Kemenangan tim Balai Yasa atau petugas KAI sebagai juara pertama Lomba Tarik Lokomotif dalam rangka HUT ke-81 KAI tak terlepas dari dukungan kawan seperjuangan pada setiap pertandingan.
***
Teguh (39) selaku perwakilan tim dari Balai Yasa Yogyakarta berujar kunci kemenangan mereka berasal dari teknik penarikan lokomotif yang tepat. Selain itu, kekompakan anggota yang terdiri dari Johan, Slamet, Yudha, Gilang, Catur, Gufron, Isbudiman, Ganang, Zufron, Supriyadi, Setya Adi, Slamet, Teguh, Maryono pun menjadi penting.
“Dalam bekerja, kami selalu menyesuaikan diri dengan karakter insan PT Kereta Api Indonesia yaitu CITAR (Commitment, Integrity, Teamwork, Accountability, Responsibility),” kata Teguh kepada Mojok usai bertanding di babak final.
“Pada huruf T yakni teamwork, insan KAI membangun kerja sama, bersinergi dengan berbagai pihak dan latar belakang yang berbeda,” tegasnya.
Begitu pula tim Balai Yasa yang terdiri dari perempuan saat melawan tim gabungan Anak-anak Perusahaan KAI. Heni Hayati (49) sebagai salah satu perwakilan tim berujar, lomba tarik lokomotif dalam peringatan HUT ke-81 KAI ini kuncinya adalah kompak.
“Kekompakan dan koordinasi tim yang solid, serta motivasi yang sama yakni kemenangan,” ucap Heni antusias.
Selain kekompakan tim dari lomba tarik lokomotif Balai Yasa, sorakan dari teman seperjuangan mereka yang mendukung dari samping arena laga juga memiliki peran penting.
Sebab, Teguh tak menampik ada perasaan waswas sebelum melawan tim dari instansi lain, salah satunya tim Korem 072 Pamungkas di babak final, mengingat fisik mereka yang juga luar biasa. Meski begitu, tim Balai Yasa berhasil meraih juara 1 tanpa cedera.
“Kami bisa menang karena kami semua tarikannya kompak, kuat, kencang, serta juga banyak suport dari teman-teman jadi kami semua semangat,” jelas Teguh.
Di sisi lain, beberapa tim lawan tampak kelelahan hingga harus dibopong teman-temannya. Salah satu dari mereka juga mengalami kram di kaki dalam pertandingan sebelumnya hingga sempat dirawat tim medis.
Meski begitu, tim Korem 072 Pamungkas tersebut masih dapat melanjutkan pertandingan sampai final.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih berujar lomba tarik lokomotif yang menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 KAI ini diharapkan mampu mempererat sinergi antara KAI Daop 6 Yogyakarta dengan seluruh stakeholder yang telah mendukung dan berkolaborasi selama ini.
“Lokomotif seri CC 201 yang masing-masing bobotnya 84 ton ini sangat erat kaitannya dengan karakteristik KAI sebagai salah satu penggerak kemajuan transportasi. Lomba tarik lokomotif ini juga merupakan upaya kolektif dan kolaborasi lintas stakeholder yang harus terus digalang,” kata Feni.
Penulis: Aisyah Amira Wakang
Editor: Muchammad Aly Reza
LIHAT JUGA: Setahun Tolak MBG, Panci Penyok Berpantat Hitam Jadi Simbol Protes Emak-emak di Jogja atau konten Membidik Cerita (foto jurnalistik) Mojok lainnya di rubrik Bidikan
