Hancur Hati Ibu: Amat Percaya ke Daycare LA Jogja dan Suka Kasih Tip ke Pengasuh, Anak Saya Justru Dibuat Trauma Serius

Dugaan penganiayaan anak di daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja MOJOK.CO

Ilustrasi - Dugaan penganiayaan anak di daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja. (Freepik)

Apa yang terjadi di daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja, benar-benar membuat hancur dan trauma para ibu korban. Perbuatan tenaga pengasuh (biasa dipanggil “Miss”) di sana membuat banyak orang mengernyit: Kok ada manusia sekeji itu pada anak-anak? Terlebih anak orang yang dititipkan dengan penuh kepercayaan. 

***

Daycare Little Aresha, Kota Jogja, memang tampak meyakinkan. Apalagi jika melihat struktur organisasinya: diisi oleh orang-orang “berpendidikan”. Tidak pelak jika banyak orang tua yang yakin menitipkan anak di sana, saat orang tua harus tetap bekerja. 

Namun, kenyataan pahit yang kemudian terbongkar membuat para ibu dan orang tua di Jogja benar-benar merasa hancur dan terluka. 

Shevinna, salah satu ibu korban bercerita kepada Mojok, satu bulan ini anaknya memang tidak sedang berada di daycare Little Aresha, karena sedang berada di rumah eyang. Rencananya baru akan masuk lagi pada Juni 2026 nanti. Namun, tiba-tiba kabar buruk tentang dugaan penganiayaan di daycare itu mencuat dan sampai di telinga Shevinna, sangat meremukkan hatinya.

Percayakan anak di daycare Little Aresha Kota Jogja karena atribusi meyakinkan para pengasuh

Shevinna memasukkan anaknya ke daycare Little Aresha, Kota Jogja, sejak anaknya masih bayi. Salah satu alasan ia memilih daycare Little Aresha adalah karena temannya juga memasukkan sang anak di daycare tersebut. 

“Dan temenku udah sempat survei tempatnya sampai ke dalam. Katanya oke. Tapi orang tua tuh bisa survei sampai ke dalam sebelum masukin anaknya ke situ cuman pas HARI LIBUR. Jadi tidak ada anak-anak di dalamnya gitu. Nggak  bisa tiba-tiba datang dan harus banget janjian dulu sama yang punya,” tutur Shevinna kepada Mojok, Sabtu (25/4/2026) petang. 

Demi menjamin kenyamanan dan keamanan anak, Shevinna kemudian mengulik tentang daycare tersebut. Ia akhirnya yakin karena memang atribusi orang-orang di dalamnya adalah orang-orang berpendidikan. Hal lain yang membuatnya yakin adalah karena Ketua Yayasan dari daycare tersebut dikenal agamis. 

Jadi aku mikirnya dia nggak akan berani mengelola daycare asal-asalan banget. Karena dia pasti tahu dong konsekuensinya gimana,” tuturnya. 

Perbuatan “Miss” di daycare Little Aresha Kota Jogja bikin hancur dan trauma 

Terbongkarnya dugaan perbuatan keji pada anak-anak di daycare Little Aresha, Kota Jogja, tidak ayal membuat Shevinna sampai tremor. Sebab, pemberitaan dugaan penganiayaan pada anak-anak lantas membuat kondisi-kondisi ganjil dari sang anak yang selama ini Shevinna dapati menjadi sangat masuk akal. 

“Anakku lebam dan merah-merah. Aku kira benar karena tabrakan sama temannya. Apalagi anakku memang aktif sekali. Terakhir emang anakku ada lebam tipis di pipi. Dan  itu Miss-nya nggak ada laporan. Itu persis sebelum lebaran,” ungkap Shevinna.

“Aku pikir mungkin anakku jalan nggak lihat-lihat lalu ketatap (terbentur) mainan atau semacamnya. Karena memang anaknya super aktif,” lanjutnya.

Bagaimana tidak hancur. Selama ini Shevinna sudah sangat percaya dengan daycare tersebut. Ia bahkan gemar memberi uang lebih (tip) untuk Miss yang mengasuh.

“Harapannya (uang tip itu) bisa menghapus lelah mereka merawat anak saya. Tapi kok di dalam sana malah mengerikan,” tuturnya.

Efek traumatis dari perilaku “tak wajar” anak

Shevinna akhirnya menyadari, perilaku ganjil yang terjadi pada sang anak sejak dititipkan di daycare Little Aresha ternyata merupakan efek traumatis dari perlakuan Miss di sana. 

“Ada orang tua lain yang bilang anaknya suka nyakitin diri sendiri kalau tantrum. Persis banget, anak aku juga gitu kalau tantrum. Bahkan waktu aku tegur dia salah, aku cuman bilang, ‘No nggak boleh ya.’ Dia juga pukul dirinya sendiri,” papar Shevinna. Saat tidur pun sering mengigau: tiba-tiba nangis, tiba-tiba marah. 

“Aku pikir cuman fase atau karena memang kecapekan. Ternyata anak lain di Little Aresha juga gitu,” imbuhnya. 

Tidak hanya itu, kata Shevinna, sang anak juga kesulitan menirukan bicara. Bahkan susah diajari bicara. Ketika diajak belajar pun tidak fokus. Anaknya pun lambat laun juga punya kecenderungan takut bertemu orang dewasa.

