riset pasar tentang mahal dan murah dari Vespa—yang tidak ada murahnya sama sekali.

@scooteris.sby Vespa Primavera 150cc Tosca 💙 ✔ Melayani pembelian cash / credit seluruh jawa timur ✔️ DP / Angsuran Ringan ✔️ Free Member Card ✔️ Free Test Ride ✔️ Melayani Home Service ✔️ Proses Aman, Cepat dan Terpercaya Beli Vespa, ingat *Vespa Satya* 🛵 💨 More Info : ☎️ 082338703544 (Admin) 📍Jl. Tegalsari no. 2G, Surabaya. #vespa #vespamatic #vespasurabaya #vespalovers #vespaindonesia #vespascooter ♬ Dj Jalan Pargoy X Goyang Jaypong – DJ MIFTAH

Beli motor lucu, tapi nggak paham spesifikasi

Ketika saya bertanya, alasan sebenarnya Zira menginginkan motor ini. Ia menjawab dengan cepat, “Karena lucu.”

“Bentuknya lucu,” katanya.

Ia mendeskripsikan lucu ini untuk alasan utama, pemilihan warna yang belum tentu ada di motor lainnya. Motor Vespa Zira berwarna hijau toska, bukan warna hitam atau merah seperti motor kebanyakan. Hijau versi motor ini juga bukan hijau norak ala motor BeAT. Hijau BeAT lebih ngejreng seperti stabilo sehingga terasa terlalu menyala dan menyakiti mata.

Bicara soal estetika semacam ini, Zira mengakui inilah alasannya membeli. Di luar itu, ia mengaku tidak paham dengan spesifikasi yang ditawarkan Vespa jika dibandingkan dengan motor lainnya.

“Nggak ada [spesifikasi yang dipahami]. Karena warnanya aja gemes, warna ijo toska,” ulangnya lagi menyebut keunggulan warna vespanya.

Soal servis motor pun, biaya spare part yang mahal sampai intensitas servis bukan kendala baginya. Zira cenderung melakukan servis motornya sesuai keyakinan atau ingatan dari orang tua.

Tidak perlu mengukur jarak tempuh, ia baru akan pergi ke bengkel dalam rentang waktu 1-3 bulan yang tidak pasti. “Kalau servis terserah terserah aku. Bisa sebulan, dua, tiga, kalau diingetin mama papa,” katanya.

Padahal, semakin lama menganggurkan motor ini, semakin besar biaya yang perlu dikeluarkan. Untuk motor matic umumnya, seperti BeAT, estimasi biaya servis rutin adalah Rp100-250 ribu. Sementara itu, biaya Vespa adalah 2x dari biaya ini, sebesar Rp200-400 ribu.

Pengendara Vespa itu “kalcer” tapi nggak mau disebut kalcer

Dengan biaya perawatan motor yang mahal, juga harga motornya sendiri yang tidak masuk akal bagi dompet kebanyakan orang. Vespa sering dicap sebagai motor “kalcer” begitu juga penggunanya.

Ibaratnya, ketika pengendaranya lewat di jalanan, mereka seakan-akan menjadi center of attention. Entah dilihat karena memang motornya yang memikat, atau karena penggunanya yang juga terciprat citra kendaraan. 

Ini alasannya Vespa matic masih mempunyai peminat. Survei GoodStats mencatat Vespa Primavera 150 masih menarik hati 9 persen responden di tengah gempuran kendaraan lainnya pada 2025.

Namun, menurut Zira, ia tidak merasa “keren” seperti yang diasumsikan ketika mengendarai vespa. Ia merasa biasa saja karena cara berkendaranya yang juga, baginya, tidak berniat pamer atau apa pun. 

“Biasa aja, kayak orang pake motor-motor lain aja. Soalnya aku juga kalau bawa ya biasa aja,” katanya.

