Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Edumojok

Kuliah Online di Universitas Terbuka (UT): Meski Tak Ngampus tapi Tak Asal-asalan, Sering Diserang Hacker tapi Tak Mempan

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
23 Februari 2026
A A
Kuliah online di universitas terbuka: meski tak ngampus tapi dirancang serius untuk mudahkan mahasiswa, meski diserang hacker MOJOK.CO

Ilustrasi - Kuliah online di universitas terbuka: meski tak ngampus tapi dirancang serius untuk mudahkan mahasiswa, meski diserang hacker. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sistem kuliah online Universitas Terbuka (UT) dirancang bukan sekadar untuk mengikuti gerak zaman, tapi juga untuk memberi kemudahan bagi setiap mahasiswa agar bisa menjalani perkuliahan tanpa batasan ruang dan mendistraksi kesibukan pribadi. Di balik layar kecanggihan itu, para tenaga ahli di belakangnya harus berjibaku menghadapi hacker yang kerap menyerbu. 

***

Saat pandemi Covid-19 melanda, banyak kampus mengalami kegagapan pada perangkat teknologi. Dosen gelagapan, mahasiswa juga tidak siap. Sementara kampus belum menyiapkan sistem yang mumpuni untuk melangsungkan sistem pembelajaran digital. 

Hasilnya, sistem kuliah pun berjalan seadanya: menggunakan perangkat yang sudah ada (Google Meet atau Zoom). Tapi itu pun bukannya tanpa kendala karena ketidaksiapan tersebut. Sedangkan semua sektor memang dipaksa harus beradaptasi. 

Kegagapan kala kampus dipaksa jalankan kuliah online 

Kendala jaringan itu lain soal. Namun, kendala yang agak merepotkan adalah: ada dosen yang karena gagap teknologi (gaptek), akhirnya tetap memberlakukan sistem perkuliahan selaiknya perkuliahan tatap muka: tugas-tugas mahasiswa harus dikirim melalui jasa antar paket. 

Bahkan, ada juga dosen yang saking tidak mudengnya terhadap teknologi, ia hanya bisa mengirim tugas-tugas melalui grup WhatsApp. Lalu mahasiswa akan mengirimkan hasil garapan mereka ke grup yang sama. 

Sejumlah orang yang pernah mengalami perkuliahan online di masa pandemi Covid-19 juga mengaku: kuliah online—yang sering kali hanya menyimak pemaparan tunggal dari dosen—ujung-ujungnya malah ketiduran. Perkuliahan pun akhirnya terasa seperti sekadarnya saja. 

Tak pelak jika akhirnya, pada masa-masa itu, mahasiswa di sejumlah kampus melayangkan protes ke pihak kampus. Sebab, mereka merasa UKT mahal yang disetorkan tidak sepadan dengan kelayakan sistem pendidikan dalam jaringan yang mahasiswa terima. 

Universitas Terbuka (UT): kampus paling siap jalankan kuliah online

Etty Puji Lestari, Kepala Pusat Riset dan Inovasi Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh (PRI-PTJJ) tersenyum ketika mengenang bagaimana Universitas Terbuka mencoba adaptif di masa-masa pandemi Covid-19 silam. 

Etty sudah mengajar di UT sejak 2002. Awalnya ia tidak menyangka jika pada akhirnya model kuliah ala UT bakal berada di arus utama sistem pembelajaran di Indonesia. 

Sebab, sebelumnya, sistem kuliah online ala UT tidak terlalu populer. Tidak begitu dilirik karena banyak orang lebih memilih prestise kuliah di kampus yang nyata-nyata memiliki gedung megah di sebuah kota. 

“Di masa pandemi UT justru leading dengan sistem kuliah online. Karena kami sudah punya Learning Management System (LMS) yang sudah dikembangkan sebelum-sebelumnya,” ujar Etty saat berbincang dengan Mojok, Senin (9/2/2026). 

Bahkan, kata Etty, saat itu UT membuka akses LMS yang bisa digunakan secara cuma-cuma untuk kampus-kampus lain yang butuh support system untuk adaptasi ke era perkuliahan online. 

“UT waktu itu juga open Ruang Baca Virtual (RBV). Ribuan bahan ajar di situ bisa dibuka, baik oleh dosen maupun mahasiswa kampus lain. Itu bentuk kemanusiaan,” jelas Etty. 

Iklan

Universitas Terbuka (UT): full kuliah online, tapi tetap jaga kualitas

Dalam tulisan sebelumnya (Kuliah di Universitas Terbuka (UT), Meski Diremehkan tapi bikin Gen Z Bersyukur karena Beri Jawaban Konkret untuk Kebutuhan), Mojok mendapati fakta bahwa saat ini Universitas Terbuka saat ini justru menjadi kampus pilihan Gen Z.

Sebab, kuliah online dirasa memudahkan mahasiswa—apalagi yang nyambi kerja, tapi tidak dirancang asal-asalan. Modul dan sistem pembelajaran disiapkan agar tetap relevan dalam peningkatan kapasitas mahasiswa. 

Etty sendiri menjelaskan, setiap sistem yang disiapkan UT untuk model kuliah online memang melalui perencanaan terukur. 

