Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Difotoin Rektor: Selebrasi Wisuda biar Berkesan, Atensi Maya, dan Pergeseran Batas Hierarki Formal

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
30 Juli 2026
A A
Tren selebrasi di panggung wisuda seperti minta difotoin rektor ala wisudawati UINSA: mengejar atensi maya hingga pergeseran batas hierarki formal MOJOK.CO

Ilustrasi - Tren selebrasi di panggung wisuda seperti minta difotoin rektor ala wisudawati UINSA: mengejar atensi maya hingga pergeseran batas hierarki formal. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Seorang teman membagikan sejumlah link video media sosial dengan kalimat: almamatermu lagi viral!, disertai emoticon tawa terbahak. Setelah saya cek satu persatu, semua link tersebut berisi materi video yang sama: seorang wisudawati di UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) jatuh terjengkang dari atas panggung saat hendak melakukan selebrasi wisuda “minta difotoin rektor”. 

Kronologi wisudawati UINSA jatuh terjengkang usai minta difotoin rektor

Peristiwa itu terjadi dalam prosesi Wisuda ke-115 Sesi III UINSA pada Minggu (26/7/2026). Bagian Kerjasama, Kelembagaan dan Humas UINSA Nur Hayati menjelaskan, saat itu seorang wisudawati berinisial ESH dari Fakultas Syariah dan Hukum memang hendak melakukan selebrasi wisuda saat giliran namanya dipanggil. 

ESH lantas mengeluarkan ponsel, lalu menyodorkannya ke Plt Rektor UINSA, Prof. Dr. Suyitno, M.Ag, untuk memfotokan dirinya dengan latar belakang seluruh wisudawan-wisudawati di dalam ruangan. Nahasnya, saat ESH berjalan mundur untuk mengambil posisi, ia justru kebablasan hingga jatuh terjengkang. 

Kegaduhan tidak hanya terjadi di ruangan wisuda. Tak berselang lama dari terjadinya peristiwa yang terekam dalam siaran langsung kanal YouTube UINSA tersebut, potongan video ESH terjengkang lantas tersebar di mana-mana. Awalnya hanya satu-dua akun. Tapi lama-lama merembet ke banyak akun lain. 

Setiap akun yang mengunggah potongan video tersebut pun langsung dibanjiri komentar. Kebanyakan netizen menyebut, selebrasi minta difotoin rektor sangat jauh dari kepantasan. 

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh detikcom (@detikcom)

Selebrasi di panggung wisuda jadi tren untuk meluapkan “kemenangan” 

Tren selebrasi di panggung wisuda memang sudah menjadi tren baru pasca Covid-19. Entah bagaimana mulanya, di media sosial banyak bertebaran potongan video: usai menerima ijazah dan bersalaman dengan rektor di atas panggung, si wisudawan/wisudawati lantas akan berhenti sejenak di depan kamera (yang biasanya untuk merekam live streaming di kanal YouTube resmi kampus) untuk melakukan selebrasi. 

Yang paling umum ditemui: selebrasi “siu” ala Cristiano Ronaldo, menunjukkan quote lucu di kertas yang memang sudah disiapkan, hingga gestur tangan velocity atau joget-joget ala TikTok yang memang lagi ngetren dan banyak diduplikasi. 

Sebagai wisudawan yang lulus sebelum tren semacam itu melonjak, saya dan sejumlah teman seangkatan jelas sangat tidak relate. Dulu kami mengikuti prosesi wisuda di UINSA justru dengan khidmat. Dan bagi kami, naik panggung justru jadi rangkaian prosesi yang sejujurnya tidak begitu kami sukai: rasanya ingin cepat-cepat berlalu. Malu saja rasanya dilihat banyak orang. Serba kikuk. 

Setelah saya tanyakan ke teman-teman angkatan di bawah saya, selebrasi di panggung wisuda sebenarnya memiliki dua motif: sebagai bentuk meluapkan kemenangan karena akhirnya lulus juga setelah drama-drama perskripsian atau memang buat gaya-gayaan saja. 

