Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Ini Parpol dan Capres Pilihan Perempuan, ke Manakah Suara Mereka Diberikan?

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
14 April 2023
A A
pemilih perempuan mojok.co

Ilustrasi pemilih di pemilu (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Litbang Kompas telah melakukan survei terkait kecendrungan pemilih perempuan di Pemilu 2024. Ada beberapa catatan yang menarik dari rilis ini. Berikut ini datanya. 

Kelompok perempuan menjadi salah satu target potensial dan penting yang diincar parpol serta capres untuk mendulang suara pada Pemilu 2024.

Iklan

Kendati punya presentase yang lebih sedikit ketimbang laki-laki, tapi suara mereka dianggap penting mengingat selama ini belum banyak kebijakan dibuat yang mewakili keresahan perempuan.

Suara perempuan, sekaligus menjadi pemantik dari terealisasisikannya target representasi 30 persen kursi parleman bagi perempuan—yang selama ini belum dicapai.

Awal tahun 2023 ini, Litbang Kompas telah memetakan kecenderungan pilihan pemilih dalam Pemilu 2024 mendatang. Dari responden yang tersebar di 38 provinsi, 88,7 persen mengaku akan menggunakan hak pilih mereka.

Tentu, ini menjadi modal sosial bagi parpol untuk menaikkan elektabilitasnya. Terlebih, hasil survei juga menunjukkan bahwa mayoritas responden perempuan (72,3 persen) akan memilih capres, partai, dan caleg sekaligus.

Kriteria figur jagoan

Dalam laporan hasil survei berjudul “Capres Pilihan Pemilih Perempuan, Apa Daya Tariknya?”, Litbang Kompas merekam bahwa lebih dari sepertiga responden perempuan (37,4 persen) menyebut profil tokoh yang memiliki “pribadi sederhana dan merakyat” adalah faktor utama yang menjadi daya tarik dan sangat memengaruhi pilihan mereka.

Selanjutnya, sebesar 22 persen responden memilih tokoh yang “memiliki pengalaman dan prestasi sebagai pemimpin”. Misalnya, pernah menjadi kepala daerah, menteri, atau pemimpin lembaga negara.

Hal itupun selaras dengan kriteria 22,4 persen pemilih perempuan yang lebih menyukai calon presiden dengan latar belakang kepala daerah (gubernur/wali kota/bupati). Sementara birokrat (menteri, kepala lembaga negara), hanya mendapat dukungan 3,7 persen suara.

Adapun, sebanyak seperlima responden perempuan atau 21,1 persen lainnya juga menegaskan, “faktor ketegasan dan kewibaan calon presiden” menjadi daya tarik untuk dipilih.

Oleh karenanya, tokoh dengan latar belakang militer (TNI/Polri) sebagai representasi sosok yang tegas dan berwibawa juga palinh disukai. Sekitar 17,6 persen pemilih perempuan memilihnya.

Selain itu, tokoh agama juga menjadi pilihan 13,5 persen responden perempuan lainnya. Sementara tokoh masyarakat seperti pimpinan ormas, seniman, budayawan, bahkan artis masuk kriteria 7,6 persen responden.

Lantas, siapa capres yang mereka sukai?

Capres paling disukai

Laporan itu juga coba membedah pilihan perempuan di antara para capres yang namanya selalu masuk daftar teratas survei elektabilitas nasional.

Rata-rata, nama-nama seperti Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan, selalu berada di tiga besar survei elektabilitas nasional. Kendati demikian, Litbang Kompas menemukan bahwa presentase suara perempuan untuk ketiga capres tersebut cenderung lebih sedikit ketimbang suara laki-laki.

Secara umum, Ganjar Pranowo berhasil mendapatkan dukungan pemilih perempuan terbanyak dengan 21,1 persen, disusul Prabowo Subianto (15 persen), dan Anies Baswedan (12,5 persen).

