ADVERTISEMENT

Jam Terbaik Berburu Jajan di Pasar Kue Subuh Senen, Waktu Kedatangan Menentukan Kualitas Rasa

Roti buaya di Pasar Kue Subuh Senen Jakarta. MOJOK.CO

Pengalaman pertama berburu jajanan di Pasar Kue Subuh Senen membuat saya belajar, bahwa ada waktu-waktu tertentu yang harus diperhatikan untuk mendapatkan jajanan yang menggugah lidah.

***

ADVERTISEMENT

Salah satu kegiatan rutin yang tidak bisa saya tinggalkan selama di Jogja adalah membeli jajanan pasar untuk sarapan. Begitu pula yang saya lakukan saat jalan-jalan di Jakarta pada Jumat (9/10/2026) pagi. 

Setelah mencari informasi di internet, saya direkomendasikan untuk mencari jajanan di Pasar Kue Subuh Senen. Saya pikir, karena namanya “subuh”, pasar ini baru dibuka sekitar pukul 04.00 WIB ke atas.

Namun, berdasarkan ulasan yang saya baca di G-Maps, pasar ini justru buka sejak pukul 18.00 WIB hingga 06.00 WIB. Sontak, saya dan seorang teman yang baru bangun pukul 05.00 WIB langsung gelagapan. Kami takut banyak pedagang yang sudah tutup.

Untungnya, suasana Pasar Kue Subuh Senen masih ramai saat kami bertandang sekitar pukul 5.30 WIB, meskipun memang ada beberapa lapak yang terlihat tutup bahkan ada yang sudah berkemas-kemas. Tapi yang tidak saya sadari, waktu kunjungan ke Pasar Kue Subuh nyatanya berdampak pada pengalaman pertama saya nanti.

Waktu kedatangan menentukan kualitas rasa 

Cahaya lampu berwarna putih yang terpasang pada tiap lapak, turut menyorot pesona jajanan Pasar Kue Subuh Senen saat saya dan salah satu kru Mojok tiba persis di pintu masuk. Sebelum terkesima terlalu lama, pengunjung dan pedagang yang membawa troli bermuatan kardus langsung menyadarkan lamunan saya.

Kami pun berjalan melewati lorong dan bergerak dari satu lapak ke lapak lainnya. Beberapa jajanan di tiap lapak terlihat sama, misalnya kue kukus, kue lumpur, kue nona manis, wajik, hingga sosis solo, yang rata-rata harganya berkisar mulai dari Rp2 ribu.

Pedagang jajanan pasar. MOJOK.CO
Pedagang merapikan barang dagangannya. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Namun ada juga lapak yang menjual satu jajanan khusus seperti lapis legit, kue ulang tahun, martabak, keripik, roti buaya khas betawi, hingga jajanan viral seperti dubai chewy cookies. Saking banyaknya jajanan yang tersedia, waktu 1 jam rasanya tak cukup untuk mengeksplorasi Pasar Kue Subuh Senen.

Akabila, salah satu pengunjung yang sudah sering berburu jajanan pasar berujar butuh waktu berbulan-bulan untuk meriset dan menemukan jajanan yang cocok di lidah. 

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, waktu kedatangan yang kurang tepat, kata dia, juga memengaruhi kualitas jajanan yang dijual.

“Jajanan di Pasar Kue Senen Subuh memang banyak tapi nggak semua pedagang jualan dari malam. Banyak kue enak yang baru masuk ke pasar saat dini hari,” kata Akabila kepada Mojok, Kamis (15/10/2026).

Jam terbaik membeli jajanan enak di Pasar Kue Subuh Senen

Berdasarkan pengalaman Akabila yang sudah berkali-kali hunting bersama keluarga, ada waktu-waktu tertentu yang harus dicatat pengunjung, agar pengalaman membeli jajanan di Pasar Kue Subuh Senen tidak mengecewakan.

“Kalau belanja di Pasar Kue Subuh Senen itu sebaiknya nggak asal datang sembarang jam,” kata Akabila.

Akabila membuktikan banyak jajanan pasar langganannya yang baru buka di atas jam 01.00 WIB, misalnya, mochi panjang, risol ragout manis, martabak, weci udang, hingga luk chup. Oleh karena itu, dia menyimpulkan untuk berburu jajanan di Pasar Kue Subuh Senen sebelum pukul 02.00 WIB.

Lapak Banyu Mili di Pasar Kue Subuh Senen. MOJOK.CO
Lapak Banyu Mili milik Budi di Pasar Kue Subuh Senen. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

“Onde-onde hangat kesukaan saya dan keluarga saja, yang gorengnya dadakan, bahkan pedagangnya baru sampai pukul 01.30 WIB. Itu pun masih beresin penggorengan belum mulai masak,” tutur Akabila.

Sementara itu, Budi, pemilik lapak Banyu Mili di Pasar Kue Subuh Senen mengaku buka selama 24 jam. Jika ada jajanan yang tidak habis dalam sehari, Budi bakal mengembalikannya ke pengepul.

“Kami ini kan komunitas, nggak semua kami beli langsung tunai. Ada (jajanan) yang balik dan ada yang bikin. Sore ganti jajanan, pas pagi juga begitu,” ujar Budi.

Mengingat banyak pedagang yang sedang melakukan pergantian stok jajanan segar buatan dini hari, wajar jika saya merasa kecewa saat datang pada pukul 05.00 WIB. Barangkali, lidah saya yang terbiasa dengan jajanan pasar di Jogja secara otomatis membandingkannya dengan kualitas di Pasar Kue Subuh Senen.

Meski begitu, saran yang saya dengar dari Akabila justru memotivasi saya untuk berburu jajanan kembali. Ya karena namanya pasar subuh, meski sudah buka juga selepas magrib, sepertinya saya memang harus ke sana pukul 01.30 WIB.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 15 Oktober 2026 oleh .

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.