Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Aktual

Sebening Senja, Single Baru yang Membawa Letto “Hidup” Kembali

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
21 Januari 2025
A A
Sebening Senja, Single Baru yang Membawa Letto "Hidup" Kembali.MOJOK.CO

Sebening Senja, Single Baru yang Membawa Letto "Hidup" Kembali (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Setelah empat tahun senyap (kalau tak mau dibilang hiatus) dari blantika musik, Letto kembali menelurkan karya di awal tahun 2025 ini. Karya tersebut beruba single terbaru berjudul “Sebening Senja”.

Jelas, ini menjadi kabar bahagia bagi para penggemar band asal Jogja tersebut.

Saya sendiri bukan merupakan die hard Letto. Tapi jujur, lagu-lagu dari band yang digawangi oleh Sabrang Mowo Damar Panuluh alias Noe ini belum pernah gagal kalau urusan memanjakan telinga.

Tak cukup pada urusan sopan masuk telinga, lagu-lagu Letto belakangan kalau mau digali maknanya, nyatanya cukup dalam. Bahasa kiwarinya: lebih dari urusan cinta-cintaan sesama manusia, tapi lebih dari itu.

Makanya, ketika Letto merilis “Sebening Senja” dalam pada Senin (20/1/2025), saya cukup antusias. Saya juga mulai bertanya-tanya, “filosofi” apa lagi yang akan dimasukkan dalam lagu itu.

Terakhir Letto me-launching lagu adalah pada 2020 lalu berjudul “Fatwa Hati”. Dan, sama seperti lagu mereka yang lain: membedah makna tiap petikan liriknya lebih mengasyikan daripada mengulik melodi indah yang dibikin Agus Riyono alias Patub, sang gitaris.

Perjalanan jiwa manusia untuk mencari jawaban

Persis seperti hipotesis saya di awal. Lirik dan makna lagu terbaru Letto, “Sebening Senja”, tak mungkin berhenti pada aspek cinta-cintaan antarmanusia. 

Atau setidaknya, kalau mendengar kata “senja”, top of mind kita adalah indie, warung kopi, dan lagu-lagu tiga kunci kesukaan Gen Z. Nyatanya, Noe, sang vokalis, punya definisi lain soal senja itu sendiri.

“Senja itu tentang kedewasaan, ujung dari sebuah kematangan. Sudah selesai dengan semua hal, tinggal menunggu matahari tenggelam dan gelap,” jelas Noe dalam sesi srawung media di Syini Kopi, Kadipiro, Jogja, Senin (20/1/2025).

Sebening Senja, Single Baru yang Membawa Letto "Hidup" Kembali.MOJOK.CO
Makna lagu “Sebening Senja” Letto lebih dari senja yang dipikiran anak-anak indie (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Akan tetapi, Noe sebagai pencipta lagu, mengaku lupa soal detail penulisan liriknya. Sebab, prosesnya sendiri cukup lama, beberapa kali mengalami perbaikan sampai akhirnya mendapat momentum perilisan.

Namun, Noe memastikan bahwa lagu ini mungkin akan relate bagi setiap orang karena berangkat dari momen yang sebagian besar pernah dialami manusia. “Sebening Senja” mengisahkan perjalanan jiwa seseorang untuk mencari jawaban kehidupan, yang pada akhirnya menemukan keajaiban dalam pencariannya sendiri. 

“Seperti embun yang merindukan fajar, tapi justru menemukan keindahannya dalam kelembutan pagi,” ucap Noe, menganalogikannya.

Petikan lagu “Sebening Senja” yang Noe kutip berikut ini:  

“Tak pernah aku menyesali.. perjalanan yang kulewati.. ‘tuk memahami.. kata hati.. yang memanggil-Mu tak berhenti….” juga punya arti mendalam bagi manusia.

Iklan

“kata ‘Mu’ di lirik tersebut ‘kan bisa berarti banyak. Bisa ‘Mu’ yang Maha Kuasa, atau orang tersayang, atau siapa saja. Tapi ‘Mu’ di sini menemani orang tersebut dalam perjalanan menghadapi besarnya sebuah cinta yang baru saja dimulai.”