Tren selebrasi di panggung wisuda: mengejar atensi maya karena momen sekali seumur hidup

Jika dilihat dari disiplin Sosiologi, fenomena “memaksakan diri” untuk terlihat lebih unik bahkan nyeleneh saat selebrasi wisuda tidak lain karena dampak nyata dari attention-seeking behavior. Yakni ketika banyak orang mengejar atensi virtual demi validasi diri melalui jumlah likes dan komentar dari foto/video yang diunggah di media sosial.

Mengacu pada teori Sosiolog Jean Baudrillard mengenai Simulakra, realitas buatan (dalam hal ini konten media sosial) kini dianggap lebih penting daripada realitas aslinya (prosesi wisuda itu sendiri). Alhasil, nilai kesakralan institusi akademik perlahan bergeser menjadi komoditas visual yang harus dikonsumsi publik. 

Pengakuan teman-teman angkatan di bawah saya, wisuda adalah momen sekali seumur hidup. Mencapainya juga harus dengan “berdarah-darah”, misalnya karena harus menghadapi dosen pembimbing yang ilang-ilangan. 

Oleh karena itu, di momen wisuda—sebagai puncak dari proses panjang masa studi di kampus—mereka tidak ingin membiarkan momen tersebut berlalu tanpa kesan. Salah satu bentuk menciptakan kesan yang belum tentu bisa terulang tersebut akhirnya diwujudkan dengan melakukan selebrasi seunik mungkin. Selain memang ada faktor dorongan FOMO yang melatarbelakanginya: hasrat tidak ingin ketinggalan sesuatu yang tengah jadi tren massal. 

POV difotoin rektor: pergeseran batas hierarki formal

Saat melihat wisudawati UINSA minta difotoin rektor, netizen berasumsi bahwa si wisudawati nantinya ingin mengunggah foto dengan keterangan: POV difotoin rektor. POV yang terlihat keren. Secara yang memfoto rektor loh ini, sosok yang punya posisi tinggi di kampus. 

Banyak netizen menilai tindakan tersebut sudah kelewat batas. Tidak memenuhi standar sopan santun terhadap orang yang seharusnya paling disegani/dihormati. 

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Media Online Mahasiswa (@zonamahasiswa.id)

Fenomena minta difotoin rektor ini memperlihatkan apa yang dalam Sosiologi disebut sebagai de-tradisionalisasi, yakni pergeseran batas-batas hierarki sosial yang sebelumnya dianggap mapan. 

Dalam prosesi wisuda, rektor secara simbolik menempati posisi otoritas tertinggi di lingkungan akademik. Kehadirannya bukan sekadar individu yang membagikan ijazah, melainkan representasi institusi, legitimasi ilmu pengetahuan, sekaligus penanda keberhasilan mahasiswa menyelesaikan proses pendidikan. 

Namun, di era media sosial, simbol otoritas tersebut telah mengalami pergeseran. Jika menggunakan pendekatan pemikiran Sosiolog Anthony Giddens dalam Modernity and Self-Identity, de-traditionalization membuat relasi sosial masyarakat modern tidak lagi sepenuhnya ditentukan oleh struktur hierarkis, melainkan oleh pilihan-pilihan reflektif individu. Dalam konteks ini, mahasiswa merasa memiliki keleluasaan untuk berinteraksi dengan rektor secara lebih egaliter, sesuatu yang mungkin dianggap tidak lazim oleh generasi sebelumnya.

Evaluasi selebrasi berlebihan

Peristiwa terjengkang usai minta difotoin rektor tidak hanya membuat si wisudawati viral di mana-mana. Nama kampus UINSA pun turut muncul sebagai headline unggahan banyak akun media sosial. 

Atas peristiwa tersebut, pihak kampus menegaskan akan melakukan evaluasi agar wisudawan/wisudawati tidak melakukan selebrasi berlebihan sehingga peristiwa serupa tidak terulang. 

