ADVERTISEMENT

Menguji Yamaha GEAR ULTIMA di Sejumlah Tanjakan Sulit, Ternyata Bukan Motor Cupu

Yamaha GEAR ULTIMA membuktikan diri sebagai motor yang bisa menaklukkan medan tanjakan meski masih menggunakan standar pabrikan MOJOK.CO

Yamaha GEAR ULTIMA membuktikan diri sebagai motor yang bisa menaklukkan medan tanjakan meski masih menggunakan standar pabrikan. 

Sabar Pria Gunawan mengaku semula tidak terlalu yakin dengan kemampuan mesin motor Yamaha GEAR ULTIMA. Bagi pria asal Jawa Barat tersebut, Yamaha GEAR ULTIMA mungkin saja memiliki rangka dan kualitas perakitan yang baik. Namun, belum tentu motor itu mampu melewati tanjakan-tanjakan yang terkenal sulit, terutama  di Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

“Mungkin motor ini kuat secara rangka dan build quality, tapi soal ketangguhan mesin saya pikir biasa saja dan tidak akan bisa melibas tanjakan-tanjakan viral yang ada di area Jawa Barat sekitarnya, seperti Tanjakan Monteng, Tanjakan Naga, dan yang lainnya,” ungkap pemilik akun media sosial Tiktok @apihmototv itu. 

Rasa penasaran itu mendorong Sabar mengikuti pengujian mesin Blue Core Hybrid 125 cc pada motor Yamaha GEAR ULTIMA, menguji kekuatan motor tersebut di sejumlah tanjakan sulit di Jawa Barat.

Pasalnya, bagi Sabar, di daerah asalnya di Jawa Barat, motor harus siap menghadapi tanjakan yang curam, panjang, berkelok, bahkan memiliki permukaan jalan yang berubah dari aspal menjadi bebatuan. Di medan semacam itulah kemampuan mesin, kestabilan kendaraan, dan kenyamanan berkendara mendapat ujian sesungguhnya.

Motor Yamaha GEAR ULTIMA libas tanjakan-tanjakan sulit di Jawa Barat

Untuk diketahui, pengujian mesin Blue Core Hybrid 125 cc pada GEAR ULTIMA ini dilakukan melalui tiga metode untuk memvalidasi kemampuan menanjaknya. 

Pertama, motor diuji dengan pengendara tunggal tanpa ancang-ancang dan melibas tanjakan secara lurus. Kedua, pengujian dilakukan dengan berboncengan dengan total bobot sekitar 130 kg. Terakhir, metode Stop & Go dilakukan dengan menghentikan motor di titik paling curam, lalu kembali berakselerasi dari posisi diam untuk menguji performa mesin saat menanjak. Motor yang diuji masih dalam kondisi standar pabrikan. 

Salah satu lokasi pengujian adalah Tanjakan Gogog di Cisarua. Jalur ini dikenal di kalangan pesepeda dan penggemar kegiatan off-road karena kondisi permukaannya beragam, mulai dari aspal hingga bebatuan.

Di medan seperti ini, tenaga mesin bukan satu-satunya hal yang dibutuhkan. Pengendara juga perlu memperhatikan kestabilan motor dan kondisi permukaan jalan. Yamaha menyebut rangka GEAR ULTIMA yang kokoh dan ban dengan tapak lebar sebagai sejumlah komponen yang mendukung pengendaraan di jalur tersebut.

Tantangan berbeda ditemukan di jalur menuju kawasan Gantole, Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Kawasan yang dikenal sebagai lokasi olahraga paralayang itu memiliki jalur menanjak dengan panjang sekitar empat kilometer.

ADVERTISEMENT

Jarak yang panjang membuat tanjakan ini menjadi ujian tersendiri. Bukan hanya soal kemampuan motor melewati bagian jalan yang curam, tetapi juga konsistensi performanya sepanjang perjalanan.

Tantangan berikutnya datang dari Tanjakan Monteng, jalur dari Majalaya menuju Jembatan Kuning Kamojang. Rute ini memadukan tanjakan dan tikungan tajam yang menuntut pengendara menyesuaikan kecepatan serta kendali motor dengan kontur jalan.