Zira juga menolak disebut “kalcer” hanya karena mengendarai Vespa. Baginya, kendaraan ini tidak jauh berbeda dengan kendaraan roda dua matic lainnya. Dibandingkan dengan motor BeAT yang juga ada di rumahnya, Zira mengatakan tidak merasakan perbedaan spesifik.

“Nggak juga, nggak nyadar sih [dicap kalcer]. Tapi, aku nggak mau dibilang kalcer,” ujarnya.

Idealnya, bahkan, Zira mengatakan sepemahamannya dari pengalaman mengendarai Vespa dan BeAT (sebagai perwakilan matic umumnya) lebih nyaman dengan tarikan gas di motor BeAT yang lebih halus.

Namun pada akhirnya, memang Vespa yang mencuri hati Zira karena alasan “lucu”-nya.

Penulis: Shofiatunnisa Azizah

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA Honda Scoopy Adalah Pelarianku dari Keinginan Punya Vespa dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 19 Februari 2026 oleh

Tags: motor vespapilihan redaksirekomendasi vespavespavespa maticvespa primavera 150warna motor vespa
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Kos di Jogja
Catatan

Rasanya Tinggal di Kos “Medioker” Jogja: Bayar Mahal, tapi Nggak Dapat Sinar Matahari

19 Februari 2026
KA Airlangga, KA Taksaka, Pengalaman 22 Jam Naik Kereta Api Membelah Pulau Jawa MOJOK.CO
Catatan

Pengalaman Nekat 24 Jam Naik Kereta Api Jogja-Jakarta, Cuma Habis Rp80 Ribuan tapi Berujung Meriang dan Dihina “Miskin”

19 Februari 2026
PGPAUD, Guru PAUD.MOJOK.CO
Edumojok

Nekat Kuliah di Jurusan PGPAUD UNY demi Wujudkan Mimpi Ibu, Setelah Lulus Harus ‘Kubur Mimpi’ karena Prospek Kerja Suram

19 Februari 2026
Orang desa ogah bayar pajak motor (perpanjang STNK) di Samsat MOJOK.CO
Sehari-hari

Orang Desa Ogah Bayar Pajak Motor (Perpanjang STNK), Lebih Rela Motor Disita daripada Uang Hasil Kerja Tak “Disetor” ke Keluarga

19 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mila Sejahtera Bus Sialan, 15 Jam Disiksa Berakhir Demam MOJOK.CO

Rangkaian Penderitaan Naik Bus Mila Sejahtera dari Jogja Menuju Jember: Disiksa Selama 15 Jam, Berakhir Demam Tinggi dan Diare. Sialan!

19 Februari 2026
OAOT, gerakan menanam pohon di lereng Gunung Muria, Kudus. MOJOK.CO

Pelajaran dari Lereng Muria: Menanam Pohon Memang Seharusnya Menjadi Hal Wajar, Bukan Kelangkaan

15 Februari 2026
Imlek 2026 di Candi Prambanan dan Candi Borobudur. MOJOK.CO

Tahun Kuda Api Imlek 2026: Mencari Hoki Lewat Kartu Tarot di Antara Kemegahan Prambanan dan Borobudur

15 Februari 2026
Hydroplus Soccer League: Hulu Liga Sepak Bola Putri, Membuka Jalan Mimpi di Seantero Negeri

Hydroplus Soccer League: Hulu Liga Sepak Bola Putri, Membuka Jalan Mimpi di Seantero Negeri

13 Februari 2026
Gen Z mending beli bunga daripada rumah untuk self reward. MOJOK.CO

Gen Z Lebih Suka Beli Bunga untuk Self Reward daripada Stres Nggak Mampu Beli Rumah untuk Masa Depan

16 Februari 2026
Jakarta membunuh nurani kemanusiaan MOJOK.CO

Jakarta Kota “Pembunuh” Nurani: Orang Jatuh malah Ditekan, Lebih Ringan Beri Makan Anak Kucing ketimbang Anak Manusia yang Kelaparan

16 Februari 2026

Video Terbaru

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

14 Februari 2026
Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.