Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Mengenal Aeshnina, ‘Greta Thunberg Asal Gresik’ yang Kampanyekan Gerakan Anti-Sachet Plastik

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
22 Februari 2023
A A
gerakan anti sampah plastik

Ilustrasi gerakan anti sachet plastik di sekolah yang dikampanyekan aktivis muda, Aeshnina. (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Awal 2022 lalu, remaja 14 tahun bernama Aeshnina menyurati Presiden Jokowi. Dalam surat tulisan tangan itu, poin yang ingin ia sampaikan sangat jelas: “Kurangi penggunaan sachet plastik di sekolah!”.

Gadis bernama lengkap Aeshnina Azzahra Aqilani ini menyebut, gerakan mengurangi sachet plastik bisa mulai dari lingkup sekolah. Ia mengusulkan, agar Presiden Jokowi mencanangkan gerakan “Sekolah Bebas Plastik & Kantin Sehat”, dengan menerapkan 5R (Refuse, Reduce, Reuse, Repurpose, Recycle).

Iklan

“Setiap kantin sekolah harus menyediakan makanan sehat alami yang tidak dikemas plastik. Lalu melarang makanan minuman saset yang bergizi rendah dan mengandung bahan tambahan kimia yang membahayakan kesehatan anak,” tulisnya, dalam surat tertanggal 9 Februari 2022 itu, yang diunggah di Instagram @aeshnina.

Lebih lanjut, perempuan yang mempunyai nama panggilan Nina ini mengatakan bahwa setiap sekolah juga wajib menegakkan larangan plastik sekali pakai. Ini termasuk aturan yang mewajibkan semua warga sekolah untuk bisa memilah sampah sesuai jenisnya.

“Caranya dengan sekolah wajib menyediakan tempat pengumpulan sampah terpilah serta mengolah sampah organik menjadi kompos dan ekoenzim di lingkungan sekolah,” sambungnya.

Nina juga meminta agar pembakaran sampah di sekolah dilarang untuk melindungi anak dari menghirup udara beracun dan partikel mikroplastik yang membahayakan kesehatan.

“Membakar plastik melepaskan racun abadi dioksin pemicu kanker dan menurunkan kecerdasan anak,” jelasnya.

Sekilas, aktivisme lingkungan yang Aeshnina lakukan mengingatkan kita pada aktivis cilik asal Swedia, Greta Thunberg, meski dalam skala yang lebih kecil.

Bahkan, sebelum menyurati Presiden Jokowi, Nina juga sempat mengirim surat yang berisi kritik ke pemimpin negara-negara maju. Surat ini menggemparkan dan bikin namanya melambung di mata internasional.

Aeshnina Surati pemimpin dunia

Keprihatinan Aeshnina atas banyaknya sampah plastik yang mengancam lingkungan bukan tanpa alasan. Plastik, yang berbahan dasar zat kimia, dapat memicu kanker. Namun, di Indonesia jumlahnya terus mengalami kenaikan.

Atas dasar inilah, di usia 12 tahun pada 2019 lalu—tiga tahun sebelum menyurati Presiden Jokowi—Nina dengan berani menyurati sejumlah pemimpin negara-negara Barat, seperti Jerman, Australia, hingga Amerika Serikat. Surat ini pun langsung mendapat sorotan.

Dalam surat berbahas Inggris dengan tulisan tangan itu, Nina meminta negara-negara maju itu untuk lebih peduli pada lingkungan. Salah satunya dengan berhenti membuang sampah-sampah plastik mereka ke negara berkembang, seperti Indonesia.

Iklan

“Ini surat untuk Tuan Presiden Trump, agar tidak mengekspor sampahnya lagi di Indonesia. Kenapa kita harus terkena dampak, seharusnya mereka mengurus sampah mereka sendiri,” tulis Nina kala itu.

Lantas, dari mana kepedulian Nina ini muncul? Ketika menghadiri temu wicara Kick Andy berjudul “Kaum Muda yang Bersuara” pada Maret 2022 lalu, Nina bercerita bahwa sejak kecil ia sudah akrab dengan isu lingkungan. Sang ayah, Prigi Arisandi, adalah pendiri komunitas Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton). Saat ini, Ecoton jadi rumah Nina dalam menyuarakan gagasannya.

“Yang Nina lakukan sehari-hari adalah meneliti mikroplastik di sungai dan air limbah. Nina dari kecil udah ikut sama mereka. Bahkan ikut demo ikan mati waktu saat masih TK,” kata gadis kelahiran Sidoarjo, 17 Mei 2007 ini.

Tak berhenti di Ecoton, ia menginisiasi pendirian River Warrior sebagai wadah untuk terus mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai. Komunitas ini memiliki visi untuk membebaskan sungai dari pencemaran sampah plastik.