Dalam pengujian berboncengan, GEAR ULTIMA berhasil melewati jalur tersebut tanpa berhenti. Pengujian dengan beban tambahan ini menjadi salah satu cara untuk melihat kemampuan motor ketika digunakan dalam kondisi yang lebih dekat dengan kebutuhan mobilitas sehari-hari.

Sementara itu, Tanjakan Endog di Sariwangi, Kabupaten Bandung Barat, menghadirkan tantangan berupa jalur alternatif yang sangat curam. Jalur ini menghubungkan kawasan Sariwangi di Parongpong dengan Gegerkalong.

Dalam pengujian yang dilakukan Sabar, jalur ini menjadi salah satu medan yang menguji respons tenaga motor ketika menghadapi perubahan elevasi. Sebab, dengan sudut kemiringan sangat ekstrem yang mencapai 45 derajat, performa GEAR ULTIMA diuji terutama terkait dengan respons atau tenaga yang dibutuhkan pengendara secara bertahap untuk bisa melibasnya.

Terakhir, ada Tanjakan Naga di kawasan Punclut, Lembang. Namanya cukup menggambarkan bentuk jalurnya yang meliuk-liuk sepanjang sekitar 300 meter. Jalur tersebut dikenal menantang karena kombinasi tanjakan dan tikungannya. Dalam pengujian Sabar, GEAR ULTIMA kembali dilaporkan berhasil melewatinya.

Mengandalkan Blue Core Hybrid 125 cc

Lantas, apa yang membuat motor Yamaha GEAR ULTIMA mampu melewati berbagai tanjakan tersebut?

Yamaha membekali skutik ini dengan mesin Blue Core Hybrid 125 cc yang dilengkapi Electric Power Assist. Teknologi tersebut memberikan bantuan tenaga ketika akselerasi awal, terutama selama tiga detik pertama, untuk membantu motor bergerak dari posisi diam. Bantuan itu relevan ketika pengendara harus kembali menarik gas setelah berhenti, termasuk dalam situasi menanjak. 

Di luar urusan mesin, Yamaha turut menyoroti dek kaki yang luas dan posisi berkendara ergonomis sebagai faktor pendukung kenyamanan. Suspensi depan dan belakangnya juga dirancang untuk menunjang pengendaraan di berbagai kondisi jalan, termasuk permukaan berbatu.

Yamaha GEAR ULTIMA beri ketenangan bagi pengendara

Rifki Maulana selaku Manager Public Relations, YRA & Community, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menyebut, bagi Yamaha, kemampuan menghadapi medan yang beragam merupakan bagian dari kebutuhan pengguna sepeda motor di Indonesia. 

Pasalnya, kendaraan harian tidak selalu hanya digunakan di jalan perkotaan yang mulus. Ada kalanya pengendara harus melewati jalan menanjak, permukaan tidak rata, atau jalur yang menuntut kemampuan kendaraan lebih dari sekadar mengantar pemiliknya dari rumah ke tempat kerja.

“Yamaha GEAR ULTIMA kami rancang tidak hanya sekadar untuk memenuhi kebutuhan komuter harian yang praktis dan irit bahan bakar, tetapi juga untuk memberikan rasa percaya diri serta ketenangan bagi para pengendaranya saat harus menghadapi berbagai kondisi medan di Indonesia,” ujar Rifki dalam keterangan tertulis yang diberikan kepada Mojok, Selasa (20/10/2026). 

Rifki mengatakan, pengujian di sejumlah tanjakan ekstrem di Jawa Barat menjadi salah satu cara untuk menunjukkan kemampuan teknologi Blue Core Hybrid 125 cc, termasuk dalam hal akselerasi, membawa beban, dan konsumsi bahan bakar yang irit. 

Penulis: Muchamad Aly Reza

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Menolak Tua dengan Fazzio, Motor Kalcer Paling Matching buat Ngonser dan Riding atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 21 Oktober 2026 oleh .

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.