Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Anies Terancam Gagal Nyapres, Faktor Apa yang Menyebabkannya?

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
10 Mei 2023
A A
anies gagal nyapres mojok.co

Ilustrasi Anies Baswedan (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pencalonan Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden mendapat goncangan. Beberapa pihak menilai, bahwa pencapresan Anies bisa saja mengalami kegagalan.

Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, sekaligus orang yang dekat dengan Anies, yakni Amien Rais, bahkan telah mendeklarasikan dirinya akan mendukung Prabowo Subianto seandainya Anies gagal nyapres.

Iklan

“Kalau berandai andai very easy to answer, Pak Prabowo is always choice. Kalau tinggal Pak Prabowo dan Pak Ganjar, otomatis kita dukung Pak Prabowo. Sudah tahulah kelemahan dan kelebihannya,” kata Rais dalam pernyataannnya di Youtube Akbar Faisal Uncensored, dikutip Kamis (4/5/2023).

Meski pernyataan Amien Rais sifatnya “what if”, ia mengindikasikan satu hal: bahwa ada kemungkinan Anies bakal benar-benar gagal nyapres.

Klaim tersebut makin dikuatkan oleh mantan kader Partai NasDem, Zulfan Lindan, yang menyebut bahwa ia tak yakin koalisi sepenuh hati mendukung Anies sebagai capres.

“Sampai sekarang, konsisten tidak yakin bahwa piagam itu [Koalisi Perubahan] secara sungguh-sungguh untuk mencapreskan Anies,” ungkap Zulfan.

Meski klaimnya penuh dengan konflik kepentingan, sekali lagi ia mengindikasikan bahwa ada potensi Anies gagal maju sebagai capres pada Pemilu 2024 mendatang.

Lantas, batu sandungan apa saja  yang mungkin bisa menggagalkan Anies sebagai capres untuk pemilu mendatang?

Koalisi Perubahan yang terancam bubar

Salah satu faktor yang bikin Anies Gagal nyapres adalah bubarnya koalisi pengusungnya, yakni Koalisi Perubahan. Seperti diketahui, koalisi yang terdiri dari Partai NasDem, PKS, dan Partai Demokrat ini telah memenuh presidential threshold untuk mengajukan calon presiden mereka.

Namun, jika salah satu partai saja hengkang, ambang batas tersebut jadi tidak terpenuhi lagi, sehingga pencalonan Anies hampir dipastikan mengalami kegagalan.

Sejauh ini, koalisi belum sepakat terkait nama yang akan diusung sebagai calon wakil presiden (cawapres) Anies. Meski bergabungnya Partai Demokrat dapat dibaca sebagai penawaran Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai pendamping Anies, Partai NasDem masih menahan diri mengingat elektabilitas AHY yang jalan di tempat.

Semenjak isu koalisi besar lima partai awal bulan lalu, yang diikuti pencapresan Ganjar Pranowo oleh PDIP, banyak parpol melakukan manuver. Beberapa manuver parpol ini, salah satunya, menjadi pemicu dari goyangnya internal Koalisi Perubahan yang akhirnya bisa bikin mereka bubar jalan.

Misalnya, baru-baru ini terjadi pertemuan antara Partai Golkar dan Partai Demokrat. Kendati PKS meyakini pertemuan itu tak akan melemahkan koalisi, tapi sejumlah pihak justru menduga bakal muncul poros baru antara Airlangga Hartarto dan AHY.

Seperti diketahui, Partai Golkar baru saja ditinggal PPP yang merapat ke PDIP. Sementara AHY, butuh kepastian untuk menjadi cawapres.

Iklan

Pengamat politik Adi Prayitno pun meyakini, karena baik Partai Golkar maupun Partai Demokrat menginginkan ketumnya menjadi kandidat dalam pilpres, pasangan Airlangga-AHY pun berpotensi muncul.

“Ini sangat mungkin (soal pasangan Airlangga-AHY), bakal berlanjut soal kerjasama Golkar dan Demokrat,” jelasnya kepada Kompas, Kamis (4/5/2023).

Alot soal cawapres

Selain koalisi yang masih rapuh, berdebatan soal nama yang bakal mendapingi Anies bisa jadi persoalan lain. Partai Demokrat, sudah dipastikan akan mengajukan AHY sebagai pendamping Anies. PKS baru-baru ini merekomendasikan nama Ahmad Heryawan, dan Partai NasDem secara mengejutkan membicarakan potensi Mahfud MD sebagai cawapres.

Mahfud MD, yang belakangan santer dihubungkan, bahkan sampai mengingatkan jangan sampai koalisi terpecah karena masalah cawapres. Kata Mahfud, koalisi tersebut harusnya tetap terjaga karena sudah punya tiket capres dalam diri Anies.

“Saya sayang sekali, koalisi yang sudah punya tiket seperti Anies ini pecah hanya karena ingin calon pendampingnya dari luar, lalu merusak kekompakan, soliditas,” ujarnya.

Masalah serupa sebenarnya juga pernah disinggung Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali. Menurutnya, masing-masing partai koalisi harus mulai objektif terkait nama cawapres. Dan seandainya mereka masih ngotot soal pendamping Anies, situasi itu hanya bakal mempersulit koalisi.

“Kalau kita ngotot-ngototan koalisi ini nggak akan jadi. Demokrat ngotot AHY, NasDem ngotot umpamanya Khofifah, PKS ngotot siapa. Nanti ngotot-ngototan nggak ada yang jadi kan,” jelas Ali.

Sampai saat ini, nama cawapres Anies pun masih digodok dan tampaknya belum menemui titik terang.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Mengenal Organisasi Sayap Perempuan Milik Parpol Peserta Pemilu 2024 tulisan menarik lainnya di Kanal Pemilu

Terakhir diperbarui pada 10 Mei 2023 oleh

Tags: aniesAnies BaswedanPemilu 2024Pilpres 2024
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Tanggapan Mahasiswa Soal Pilpres 2024: Kecurangan Sudah Jadi Rahasia Umum!
Video

Tanggapan Mahasiswa Soal Pilpres 2024: Kecurangan Sudah Jadi Rahasia Umum!

23 Februari 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO
Esai

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri.MOJOK.CO

Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri

17 Juli 2026
Ilustrasi - Cerita bapak dulu bungah antar anak wisuda sarjana dari PTS Jogja, kini nelangsa antar anak susah cari kerja meski modal ijazah S1 MOJOK.CO

Cerita Bapak Dulu Bahagia Antar Anak Wisuda Sarjana, Kini Nelangsa Antar Cari Kerja Pakai Ijazah SMA karena S1 Tak Guna

19 Juli 2026
Mahindra Scorpio, mobil pick up mewahnya Koperasi Merah Putih MOJOK.CO

Pengalaman mengendarai dan mengomentari Mahindra Scorpio, mobil pick up Koperasi Merah Putih yang terlalu bagus di depan Pak Babinsa langsung

21 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
Konten Kreator Perjalanan dapat pelajaran hidup di Lombok. MOJOK.CO

Konten Kreator Perjalanan Nyaris Luntang-lantung karena Tak Punya Uang, Malah Menangis Saat Meninggalkan Lombok

21 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.