Menariknya, bagi Ridwan Kamil yang elektabilitasnya berada di posisi keempat dengan 8,4 persen suara, di kalangan pemilih perempuan justru mendapat dukungan 12,5 persen. Angka ini sama dengan yang diperoleh Anies Baswedan.

Di samping itu, ada beberapa tokoh kandidat capres dengan elektabilitas di bawah 5 persen, tetapi mendapat suara dari pemilih perempuan lebih tinggi dari pemilih laki-laki. Mereka antara lain Sandiaga Uno (2 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (1,8 persen), dan Tri Rismaharini (1,5 persen).

Iklan

Parpol pilihan

Selain figur capres, Litbang Kompas juga memetakan parpol yang menjadi pilihan pemilih perempuan. Daftar ini tak banyak berubah dari survei secara umum, yang mana di mata mayoritas perempuan (20 persen), PDIP masih mendapat suara terbanyak.

Daftar tersebut kemudian diikuti Partai Gerindra dengan dukungan ebesar 12 persen, Partai Golkar (11,6 persen), dan Partai Demokrat (10 persen).

Sementara parpol-parpol yang mendapat dukungan perempuan di bawah 10 persen meliputi Partai Nasdem (7,3 persen), PKB (6,1 persen), PKS (4,8 persen), dan Partai Perindo (3,5 persen).

Adapun, parpol lainnya yang mendapat suara dari pemilih perempuan di bawah 3 persen, antara lain PAN dan PPP.

Hasil survei ini juga mengungkapkan bahwa meski latar belakang partai dan caleg yang diusung menjadi pertimbangan dalam memilih, pemilih perempuan cenderung mempertimbangkan calegnya daripada parpolnya.

Hampir sepertiga responden perempuan mempertimbangkan caleg yang diusung, sementara hanya 12 persen yang mempertimbangkan partai sebagai penentu pilihan.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA NasDem Kasih Lampu Hijau Pasangkan Anies-Mahfud MD, Bagaimana Sikap Koalisi?

Terakhir diperbarui pada 14 April 2023 oleh

Tags: pemilih perempuanPemilu 2024Survei Litbang Kompas
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
bayi prabowo gibran di sumatera selatan.MOJOK.CO

Kisah Bidan yang Membantu Persalinan Bayi Bernama Prabowo Gibran di Sumatera Selatan

16 Februari 2024
Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul 15.00 MOJOK.CO

Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul Tiga Sore

14 Februari 2024
mahasiswa ugm nyoblos di tps khusus.MOJOK.CO

Di TPS, Mahasiswa UGM Ekspresikan Kekecewaan Terhadap Pemfitnah Kampus pada Momen Nyoblos Pertama Kali

14 Februari 2024
Sialnya Warga Banjarsari Solo, Dekat Rumah Jokowi tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO

Surat Terbuka untuk Jokowi 2014, Tolong Selamatkan Kami dari Jokowi 2024

13 Februari 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)sebagaimana terjadi di Kalimantan tidak bisa direduksi sekadar memadamkan api, ada gambut yang rusak MOJOK.CO

Karhutla Terus Berulang karena Pihak Berwenang Cukup Puas Padamkan Api, Akar Masalah Tereduksi

24 Agustus 2026
ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026
Pelaku pembakaran hutan di Kalimantan dan titik lemah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia MOJOK.CO

Titik Lemah Penanganan Karhutla di Indonesia: 72 Orang Sengaja Bakar Hutan untuk Buka Lahan, Jadi Ancaman Ekosida

23 Agustus 2026
Peserta dalam ajang Klaten International Motocross di Sirkuit Bokong Semar, kawasan Rowo Jombor. MOJOK.CO

Anak Muda Asal Jawa Barat Kalahkan Crosser dari Australia di Ajang Klaten International Motocross

25 Agustus 2026
perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026
budidaya kenari

Perjuangan Bapak Hobi Kicau Mania: Dari Budidaya Kenari, Bisa Hantarkan Anak Meraih Gelar Sarjana 

26 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.