Sudah 19 tahun ini, Jati Wahyu Aji atau yang akrab dipanggil Ajivas menggeluti dunia mekanik khususnya Vespa. Pemuda asal Magelang itu mengaku dari dulu hobi mengotak-atik sepeda motor termasuk Fazzio, hingga berprofesi menjadi mekanik Vespa seperti sekarang.
“Aku dulu berangkat kuliah harus pulang-pergi dari Magelang ke Semarang. Nah sejak saat itu aku sudah ingin beli motor yang ngebut,” kata Ajivas kepada Mojok, Rabu (1/7/2026).
Sementara itu, motor yang dia miliki waktu kuliah adalah Vespa, yang pada awal kemunculannya terkenal dengan tarikan santai dan kecepatan maksimal yang terbatas. Dengan kata lain, lajunya terbilang lambat jika dibandingkan dengan motor lainnya.
Oleh karena itu, Ajivas mencoba memodifikasi motornya sendiri agar kecepatannya lebih kencang. Siapa sangka, banyak orang yang tertarik dan minat untuk memodifikasi Vespanya seperti punya Ajivas.
“Sampai sekarang ternyata banyak pelanggannya,” ungkapnya.
Yang utama dari memodifikasi motor
Menurut Ajivas yang sudah menggeluti dunia mekanik dari tahun 2007 sampai sekarang, memodifikasi Vespa sebenarnya tidak perlu konsep yang muluk-muluk. Begitu juga dengan motor lainnya seperti Xmax, Nmax, Aerox, Freego, dan Fazzio yang dia pakai sehari-hari.

“Yang penting, tidak mengesampingkan faktor keselamatan. Misal pakai ban kecil, lepas spion, lampu ditutupi, rem dilepas. Nah, perangkat-perangkat itu yang seharusnya bisa melindungi dan membantu pengendara malah jadi nggak fungsi,” jelasnya.
Hal itu dibuktikan dengan pengalaman Ajivas saat memodifikasi Fazzio Hybrid Neo berwarna kuning, hingga hasil fotonya terpajang dalam iklan Yamaha.
Selain sibuk mengotak-atik Vespa, Ajivas baru-baru ini memang tertarik dengan Fazzio karena bentuknya yang bagus dan bisa dimodifikasi. Apalagi dari dulu, dia ingin mencoba merancang motor yang mengedepankan kenyamanan anak.
“Anak kedua saya itu hobi sekali touring,” kata Ajivas.
Berdasarkan itu semua, Ajivas pun tak mampu menahan diri untuk membeli Fazzio sampai memodifikasinya. Apalagi, Ajivas yakin motor tersebut berpotensi besar untuk dimodifikasi agar ramah anak.
Desain Fazzio dengan stiker bebek agar ramah anak
Langkah pertama Ajivas untuk memodifikasi Fazzio miliknya agar ramah anak adalah dengan mengubah tampilannya lebih ceria. Selain warna dasar kuningnya yang sudah menunjang, Ajivas sengaja memilih desain bebek alias karakter yang disukai oleh anak keduanya.
“Desain stiker bebek sengaja saya tambahkan khusus untuk menuruti permintaannya agar serasi dengan helm kesayangannya. Ada 3 bebek yang berbeda baik dari segi gaya dan ukuran, yang besar menggambarkan anak saya nomor pertama, yang sedang untuk anak saya yang nomor 2, dan yang kecil sendiri untuk anak saya nomor 3, biar adil semua,” kelakarnya.
Selain desain, Ajivas juga merancang Fazzio miliknya jadi ceper agar mudah dinaiki anaknya. Tak lupa dilengkapi dengan visor pelindung angin untuk menyiasati beban motornya yang ceper.
Terakhir, Ajivas menggunakan shock modifikasi 240 milimeter yang dilengkapi preload adjuster luar agar mudah disetel cepat.
Modifikasi Fazzio modal Rp4 juta berujung manis
Untuk memodifikasi Fazzio miliknya, Ajivas mengeluarkan uang sekitar Rp4 juta. Namun baginya, angka itu tak seberapa jika dibandingkan dengan hasil yang dia terima saat melihat anak-anak merasa nyaman dan senang bermain di sekitar motor tersebut.
Terbukti ketika motor itu dipajang di Plaza Ambarrukmo dalam acara Classy Modifest Jogja pada Sabtu (27/6/2026) lalu. Beberapa anak didampingi orang tua mereka tampak mengerubungi motor kuning bebek milik Ajivas. Bahkan, seorang anak perempuan dengan santai menaikinya.
Alih-alih menyuruhnya turun, Ajivas justru tersenyum dan membiarkan anak tersebut. Seolah bangga bisa memodifikasi motor sesuai dengan harapannya. Atas kerja kerasnya, motor bebek milik Ajivas berhasil mendapat penghargaan kategori proper decal di Classy Modifest Jogja.
Selain Ajivas, 9 orang dari 40 peserta pemilik motor Fazzio lainnya juga mendapat penghargaan dengan kategori berbeda. Meski begitu, Ajivas merasa peserta lain bukanlah saingan melainkan kawan sesama pecinta motor dengan berbagai sudut pandang unik.
“Setiap orang punya seleranya sendiri, tidak perlu dengar apa kata orang dan pastikan modifikasimu aman dan fungsional,” kata Ajivas.
Penulis: Aisyah Amira Wakang
Editor: Muchammad Aly Reza
BACA JUGA: Gelontorkan Tabungan Jutaan Rupiah demi Modifikasi Fazzio: Cara Manis Anak Muda Jogja Menghargai Kepedulian Orang Terdekat atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan