Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Arisan Keluarga, Tradisi Toksik yang Dipertahankan Atas Nama Silaturahmi: Cuma Ajang Pamer dan Penghakiman, Bikin Anak Muda Rugi Mental dan Materi

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
14 April 2026
A A
Ilustrasi pamer pencapaian, keluarga, arisan keluarga, lebaran.MOJOK.CO

ilustrasi - keluarga pamer pencapaian saat kumpul keluarga (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Arisan keluarga tempatnya orang toksik bergunjing

Kalau yang menang arisan keluarga saja menderita, apalagi yang cuma “peserta”. Jebakan finansial yang dialami Elham, nyatanya belum seberapa dibandingkan dengan tekanan mental yang dialami anak muda lain. 

Salah satunya, hal ini sangat dirasakan oleh Aji, seorang suami dari pasangan muda yang baru setahun menikah.

Iklan

Aji dan istrinya baru saja memutuskan untuk pindah lebih dekat dengan keluarga besar mereka setelah bertahun-tahun hidup di kota. Tentu saja, cara buat membaur kembali dengan kerabat adalah dengan ikut arisan keluarga. Namun, kalcersok yang mereka alami sungguh di luar dugaan.

“Ini penilaianku, ya. Arisan keluarga itu bukan tempat buat ngobrol santai dari hati ke hati. Arisan itu malah kayak tempat ajang flexing terselubung bagi kerabat yang sudah mapan,” katanya, Senin (13/4/2026).

Misalnya, ia harus siap mendengarkan seorang saudara yang dengan sengaja memamerkan gelang emas barunya. Atau saudara lain yang berbicara dengan volume keras tentang mobil barunya. Atau sepupu yang memamerkan jabatan dan gaji anaknya. 

Bagi anggota keluarga yang ekonominya sedang sulit, berada di ruangan itu rasanya seperti direndahkan pelan-pelan.

“Nggak ada itu yang namanya tali persaudaraan. Silaturahmi. Orang-orang hidup di dunianya sendiri yang haus validasi.”

Ikut campur urusan rahim orang dengan dalih basa-basi

Puncak kekesalan Aji terjadi ketika sesi makan siang selesai. Ia bercerita, arisan keluarga tiba-tiba berubah menjadi “meja interogasi”. Sasaran tembaknya, tentu saja adalah istrinya. Pertanyaan-pertanyaan yang melanggar batas privasi mulai dilontarkan.

“Kok belum isi juga? Jangan ditunda-tunda dong, nanti keburu tua susah lho. Coba periksa ke dokter itu, siapa tahu ada masalah.”

Kata-kata itulah yang diingat Aji.

Bagi Aji dan istrinya, pertanyaan-pertanyaan ini bukanlah bentuk kepedulian, tetapi sikap ikut campur yang berlebihan. Urusan rahim, kesehatan reproduksi, dan keputusan memiliki anak adalah hal yang sangat privat antara suami dan istri. 

Namun, di acara arisan keluarga, urusan paling pribadi itu diumbar dan dikomentari secara bebas oleh orang-orang yang bahkan tidak pernah tahu apa saja yang sudah mereka perjuangkan. Dalihnya, tentu “sekadar basa-basi”.

Iklan

Mental istri Aji pun terkuras habis setiap kali arisan selesai. Pertemuan yang katanya untuk merekatkan keluarga justru menciptakan luka dan ketidaknyamanan.

“Fuck lah silaturahmi. Nggak ada kayak gituan di arisan keluarga.”

Bagi Aji, mulai sekarang orang-orang harus berani mendefinisikan ulang makna silaturahmi. Menjaga hubungan baik dengan keluarga besar memang penting, tapi tidak seharusnya dilakukan dengan cara-cara yang toksik.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: 4 Tipe Orang yang Tak Cocok Slow Living di Desa: Kalau Kamu Introvert apalagi Usia Produktif, Pikirkan Lagi Sebelum Menyesal atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 15 April 2026 oleh

Tags: arisanarisan keluargaGen Zkeluarga besarkeluarga besar di desapilihan redaksisandwich generationsilaturahmitradisi arisantradisi keluargatradisi toksiktradisi toxic
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Kebisingan-kebisingan di desa yang sebenarnya wajar tapi kini dipermasalahkan karena narasi desa sebagai tempat slow living ideal MOJOK.CO

Hal-hal Wajar di Desa Jadi Dianggap Mengganggu Gara-gara Narasi Slow Living, Padahal Jadi Bumbu Kehidupan

14 Agustus 2026
Makrab, Budaya senioritas dan bullying di kampus.MOJOK.CO

Setelah 4 Kali Ikut Makrab di Kampus, Saya Percaya Budaya Ini Lebih Baik Dihapus Saja: Bukan Bikin Akrab, Malah Meruncingkan Konflik “Senior” dan “Junior”

13 Agustus 2026
Mahasiswa baru (maba) rela jadi jongos abang-abangan kampus di organisasi mahasiswa ekstra (ormek) dan tidak pernah menyesalinya MOJOK.CO

Maba Rela Jadi Jongos Abang-abangan Kampus demi Relasi dan Diskusi Kiri Apa Salahnya? Tak Malu dan Tak Menyesalinya

13 Agustus 2026
Pegawai Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih pinggir kuburan harus dibekali dengan keahlian supranatural hingga ilmu sosial MOJOK.CO

Keahlian-keahlian Vital untuk Pegawai Kopdes Pinggir Kuburan, Berguna buat Diri Sendiri dan Pembeli

13 Agustus 2026
Slow living, Cara Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun MOJOK.CO

Tanpa Punya Rumah di Desa Tetap Bisa Slow Living Asalkan Memegang 3 Prinsip Ini

12 Agustus 2026
ngaji al-qur'an.MOJOK.CO

Promosi Miras Pakai Hafalan Al-Qur’an: Diklaim Lecehkan Agama, Berpotensi Mengulang Blunder Hollywings 

11 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Telat 3 Hari Perpanjang SIM, Pak Guru Ahmad Melawan Aturan yang Tak Kenal Ampun MOJOK.CO

Telat 3 Hari Perpanjang SIM, Pak Guru Ahmad Melawan Aturan yang Tak Kenal Ampun

14 Agustus 2026
Modal 2 juta bisa untung cepat dari usaha rumahan cuci sepatu MOJOK.CO

Modal 2 juta bisa untung cepat dari usaha rumahan cuci sepatu

11 Agustus 2026
Kebisingan-kebisingan di desa yang sebenarnya wajar tapi kini dipermasalahkan karena narasi desa sebagai tempat slow living ideal MOJOK.CO

Hal-hal Wajar di Desa Jadi Dianggap Mengganggu Gara-gara Narasi Slow Living, Padahal Jadi Bumbu Kehidupan

14 Agustus 2026
Mahasiswa KKN UGM dan LPS berkolaborasi hadirkan edukasi literasi keuangan di desa terluar Mentawai MOJOK.CO

Literasi Keuangan untuk Desa Terluar di Mentawai: Jadi Bekal Masyarakat Desa Hadapi Ragam Persoalan Finansial

10 Agustus 2026
Pegawai Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih pinggir kuburan harus dibekali dengan keahlian supranatural hingga ilmu sosial MOJOK.CO

Keahlian-keahlian Vital untuk Pegawai Kopdes Pinggir Kuburan, Berguna buat Diri Sendiri dan Pembeli

13 Agustus 2026
El Nino.MOJOK.CO

Ancaman El Nino Kuat Intai Indonesia, Waspada Kekeringan Ekstrem dan Kebakaran Hutan

11 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.