Kini Shevinna akhirnya tahu penyebabnya, setelah sebelumnya hanya bisa menduga-duga. Sebab, saat sang anak dititipkan di rumah eyangnya belakangan ini, ternyata sang anak mengalami perkembangan cukup pesat, terutama dalam hal bicara.

Menyadari trauma yang dialami sang anak, kini Shevinna akan lekas membawa sang anak ke psikolog anak untuk observasi dan penanganan lanjutan.

Shevinna menjadi salah itu ibu korban yang vokal membagikan kesaksian di Threads. Saat Mojok hubungi, ia mengabarkan bahwa saat ini ia tengah berupaya mendapatkan keadilan atas tindak aniaya yang diterima anaknya. 

Usai penggerebekan daycare itu viral, Shevinna sempat mengirim pesan ke Ketua Yayasan daycare Little Aresha. Tapi pesan tersebut tidak direspons.

“Sejauh ini aku sama beberapa wali murid berencana menuntut proses hukum. Kami juga menuntut ganti rugi,” tegasnya.

Hati hancur: pulang kerja tahu fakta kalau anak sampai diikat di daycare

Ibu korban lain, Annisa, berniat menjemput bayi 9 bulannya selepas bekerja pada Jumat (24/4/2026) pukul 16.40 WIB. 

Begitulah rutinitas normal Annisa sejak bayinya dititipkan di daycare Little Aresha, Kota Jogja, enam bulan terakhir. Selama ini, ia tidak pernah terbayang situasi buruk di dalam daycare tersebut. 

“Sampai tikungan (menuju lokasi) udah bingung kok ramai banget. Sampai sana langsung dijelasin sama Polwan yang di sana, dilihatkan video di hp Polwannya. Badan gemeter banget pas lihat video ternyata ada anakku yang diiket sampai nangis sesegukan,” terang Annisa dalam cerita tertulis yang ia bagikan

Seketika hatinya hancur dan sesak nafas. Ia melihat dalam video tersebut ada 6 bayi berjejer di atas playmate diikat kakinya tanpa baju, hanya pakai diapers. 6 bayi itu nangis, haus, dan tampak kedinginan. 

“Di video selanjutnya ada adik-adik yang sudah di atas 2 tahun dengan keadaan sama diikat di pintu, jendela, di playmate,” jelas Annisa. Benar-benar pemandangan yang tidak manusiawi. 

Cerita nyaris serupa juga dituturkan akun Tittaa di Threads. Ia mengaku, selama ini ia selalu menemukan  lebam di kaki anaknya, di bagian tulang kering. Ia pikir itu karena sang anak jatuh sendiri, atau pas lari-lari tidak sengaja kejedot. 

Selain itu, anak Tittaa selalu pulang dengan keadaan kelaparan dan kehausan. Ia pikir itu mungkin karena aktivitas bersama teman-temannya memang menguras tenaga, sehingga  wajar kalau laper lagi.

“Anakku selalu pilek! Aku masih berpikir karena mungkin temen-temennya juga lagi pilek, makanya dia ketularan lagi. Anakku gelisah waktu tidur dan aku masih mengira itu karena efek kelelahan,” kata Tittaa dikutip Mojok atas seizinnya. 

“Anakku pernah bener-bener tantrum dan ketakutan pas dianter sekolah. Dan dia akhirnya berani bilang kalau Miss-nya galak. Pas aku konfirmasi ke “mereka”, dengan biasa jawaban yang halus dan sok-sok memberi solusi dengan menyelipkan cerita tentang anak-anak mereka,” lanjutnya. 

Kini ia yakin, apa yang ia dapati dari kondisi sang anak adalah karena trauma: stres dan tertekan atas perlakuan yang diterima di daycare. 

Ternyata tidak berizin?

Dugaan kasus penganiayaan anak di daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja terbongkar usai penggerebekan yang dilakukan oleh Satuan Reserse  Polresta Yogyakarta pada Jumat (24/4/2026), sekitar pukul 14.00 WIB. 

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, mengatakan, penggerebekan daycare tersebut bermula dari laporan mantan karyawan

“Awalnya dari karyawannya itu melihat bahwa perlakuan terhadap bayi atau anak yang dititip itu kurang manusiawi,” kata Pandia dalam keterangannya pada awak media, Sabtu (25/4/2026). 

Saat ini, pihak Polresta Yogyakarta tengah melakukan pengusutan terkait dugaan penganiayaan terhadap anak di daycare tersebut. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta, Retnaningtyas, mengungkapkan bahwa daycare Little Aresha ternyata tidak berizin. 

“Kami sudah cek di Dinas Pendidikan maupun ke Dinas Perizinan. Daycare itu memang belum ada izinnya,” terangnya kepada wartawan, Sabtu (25/4/2026). 

Atas situasi traumatis yang dialami oleh anak-anak yang menjadi korban, Retna memastikan akan melakukan pendampingan psikologi maupun konselor hukum. 

“DP3AP2KB bersama Dinas Pendidikan juga mulai melakukan pendataan terhadap seluruh daycare di Kota Yogyakarta. Ini sebagai langkah evaluasi menyeluruh,” tegasnya. 

Penulis: Muchamad Aly Reza

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: Bayangkan Kalau Korban adalah Ibumu, Itu Nasihat Paling Nggak Guna bagi Pelaku Kekerasan Seksual atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Exit mobile version