Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Bidikan

Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
9 Februari 2026
A A
Pembeli di Pasar Jangkang, Sleman. MOJOK.CO

Pembeli di Pasar Jangkang, Sleman menunggu jemputan. MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pasar Jangkang di Widodomartani, Ngemplak, Sleman tak pernah sepi pembeli. Pasar tradisional ini tetap hidup di tengah modernisasi. Setiap sudutnya berisi interaksi hangat di antara pedagang dan pembeli.

Di pinggir jalan dekat pintu pasar, seorang ibu yang baru saja berbelanja tampak menunggu sang suami untuk menjemputnya. Tak lama kemudian, dia lantas tersenyum setelah melihat sosok yang dia tunggu akhirnya tiba sambil mengendarai motor.

Pedagang ikan di Pasar Jangkang, Sleman. MOJOK.CO
Pedagang ikan sedang melayani pembeli. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Di sisi samping dekat parkiran, beberapa lapak pedagang tampak ramai didatangi pembeli. Salah satu lapak yang paling ramai dikerubungi ibu-ibu adalah lapak ikan. Di antara mereka, terdapat dua orang pedagang yang tampak kewalahan meladeni pembeli. Namun, senyum mereka tetap merekah.

Sementara itu, suasana di dalam Pasar Jangkang tak kalah riuh. Jalanan satu arah yang merupakan pemisah tiap kios hampir selalu terjamah. Saya dan salah satu kru Mojok bahkan ikut mengantre untuk berburu makanan tradisional Bakmi Capcay Bu Puji pada Kamis Wage (5/2/2026). 

Para pedagang di luar bangunan. MOJOK.CO
Suasana Pasar Jangkang, Sleman di area luar. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Sengaja kami pilih hari itu karena konon, Pasar Jangkang lebih ramai saat Wage–hari ketiga dalam siklus pasaran Jawa atau pancawara. Secara filosofis, Wage kerap dihubungkan dengan warna hitam dan arah Utara. 

Barangkali, itu juga yang menyebabkan Pasar Jangkang yang terletak di ujung utara Sleman ini jadi sangat hidup setiap kali pasaran Wage tiba. Meski begitu, pasar tradisional ini tetap buka setiap hari.

Puji pedagang bakmi dan capcay. MOJOK.CO
Puji sudah 4 tahun menjual bakmi dan capcay di Pasar Jangkang, Sleman. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Puji (33), pedagang bakmi dan capcay yang sedang kami tunggu pesanannya mengaku lebih sering jualan saat Legi, Pon, dan Wage karena saking ramainya pelanggan. 

“Saya juga kurang tahu ya alasannya kenapa harus Wage, tapi katanya memang sudah tradisi. Banyak juga pedagang selain saya yang benar-benar jualan itu saat Wage,” ucap Puji sembari melayani pembeli yang silih berganti hingga giliran kami tiba.

Bahkan khusus di Minggu Wage, pembeli bisa melihat berbagai macam dagangan, seperti gerobak sapi yang dihias dengan cat warna-warni dan pernak-pernik, ratusan domba dan kambing dari peternak, hingga pedagang klitikan atau barang-barang lawas.

Para pedagang di Pasar Jangkang, Sleman. MOJOK.CO
Ramainya suasana Pasar Jangkang, Sleman pada Kamis Wage. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Di hari biasa, pengunjung bisa menjumpai jajanan tradisional yang dijual Puji, sayur-sayuran, buah, ramuan herbal tradisional jamu dan parem kendi, perlengkapan kebun dan ternak, pakaian, tanaman, hingga layanan jasa jahit.

Tak hanya jenis barang dagangannya yang beragam, pedagang pasar ikan, Anggono Catfish berujar Pasar Jangkang jadi satu-satunya pasar tradisional yang paling siap menghadapi pandemi, hingga mendapat penghargaan dari Disperindag. Dengan begitu, laju perekonomian warga Sleman tetap stabil.

Anggono Catfish. MOJOK.CO
Anggono Catfish, sudah 40 tahun lebih menjual ikan di Pasar Jangkang, Sleman. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

“Kami punya 7 posko dengan fasilitas yang bagus waktu itu, seperti tempat cuci tangan, sarung tangan plastik, dan masker,” ucap Anggono yang sudah 40 tahun ini menjadi pedagang ikan di Pasar Jangkang.

“Sebagai panitia satgas, saya juga memastikan teman-teman pedagang dan pengunjung menggunakan menjaga jarak,” lanjutnya, yang sudah menggunakan QRIS untuk pembayaran.

Seorang ibu di Pasar Jangkang, Sleman. MOJOK.CO
Seorang suami menjemput istrinya dengan sepeda motor. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Pada akhirnya, Pasar Jangkang berhasil menjaga napas kehidupan warga di Sleman. Ia bukan sekadar denyut perekonomian, tapi juga bukti bahwa sifat hangat manusia masih punya ruang di tengah modernitas. 

Iklan

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Pasar Petamburan Jadi Saksi Bisu Perjuangan Saya Jualan Sejak Usia 8 Tahun demi Bertahan Hidup di Jakarta usai Orang Tua Berpisah atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 8 Februari 2026 oleh

Tags: jajanan pasarjajanan tradisionalPasar Jangkangpasar tradisionalPasar Wage Jangkangsleman
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik MOJOK.CO
Pojokan

Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY

26 April 2026
Suasana Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Klaten. MOJOK.CO
Bidikan

“Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

17 Maret 2026
Naik Travel dari Jogja ke Surabaya Penuh Derita, Nyawa Terancam (Unsplash)
Pojokan

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya, Niatnya Ingin Tenang Berakhir Penuh Derita dan Nyawa Terancam

13 Maret 2026
Anak rantau di Jogja pilih jadi marbot. MOJOK.CO
Sehari-hari

Derita Anak Rantau di Jogja: Sulit Cari Kos Murah, Nyaris Terjebak Dunia Gelap, hingga Temukan “Berkah” di Masjid

6 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jawa Tengah dan Bappenas bersinergi dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Pantura dan Pansela MOJOK.CO

Pembangunan Infrastruktur Pantura dan Pansela Jadi Prioritas karena Jateng Punya Banyak Potensi Ekonomi

9 Juni 2026
Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja MOJOK.CO

Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja

8 Juni 2026
Ketika Hukum Mandul dan Sang Jenderal Jagal Terus "Menyangkal", Hantu Masa Lalu Datang Memberi Keadilan.MOJOK.CO

Ketika Hukum Mandul dan Sang Jenderal Jagal Terus “Menyangkal”, Hantu Masa Lalu Datang Memberi Keadilan

10 Juni 2026
Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) perlu menghidupkan kembali adab yang selama ini menjadi ciri khas pesantren, tidak cukup perbaikan sistem MOJOK.CO

NU Perlu Hidupkan Tata Krama Organisasi di Tengah Dinamika yang Semakin Kompleks, Perbaikan Sistem Saja Tak Cukup

7 Juni 2026
Ide Usaha Minyak Jelantah: Kotor, tapi Untung Jutaan per Bulan MOJOK.CO

Bisnis Pengepul Minyak Jelantah: Ide Usaha yang Nggak Populer tapi Bisa Untung Jutaan per Bulan

9 Juni 2026
Sejumlah titik ruas jalan rusak di Jawa Tengah (Jateng) dapat perbaikan di 2026 MOJOK.CO

Jalan Rusak di Jawa Tengah Dapat Perbaikan di 2026: Rusak Berat Diprioritaskan, Pengerjaan Dilarang Asal-asalan

5 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.