Letto membebaskan ruang interpretasi pendengar

Tak cuma untuk urusan lirik. Makna mendalam juga terlihat dari video klip “Sebening Senja” yang akan rilis dua pekan setelah format audionya beredar.

Untuk urusan video musik, Letto menggandeng Bagoes Kresnawan, sutradara dari Gelora Abadi Sentosa Indonesia (GAS.ID). 

Sebening Senja, Single Baru yang Membawa Letto "Hidup" Kembali.MOJOK.CO
Letto membebaskan pendengar punya interpretasi sendiri atas lagu “Sebening Senja” (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Menurut Noe, video klip tersebut nantinya akan menggambarkan dinamika antara ayah dan anak. Namun, Letto tetap membuka ruang bagi pendengar untuk menemukan interpretasi personalnya masing-masing. “Seperti senja yang memberikan warna berbeda di setiap harinya, setiap pendengar akan menemukan warna makna yang berbeda dalam lagu ini,” ujar Noe. 

Bagoes, yang juga hadir di acara srawung media tersebut, juga mengaku diberi kebebasan untuk merancang konsep video klip. Menurutnya, Letto hanya memberinya materi lagu tanpa diberi penjelasan mengenai makna di dalamnya.

“Jadi, saya hanya menerjemahkan isi liriknya sesuai interpretasi saya sendiri, karena itu yang diminta Letto,” jelas Bagoes. 

Selain Bagoes, gitaris Letto, Patub, menambahkan bahwa band-nya juga menggandeng Sasi Kirono dari Satrio Piningit Studio untuk mixing dan mastering. Langkah ini pun tergolong kurang lazim mengingat selama ini Letto selalu mengerjakannya sendiri.

“Alasan kami memilih Sasi karena beliau mampu menyuguhkan komposisi lagu yang sesuai dengan perkembangan era sekarang. Biar dapat nuansa yang lebih baru,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: “Prahara Jenggala”: Ikhtiar Down For Life Suarakan Perjuangan Masyarakat Dayak Melawan Penghancuran Hutan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 21 Januari 2025 oleh

Tags: band jogjalagu baru lettolagu lettolettoletto bandsebening senja
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

putcast dhedot dan kepala suku mojok
Video

Dhedot: Perjalanan Meninggalkan Zona Aman dan Menemukan Suara Baru di Semarai

4 November 2025
Merayakan Manifesto band Jenny, band legendaris dari ISI Yogyakarta MOJOK.CO
Seni

Merayakan Manifesto Jenny

26 Juli 2025
Merayakan Karya dan Kembalinya Legenda di CherryPop 2024.MOJOK.CO
Panggung

Merayakan Karya dan Kembalinya Legenda di CherryPop 2024

3 Agustus 2024
album kedua olski mojok.co
Hiburan

Album Kedua Olski ‘Good Morning’ Rilis Setelah 6 Tahun, Lebih Dewasa tapi Tetap Menggemaskan

3 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kuliner khas Minang, rendang, di rumah makan Padang di Jogja rasanya berubah jadi kuliner Jawa

Nasi Padang Versi Jogja “Aneh” di Lidah, Makan Rendang Tanpa Cita Rasa Gurih dan Asin karena Dominasi Kuliner Manis Jawa

16 Maret 2026
Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang MOJOK.CO

Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

20 Maret 2026
Mudik Lebaran mepet dari Jogja dengan kereta demi kumpul keluarga

Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

19 Maret 2026
Ada potensi anomali ketika wisata Jogja diserbu 8,2 juta wisatawan. Daya beli rendah, tapi ada ancaman masalah MOJOK.CO

Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

19 Maret 2026
Mudik Gratis dari BUMN 2026. MOJOK.CO

Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang

18 Maret 2026
Ambisi jadi PNS di usia 25 demi hidup sejahtera. Malah menderita karena perkara gadai SK MOJOK.CO

Jadi PNS Tak Bahagia Malah Menderita, Dipaksa Keluarga Gadai SK Demi Puaskan Tetangga dan Hal-hal Tak Guna

16 Maret 2026

Video Terbaru

Catatan Tan Malaka tentang Perburuan Aktivis 1926 yang Terlupakan

100 Tahun Naar De Republiek: Catatan Gelap Tan Malaka

20 Maret 2026
Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif

Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif

20 Maret 2026
Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.