“Kita mencegah agar masyarakat buang sampah ke sungai jadi kita edukasi lewat media sosial, ke sekolah-sekolah, dan menjelaskan ke ibu-ibu pakai poster,” jelasnya.

Dari Amsterdam ke Glasgow

Aktivisme Nina menarik perhatian global. Pada 6 November 2021 lalu, ia mendapatkan undangan sebagai pembicara termuda dalam forum Plastic Health Summit 2021 di Amsterdam, Belanda. Usianya baru 13 tahun saat itu dan hadir sebagai perwakilan dari Ecoton.

Kepada Detik, Nina menceritakan pengalaman tak terlupakan tersebut. Di hadapan para delegasi negara-negara di dunia, Nina mengungkapkan fakta tentang banyaknya sampah yang negara maju buang ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

“Kebanyakan warga Belanda bahkan baru tahu kalau sampahnya dibuang ke negara berkembang. Jadi saya melihat audiens ada yang menangis, ada yang kaget, ada yang senang,” ungkap Nina.

Tak hanya ke Belanda. Pada 28 Oktober 2022 lalu, Nina juga menghadiri forum United Nations Climate Change Conference (COP26) atau Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa Ke-26 di Glasgow, Skotlandia.

Di hadapan para delegasi, Nina dan rombongan menyuarakan aksi protes penolakan kemasan saset bersama break free from plastic dan Zero Waste Asia di zona biru.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Amanatia Junda

BACA JUGA Greta Thunberg, Remaja Paling Penting untuk Diteladani Saat Ini

Terakhir diperbarui pada 22 Februari 2023 oleh

Tags: Aeshina AzzahraAeshninaaktivis lingkungan mudaaktivis perempuangreta thunbergPemilu 2024Presiden Jokowisachet plastiksampah plastik
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Bintang Lima untuk Kemasan Paket: Konsumen Puas, Sampah Bubble Wrap Jadi Petaka Lingkungan MOJOK.CO

Bintang Lima untuk Kemasan Paket: Konsumen Puas, Sampah Bubble Wrap Jadi Petaka Lingkungan

22 Juli 2026
Bumiku Lestari: Inovasi Bank Sampah yang Bisa Ditukar dengan Bahan Makanan Sehat

Bumiku Lestari: Inovasi Bank Sampah yang Bisa Ditukar dengan Bahan Makanan Sehat

23 Oktober 2025
Paspampres menjaga rumah Jokowi di Solo. MOJOK.CO

Jalan Hidup Paspampres yang Mengawal Mantan Presiden Sepanjang Hayat

25 Februari 2025
Kiamat Sampah dan Hal-Hal Lain yang Mempercepat Bali Tak Layak Lagi Dikunjungi.MOJOK.CO

Kiamat Sampah dan Hal-Hal Lain yang Mempercepat Bali Tak Layak Lagi Dikunjungi

26 Desember 2024
Jokowi Adalah Harapan Palsu yang Cuma Bikin Sengsara MOJOK.CO

Rakyat Sudah Bosan dengan Jokowi si Harapan Palsu, Sudah Bosan dengan Kebijakan Asal Mau Asal Kebut

26 September 2024
Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pegawai Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih pinggir kuburan harus dibekali dengan keahlian supranatural hingga ilmu sosial MOJOK.CO

Keahlian-keahlian Vital untuk Pegawai Kopdes Pinggir Kuburan, Berguna buat Diri Sendiri dan Pembeli

13 Agustus 2026
Alumnus Peternakan UMM Kerja Jadi Manager di Australia. MOJOK.CO

Dulu Kuliah Tanpa Punya Laptop, Alumnus UMM Ini Buktikan Bisa Kerja di Australia sebagai Manajer Peternakan

11 Agustus 2026
Susahnya mahasiswa di kampus tanpa working space 24 jam: kerjakan tugas kuliah di kos burnout, ke coffee shop tidak punya uang MOJOK.CO

Susahnya Mahasiswa di Kampus Tanpa Working Space 24 Jam: Nugas di Kos Burnout, Ke Coffee Shop Tak Punya Uang

12 Agustus 2026
buku siswa sekolah.MOJOK.CO

Jangan Jadikan Pergantian Buku Pelajaran sebagai Proyek Politik Tahunan 

10 Agustus 2026
Kebisingan-kebisingan di desa yang sebenarnya wajar tapi kini dipermasalahkan karena narasi desa sebagai tempat slow living ideal MOJOK.CO

Hal-hal Wajar di Desa Jadi Dianggap Mengganggu Gara-gara Narasi Slow Living, Padahal Jadi Bumbu Kehidupan

14 Agustus 2026
Tercatat 1 juta lulusan S1 (sarjana) jadi pengangguran hingga terjebak pinjol karena hidup konsumtif MOJOK.CO

1 Juta Sarjana Jadi Pengangguran hingga Terpaksa Pinjol untuk Biaya Konsumtif, Apa yang Harus Pemerintah Lakukan?

11 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.