“Modul itu harus disusun oleh orang dengan atribusi S3. Kemudian setelah disusun itu ditelaah oleh pakar juga. Standar kualitas pembelajaran betul-betul kami jaga. UT juga menyediakan Bahan Ajar Interaktif (BAI). Jjadi bahan ajar sekarang nggak cuman berupa buku aja. Tapi mahasiswa bisa melihat melalui video interaktif,” papar Etty. 

“Improvement teknologi untuk terus menunjang model e-learning juga terus dilakukan. Karena yang mengakses itu kan 700.000-an mahasiswa. Itu kalau nggak improve terus, bisa jebol,” sambungnya. 

Untuk itu, kata Etty, UT memiliki unit yang secara khusus bertugas untuk melakukan improvisasi nyaris tanpa henti di bidang teknologi-digital, yakni Direktorat Teknologi Digital (DTD). Bertugas mengelola, mengembangkan, dan memelihara infrastruktur teknologi informasi serta sistem digital untuk mendukung pembelajaran jarak jauh di UT. Sementara PRI-PTJJ sendiri menjadi pusat untuk pengembangan bahan ajar agar terus relevan. 

Berulang kali diserbu hacker

Menjadi cyber university bukannya tanpa tantangan bagi Universitas Terbuka. Etty menyebut, setiap kali DTD melakukan improvisasi terhadap sistem teknologi UT, cukup gencar berhadapan dengan serangan para hacker yang mencoba mengganggu sistem. 

Oleh karena itu, Etty menjelaskan, pihak UT memiliki tenaga-tenaga ahli di bidang cyber security. Tugas mereka menjamin proteksi terhadap aset teknologi UT agar aman dari gangguan. 

“Pokoknya dalam mengembangkan UT, kami bekerja sama dengan tenaga ahli. Termasuk tenaga ahli dari luar negeri,” kata Etty. 

Hingga sejauh ini, UT tidak mau lantas berpuas diri. Perkembangan teknologi-digital bergerak cepat, menuntut manusia cepat beradaptasi pula jika tidak ingin tenggelam. 

Etty menegaskan, UT masih akan terus melakukan riset dan improvisasi: riset di aspek bahan ajar yang efektif dan memiliki dampak konkret ke mahasiswa, sekaligus improvisasi pada aspek teknologi agar lebih kompatibel dengan kebutuhan. Sehingga, alih-alih meremehkan, orang kini akan semakin memperhitungkan dan tidak ragu untuk kuliah di “kampus kuning” tersebut.***(Adv)

Penulis: Muchamad Aly Reza

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Alasan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Lebih Tertarik Kuliah di Universitas Terbuka (UT) daripada di PTN Top atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 


Terakhir diperbarui pada 23 Februari 2026 oleh

Tags: e learninge learning uthackerkampus utkuliah onlinekuliah online utuniversitas terbukaUT
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Kuliah di Universitas Terbuka (UT) menjadi pilihan yang disyukuri oleh Gen Z. Meski diremehkan tapi dapatkan jawaban konkret untuk kebutuhan MOJOK.CO
Edumojok

Kuliah di Universitas Terbuka (UT), Meski Diremehkan tapi bikin Gen Z Bersyukur karena Beri Jawaban Konkret untuk Kebutuhan

18 Februari 2026
tunadaksa lulusan S1 universitas terbuka (UT). MOJOK.CO
Edumojok

Lulus SMA Cuma Diterima Kerja Jadi Babu dan Dihina karena Fisik, Kini Malah Jadi Asesor Sertifikasi dengan Gelar S1 UT

10 Februari 2026
Universitas Terbuka S1 Jurusan Ilmu Komunikasi. MOJOK.CO
Kampus

Alasan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Lebih Tertarik Kuliah di Universitas Terbuka (UT) daripada di PTN Top

11 Oktober 2025
Camaba UGM batal kuliah S1, lebih pilih kuliah di UT Malang. MOJOK.CO
Kampus

Alasan Saya Mengabaikan Pengumuman Lolos di UGM, Lebih Pilih Kuliah di Universitas Terbuka Malang untuk Bertahan Hidup

9 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kuliah online di universitas terbuka: meski tak ngampus tapi dirancang serius untuk mudahkan mahasiswa, meski diserang hacker MOJOK.CO

Kuliah Online di Universitas Terbuka (UT): Meski Tak Ngampus tapi Tak Asal-asalan, Sering Diserang Hacker tapi Tak Mempan

23 Februari 2026
papua.MOJOK.CO

Tolak Tawaran Kerja di Amerika Demi Mengajar di Pelosok Papua, Berambisi Memajukan Tanah Kelahiran

18 Februari 2026
Kos di Jogja

Rasanya Tinggal di Kos “Medioker” Jogja: Bayar Mahal, tapi Nggak Dapat Sinar Matahari

19 Februari 2026
Mall Kokas di Jakarta Selatan (Jaksel) macet

Mall Kokas, Tempat Paling Membingungkan di Jakarta Selatan: Bikin Pekerja “Mati” di Jalan, tapi Diminati karena Bisa Cicipi Gaya Hidup Elite

20 Februari 2026
Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

19 Februari 2026
Penerima beasiswa LPDP prasejahtera asal Ngawi lolos S2 di UGM Jogja (Mojok.co/Ega Fansuri)

Pernah Hidup dari Belas Kasih Tetangga, Anak Muda Asal Ngawi Lolos Beasiswa S2 LPDP UGM padahal Merasa “Tidak Pantas”

23 Februari 2026

Video Terbaru

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026
Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

19 Februari 2026
Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.