Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Mudik Lebaran Jadi Ajang Sepupu Minta Kerjaan, tapi Sadar Tak Semua Orang Layak Ditolong

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
10 Maret 2026
A A
lowongan kerja, kerja di kota, lebaran.MOJOK.CO

Ilustrasi - Kerja di kota (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Mendengar kabar itu, Rofi teringat pada janji Lebarannya. Karena merasa punya utang omongan, dan merasa syarat OB itu cocok untuk sepupunya di kampung, Rofi pun merekomendasikan sepupunya itu kepada temannya. Sang sepupu dipanggil ke Jakarta. Gayung pun bersambut, sepupunya langsung diterima bekerja.

“Wah, itu gembar-gembar ibu makin-makin aja,” jelasnya.

Di minggu-minggu pertama, semua tampak baik-baik saja. Rofi merasa lega karena sudah menunaikan janjinya dan menyelamatkan muka sang ibu. Namun, kedamaian itu tidak berlangsung lama.

Belum genap satu bulan sepupunya bekerja, teman Rofi menelepon dengan nada marah sekaligus kecewa. Ada kasus besar di kantornya. Sepupu Rofi terekam kamera CCTV sedang mencuri barang dan sejumlah uang tunai di kantor.

Setelah diusut lebih jauh, ternyata selama di kota, sang sepupu punya kebiasaan buruk yang tidak pernah diketahui keluarga di kampung: dia kecanduan judi online. Uang hasil curiannya ternyata dipakai untuk menutupi utang dan modal berjudi.

Reputasi hancur karena “nggak enakan”

Kejadian itu membuat Rofi hancur lebur. Temannya memang pada akhirnya tidak memperpanjang masalah ke polisi dan hanya memecat sepupunya. Temannya itu juga bilang bahwa ini sudah jadi risiko menerima karyawan, dan tidak menyalahkan Rofi sepenuhnya.

Namun, tetap saja, bagi Rofi, trauma itu membekas sangat dalam. Rasa tidak enaknya berubah menjadi rasa malu yang luar biasa. Bagaimana tidak? Dia yang merekomendasikan, dia yang menjamin, tapi orang yang dibawa malah bikin masalah kriminal. 

Di mata teman sekantornya, nama baik Rofi pasti ikut tercoreng. Sindiran batin seperti, “Bisa-bisanya kamu ngajak orang yang kelakuannya begini,” terngiang-ngiang di kepalanya.

Dari pengalamannya tersebut, Rofi memetik satu pelajaran penting, tapi sering diabaikan banyak orang: “Tidak semua keluarga atau kerabat layak untuk kita tolong, apalagi untuk urusan pekerjaan profesional.”

“Jadi, untuk Lebaran nanti, nggak perlu lagi merasa bersalah saat menolak permintaan sepupu yang ngode ingin ikut ke kota. Menjadi orang yang serba ‘nggak enakan’ dalam urusan pekerjaan itu sangat berbahaya,” jelasnya.

Rofi bahkan punya prinsip, lebih baik dicap pelit dan sombong oleh keluarga di kampung karena tidak mau berbagi lowongan, daripada kita harus menanggung malu, kehilangan kepercayaan di tempat kerja, dan mempertaruhkan reputasi yang sudah kita bangun susah payah. Toh, di akhir hari, yang membayar tagihan hidup kita di kota adalah keringat kita sendiri, bukan validasi dari keluarga besar saat sungkeman.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: “Bohong” ke Keluarga Saat Mudik Lebaran: Rela Habiskan Uang Berjuta-juta agar Dicap Sukses padahal Cuma Karjimut di Jogja atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 10 Maret 2026 oleh

Tags: freelancekerjakerja di kotaLebaranmerantaumerantau ke kotaMudikorang tuapilihan redaksisepupuTetangga
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Pesan Menohok dari Ibu: Saat Doa Menjadi Satu-satunya Kuliah, Permintaan dan Jangan Sampai Tiang Itu Roboh di Perantauan MOJOK.CO
Sekolahan

Ortu Rela Melepas Anaknya Kuliah Mengejar Mimpi, tapi Dihantui Rasa Takut Salah Pergaulan di Perantauan

31 Juli 2026
Hal-hal yang bisa ditemukan di warung madura tapi tidak dimiliki di Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih MOJOK.CO
Catatan

Hal-hal yang Bisa Ditemukan di Warung Madura tapi Tidak Ada di Koperasi Desa (Kopdes), Cukup “Berlainan” jika Disandingkan

28 Juli 2026
Sekolah, Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri MOJOK.CO
Esai

Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri

23 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO
Sehari-hari

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kekerasan di matraman, kos di jakarta.MOJOK.CO

Warga vs Warga, Mengapa Kekerasan di Tingkat Tapal Terus Berulang?

28 Juli 2026
Sekolah, Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri MOJOK.CO

Memilih Sekolah Mahal demi Selamatkan Pergaulan Anak di Desa, Malah Dicap “Sok Kaya” dan Egois oleh Tetangga

27 Juli 2026
Akhiri Kemitraan Semu, Saatnya Lindungi Hak Ojol melalui Kategori Pekerja Ketiga MOJOK.CO

Akhiri Kemitraan Semu, Saatnya Lindungi Hak Ojol melalui Kategori Pekerja Ketiga

25 Juli 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Desa adalah Tempat Ideal Buat Nine to Five: Gaji “Utuh”, Mental Sehat, asalkan Memegang 3 Prinsip Ini

28 Juli 2026
Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru MOJOK.CO

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru

29 Juli 2026
Tren selebrasi di panggung wisuda seperti minta difotoin rektor ala wisudawati UINSA: mengejar atensi maya hingga pergeseran batas hierarki formal MOJOK.CO

Difotoin Rektor: Selebrasi Wisuda biar Berkesan, Atensi Maya, dan Pergeseran Batas Hierarki Formal

30 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.