Kisah Penerima Golden Ticket Unair dari Ketua Padus hingga Penghafal Al-Qur’an, Nggak Perlu “Plenger” Ikut SNBP-Mandiri untuk Diterima di Jurusan Bergengsi

ilustrasi - perjuangan dafar Unair lewat jalur golden ticket. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Universitas Airlangga (Unair) di Surabaya, punya jalur pendaftaran unik untuk calon mahasiswa baru selain SNBP, SNBT, dan mandiri. Kampus top ke-2 di Indonesia menurut lembaga pemeringkatan THE WUR 2025 itu punya jalur unik yang mereka namai Golden Ticket

Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Unair, Achmad Solihin menjelaskan Golden Ticket tidak akan mengurangi kuota jalur reguler SNBP dan justru menambah kuota penerimaan. Dengan kata lain, calon siswa yang menerima Golden Ticket masuk sebagai tambahan di luar kuota reguler. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada kuota tetap per fakultas di Unair.

“Unair hanya akan menerima peserta yang benar-benar dinilai layak. Jika prestasi dianggap belum mencukupi, Golden Ticket bisa saja tidak diberikan,” ujar Solihin dikutip dari laman resmi Unair, Minggu (30/3/2026).

Syarat utama penerima Golden Ticket Unair

Ahmad Deedat Assegaf adalah salah satu penerima Golden Ticket Unair pertama di tahun 2026. Laki-laki dari SMAN 5 Banjarmasin, Kalimantan Selatan itu menceritakan kiat-kiatnya bisa meraih penghargaan Golden Ticket dari sekolahnya, sehingga bisa kuliah di Jurusan Farmasi Unair.

Deedat, sapaan akrabnya, mulanya hanya mengetahui tiga jalur masuk kuliah yakni SNBP, SNBT, dan mandiri. Namun, ia tak sengaja melihat konten soal Golden Ticket Unair di TikTok saat masih kelas 11 SMA. Dari sanalah ia semakin penasaran dan mulai mendalami jalur tersebut di Google hingga berdiskusi bersama kakak kelasnya. 

Ahmad Deedat Assegaf. MOJOK.CO
Ahmad Deedat Assegaf. (Sumber: Unair)

“Pada kelas 12, saya memantapkan diri mendaftar dan kini ditetapkan menjadi penerima Golden Ticket,” kata Deedat yang datang di acara pameran Airlangga Education Expo (AEE) 2026, dilansir dari laman resmi Unair pada Senin (30/3/2026).

Ketua PPMB Unair, Achmad Solihin menegaskan AEE 2026 bukan sekadar ajang pameran pendidikan, tapi jadi salah satu syarat wajib peserta dalam seleksi proses jalur masuk Golden Ticket di Unair.

Solihin menjelaskan ada dua syarat utama yang perlu dipersiapkan, selain bukti sertifikat keikutsertaan peserta dalam AEE. Pertama, calon mahasiswa harus eligible mengikuti SNBP yang berbasis pada nilai rapor dan prestasi akademik maupun non-akademik. Kedua, pilihan pertama di SNBP adalah Unair.

Jenis sertifikat yang berpotensi lolos 

Deedat sendiri mencantumkan sertifikat Duta SMA Kalimantan Selatan 2025 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mendaftar kuliah di Jurusan Farmasi Unair, agar memenuhi syarat SNBP.

Deedat mengikuti AEE. (Sumber: Unair)

Ia juga melampirkan sertifikat juara Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Kimia tingkat kota, serta sertifikat organisasi yang menunjukkan pengalamannya sebagai ketua paduan suara. Meski sekilas sertifikat itu tampak tak berhubungan langsung dengan jurusan yang ia minati, nyatanya Deedat berhasil lolos menjadi penerima pertama Golden Ticket 2026. 

Solihin menyebut penilaian prestasi Golden Ticket berbeda dengan SNBP. Ia tidak terbatas pada olimpiade, tetapi juga kepemimpinan (ketua osis), olahraga, hingga penghafal kitab suci dari semua agama yang mendapatkan pengakuan di Indonesia.

Selain itu, prestasi yang tidak relevan dengan program studi tetap menjadi penilaian. Hanya saja bobotnya berbeda tergantung dari bobot prestasi, tingkat kejuaraan, dan peringkat juara. Yang penting, kata dia, sertifikat prestasi yang dikirim punya kredibilitas dari penyelenggara.

 “Sekarang banyak olimpiade yang sifatnya bisnis, apalagi yang online. Kredibilitas penyelenggaranya tentu kami pertanyakan,” ujar Solihin dikutip dari laman resmi Unair.

Lolos Golden Ticket Unair dari menghafal Al-Qur’an

Sebanyak 68 kandidat peraih golden ticket 2026 pada Jumat (27/3/2026). (Sumber: Unair)

Kisah Deedat juga pernah dialami Diana (25), penerima Golden Ticket tahun 2019 yang lolos berkat sertifikat penghafal kitab suci Al-Qur’an. Kini, ia sudah lulus sebagai S1 Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unair.

“Jujur waktu itu aku nggak mempersiapkan apa-apa. Di tengah acara, MC tiba-tiba minta 10 orang siswa berprestasi maju ke depan. Siapa pun boleh maju,” ujar Diana yang saat itu hadir di AEE.

“Nah, 9 anak udah maju nih, aku masih maju-mundur. Sampai akhirnya aku meyakinkan diri, ah ya udahlah, mending coba dulu daripada nggak sama sekali,” tuturnya.

Siapa sangka, Diana pun terpilih sebagai penerima Golden Ticket di antara 10 orang tadi. Setelah itu, ia pun bisa mendaftar dan mengirim berkas melalui laman resmi Edu Expo Unair.

Setelah mengirim berkas-berkas, Diana langsung menghubungi orang tuanya serta guru-gurunya di SMA, terutama guru BK yang telah memberikan saran dan informasi tersebut.

“Lewat Golden Ticket aku merasa bebanku jauh lebih enteng karena udah nggak kompetisi lagi buat ngerebutin SNBP,” ucapnya.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Exit mobile version