Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Daftar Ketua Umum PKB dari Era Gus Dur hingga Cak Imin

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
8 September 2023
A A
ketua umum pkb mojok.co

Logo PKB (setwan-dprd.lampugprov.go.id)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sejak pertama kali terbentuk, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah berganti sebanyak tiga kali. Partai yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama ini resmi mendeklarasikan diri pada 23 Juli 1998.

Selama seperempat abad mengarungi perpolitikan nasional, PKB sudah mengalami banyak lika-liku dan konflik, termasuk dualisme. Sejarah juga mencatat, pemilihan ketua umum yang baru pun tak lepas dari konflik-konflik internal yang terjadi dalam tubuh partai.

Iklan

Lantas, siapa saja sosok yang pernah memimpin PKB? Berikut adalah daftar Ketua Umum PKB dari masa ke masa:

#1 Matori Abdul Djalil (1998-2001)

Ketua Umum PKB pertama adalah Matori Abdul Djalil. Lelaki kelahiran Salatiga pada 11 Juli 1942 ini memimpin PKB ketika Gus Dur menjadi Ketua Umum Pengurus Besar NU (PBNU).

Karier politik Matori sudah gemilang sejak masa Orde Baru. Kala itu, Matori tergabung dalam Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan berhasil menduduki posisi Wakil Ketua DPRD Salatiga (1968-1971) serta anggota DPRD Jawa Tengah (1977-1987).

Selanjutnya, ia berhasil tembus ke Senayan dengan menjadi anggota DPR RI pada periode 1987-1997.

Saat PKB pertama dibentuk, Matori dipercaya menduduki jabatan ketua umum. Ia berhasil membawa PKB duduk di posisi tiga dengan meraup 13 juta suara nasional atau 12,62 persen. Ia pun didaulat sebagai Wakil Ketua MPR RI 1999-2001.

Tak hanya itu, Matori bersama PKB juga berhasil mengantarkan Gus Dur menjadi Presiden RI.

Sayangnya pada 2001 PKB alami dualisme. Gus Dur pun juga dimakzulkan oleh MPR RI pimpinan Matori. Imbasnya, Gus Dur lengser dari kursi presiden, sementara Matori malah diangkat sebagai Menteri Pertahanan di Kabinet Gotong Royong Presiden RI yang baru, Megawati (2001-2004).

Setelah keluar dari PKB, Matori tercatat lebih aktif di Partai Kejayaan Demokrasi (PEKADE). Di partai ini, ia menjabat sebagai ketua umum (2003-2007).

#2 Alwi Shihab (2001-2005)

Alwi Shihab merupakan Ketua Umum PKB kedua, menggantikan Matori yang turun imbas dari dualisme di tubuh partai. Lelaki kelahiran Rappang, Sulawesi Selatan, pada 19 Agustus 1946 ini sempat menjadi anggota DPR pada 1999 kemudian menjadi Menteri Luar Negeri—sebelum akhirnya jadi Ketum PKB.

Di bawah kepemimpinannya, pada Pemilu 2004 PKB tetap berada di peringkat tiga. Mereka memperoleh suara sebanyak 11.9 juta atau 10,56 persen. Meski demikian, jatah PKB di DPR RI tidak mengalami perubahan signifikan, hanya bertambah 1 kursi dari era Matori. PKB masih kalah dari Partai Golkar sebagai pemenang Pemilu.

Sayangnya, era Alwi Shihab di PKB tidak bertahan lama. Pasalnya, Rapat Pleno DPP PKB pada 26 Oktober 2004 memutuskan untuk mencopot Alwi karena alasan merangkap jabatan di pemerintahan pasca-lengsernya Gus Dur sebagai presiden. Sebab, Alwi Shihab menjabat Ketua Umum PKB sekaligus Menko Kesra di Era SBY.

#3 Cak Imin (2005-sekarang)

Muhaimin Iskandar alias Cak Imin merupakan Ketua Umum PKB yang menggantikan posisi Alwi Shihab pada 2005 lalu. Ia terpilih lewat Muktamar PKB di Semarang.

Iklan

Posisi Cak Imin sebagai ketum partai ini menarik: pertama, ia adalah ketum terlama sekaligus yang paling kontroversial; dan kedua, ia merupakan keponakan Gus Dur tapi malah berkonflik dengan Presiden RI ke-4 itu.

Lelaki kelahiran Jombang, 24 September 1966 ini awalnya menjabat Sekretaris Jenderal DPP PKB periode 2000-2005. Lalu, pada periode yang sama, Cak Imin berhasil menjadi Wakil Ketua DPRD di usia yang masih sangat muda, 33 tahun.

Sayangnya, ia harus berkonflik dengan Gus Dur. Konflik ini pun berlarut-larut hingga sekarang, saat Cak Imin telah mendeklarasikan diri sebagai bakal cawapres Anies Baswedan.

Cak Imin sempat dicopot dari jabatannya pada 2008 lalu karena dianggap tak loyal pada partai. Tak terima, ia bikin Muktamar Luar Biasa dan menyebabkan dualisme di tubuh PKB. Namun, pada Pemilu 2009 PKB versi Cak Imin diakui sebagai peserta yang sah. Cak Imin pun menjabat Ketum PKB hingga hari ini.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Dianggap ‘Mencuri’ PKB, Ini Sejarah Konflik Cak Imin vs Gus Dur
Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 8 September 2023 oleh

Tags: Cak IminGus DurKetua Umum PKBPemilu 2024pkb
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Soal Tanah dan Benih Pengetahuan di Tubuh NU MOJOK.CO
Esai

Soal Tanah dan Benih Pengetahuan di Tubuh NU: Masih Relevankah Isu-isu Moderasi Beragama?

7 Agustus 2024
Gus Dur di Balik Operasi Jahat Petrus dan Teror Gerhana Matahari Total
Video

Gus Dur di Balik Operasi Jahat Petrus dan Teror Gerhana Matahari Total

1 Agustus 2024
Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Sowan Gus Yusuf: Tanpa Ada Kekuatan Politik, Maka Kebenaran Akan Menjadi Sia-Sia
Video

Sowan Gus Yusuf: Tanpa Ada Kekuatan Politik, Maka Kebenaran Akan Menjadi Sia-Sia

28 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja MOJOK.CO

Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja

5 Agustus 2026
Derita jadi topping tongkrongan: niat bergaul biar tidak dicap nolep, tapi sering tidak dianggap saat nongkrong MOJOK.CO

Serba-serbi Jadi Topping Tongkrongan: Ikut Nongkrong biar Tak Dicap Nolep, Cuma Jadi Pelengkap dan Tak Dianggap

4 Agustus 2026
Putus pertemanan di lingkungan kantor yang toxic. MOJOK.CO

Putus Pertemanan dengan Rekan Kerja Toxic adalah Jalan Terakhir Saya Hidup Bahagia dari Drama Usia 30-an

5 Agustus 2026
Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja.MOJOK.CO

Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja

6 Agustus 2026
Cinta yang Tak Berbalas Bikin Perempuan Crush Recession hingga Belum Menikah. MOJOK.CO

Crush Recession: Jatuh Cinta Terasa Melelahkan, bikin Perempuan Malas Pacaran

4 Agustus 2026
Berkaca dari Kasus Yurizal, Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya punya empati MOJOK.CO

Berkaca dari Kasus Yurizal: Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya Berempati

7 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.