“Tentunya akan kami evaluasi lebih lanjut. Meskipun sebenarnya kami juga sudah kerapkali mengimbau para wisudawan ketika Gladi Bersih supaya tidak melakukan selebrasi yang berlebihan saat prosesi wisuda. Untuk menghindari berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan,” tegas Bagian Kerjasama, Kelembagaan dan Humas UINSA Nur Hayati dikutip dari DetikJatim. 

Lebih lanjut, Nur Hayati memahami selebrasi dari si wisudawati. Hanya saja, memang perlu diingatkan kembali soal kehati-hatian selama di atas panggung.

“Namanya juga anak muda, ingin mengabadikan momen seumur hidup sekali. Tapi yang ndilalah pas apes. Semoga jadi pelajaran bagi kita semua, termasuk tim pelaksana wisuda untuk bisa lebih hati-hati lagi,” ungkap Nur Hayati.

Penulis: Muchamad Aly Reza

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Cerita Bapak Dulu Bahagia Antar Anak Wisuda Sarjana, Kini Nelangsa Antar Cari Kerja Pakai Ijazah SMA karena S1 Tak Guna atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 30 Juli 2026 oleh

Tags: difotoin rektorselebrasi wisudaUINSAwisuda uinsa
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Trotoar UINSA Surabaya jadi tempat ngumpul mahasiswa MOJOK.CO
Kampus

Trotoar UINSA Surabaya Jadi Tempat Pacaran dan Ngumpul Mahasiswa, Meresahkan tapi Membantu Keuangan

15 Januari 2025
Dominasi Ormek di Unair dan UINSA Surabaya Bikin Mahasiswa Muak, Bagi-Bagi Kursi Sampai Korupsi.MOJOK.CO
Kampus

Dominasi Ormek di Unair dan UINSA Surabaya Bikin Mahasiswa Muak, Bagi-Bagi Kursi Sampai Nilep Duit Organisasi

23 Juli 2024
Jemur Wonosari Surabaya Kawasan Curanmor MOJOK.CO
Ragam

Jemur Wonosari, Gambaran Suramnya Kehidupan di Surabaya yang Bikin Tak Tenang Sepanjang Hari

12 Juni 2024
Bakso Gang 3 Wonocolo, Surabaya, Penjualnya Bapak-Bapak Jutek tapi Dicintai Anak Kos Surabaya MOJOK.CO
Kuliner

Bakso Gang 3 Wonocolo Penjualnya Jutek tapi Penolong, Kasih Harga Murah biar Anak Kos Surabaya Nggak Kelaparan, Di Jogja Sulit Nemu Kayak Gini

28 Mei 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di Antara Teriakan Maling dan Sunyinya Nurani: Seorang Anak Menangisi Bapaknya yang Tewas Dikeroyok Massa MOJOK.CO

Di Antara Teriakan Maling dan Sunyinya Nurani: Seorang Anak Menangisi Bapaknya yang Tewas Dikeroyok Massa

27 Juli 2026
Andromeda dan bajaj. MOJOK.CO

Sempat Larang Anak Kuliah di ITB hingga Akhirnya Luluh, Rela Tempuh Jogja-Bandung dengan Bajaj sebagai Penyemangat

24 Juli 2026
Peserta Pekan Budaya Difabel di Jogja. MOJOK.CO

Pekan Budaya Difabel 2026: Saat Anak-anak Terbebas dari Stigma lewat Seni dan Terapi di Ruang Inklusif

29 Juli 2026
Tuduhan Londo Ireng di Tengah Kekerasan yang Terus Berulang MOJOK.CO

Tuduhan Londo Ireng di Tengah Kekerasan yang Terus Berulang

27 Juli 2026
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Romo Pitoyo dalam acara peresmian Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto Yogyakarta. MOJOK.CO

Laboratorium Alam De Britto: Pondok Perenungan Manusia agar Tak Kehilangan Hati Nurani di Tengah “Bahaya” AI

28 Juli 2026
Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO

Bupati Pemalang Kena OTT KPK, Mengapa Kasus Korupsi Kepala Daerah Terus Berulang?

29 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.