Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Konter

Jangankan Brand Baru, Brand Besar Seperti Samsung Saja Bisa Ketar-ketir dan Cemas Menghadapi Sepak Terjang Hape Poco

Di sisi lain, saat ini, belum ada brand lain yang bisa seniat Poco dalam memberikan hape price to perform dengan jaminan yang lebih all rounder. 

Aditia Purnomo oleh Aditia Purnomo
18 Oktober 2023
A A
Hape Poco: Smartphone yang Paling Bisa Bikin Samsung Cemas MOJOK.CO

Ilustrasi Hape Poco: Smartphone yang Paling Bisa Bikin Samsung Cemas. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Saya hampir selalu membeli hape Poco terbaru. Berdasarkan pengalaman itu, saya yakin mereka adalah brand yang bisa bikin Samsung cemas!

Sampai saat ini, saya tidak terlalu banyak menggunakan hape Poco. Dari seluruh produk mereka, saya menggunakan setidaknya 30% saja. Tidak banyak-banyak amat, tapi saya kira cukup untuk melihat progresivitas brand ini mengejar pasar di Indonesia. 

Hape Poco pertama yang saya beli tentu adalah Poco F1. Sebuah produk yang menggemparkan jagat perponselan saat itu. Saat itu, harganya di bawah Rp4,5 juta tapi Poco sudah menghadirkan hape dengan chipset Android terbaik pada masanya, yaitu Snapdragon 845. Ini sebuah gebrakan mantap yang membuat brand lain pusing. 

Poco F1 sendiri menjadikan performa sebagai jualan utama. Yah, mengingat pengalaman penggunaan saya terhadapnya cuma berkesan di sektor itu saja. Urusan kamera dan lainnya, ya terasa biasa saja. Benar-benar biasa. Untungnya, pada masa itu, saya hanya memainkan game PUBG Mobile.

Setelah itu, Poco merilis F2 Pro yang juga menarik dari sisi spesifikasi, tapi tidak terlalu menarik secara harga. Sebenarnya, secara harga, saya nggak bisa menyatakan mereka jelek. Harganya Rp7 jutaan dengan spek kelas tinggi. Sayangnya, saya tidak berminat membeli hape ketiga dengan harga di atas Rp5 juta. Saat itu, saya memilih menggunakan 2 hape saja dari Samsung dan Apple.

Hape Poco X3 NFC, mid range killer

Nah, ketika lahir hape Poco X3 NFC, saya kembali membeli produk mereka. Jika sebelumnya merilis ponsel dengan label flagship killer, kini Poco merilis ponsel mid range killer yang mantap. Berkat hape inilah publik bisa menikmati hape dengan jeroan Snapdragon 732G di harga Rp3,1 jutaan. 

Namun, bukan performa saja yang menjadi andalan Poco X3 NFC ini. Seperti namanya, hape ini menjadikan NFC sebagai nilai jual. Soal kamera, ya lumayan, untuk multitasking lancar, layar sudah HDR10, speaker juga stereo. Dan yang the best, Poco X3 NFC menjadi hape midrange pertama yang menggunakan 120hz refresh rate. Sudah jeroan bagus, untuk main game sudah pasti lancar juga dengan refresh rate tinggi. 

Satu-satunya kekurangan hape Poco ini adalah bobotnya. Saya merasa kurang nyaman ketika menggenggam hape ini. Alasannya, bentuknya yang gemuk dengan frame kamera yang menonjol. Lalu, ada satu hal lagi yang menyebalkan dari hape ini, yaitu gaib. Gila! Seri yang satu ini ini cepat sekali habis. Begitu produk masuk ke pasar, langsung habis terserap.

Entry level killer yang menjadi favorit banyak orang

Setelah merilis seri midrange killer, mereka membuat 1 seri baru lagi yang juga menjadi favorit banyak orang. Awalnya, banyak orang yang menyebut hape Poco satu ini sebagai entry level killer. Namun, pada akhirnya, Poco seri M (M3) menjadi salah 1 ponsel kelas 2 jutaan terbaik hingga saat ini.

Buktinya, saya hampir selalu membeli rilisan terbaru seri ini. Mulai dari Poco M3, M4 Pro, dan terakhir M5. Satu hal menarik dari seri ini adalah desainnya yang tergolong oke untuk harganya. Jika biasanya hape price to perform nggak peduli desain, Poco seri M ini beda. Bahkan awalnya saya membeli seri M3 ya karena desainnya unik dan warna kuningnya menggoda. 

Meski begitu, Poco M3 tetaplah mengedepankan jeroan sebagai jagoan. Mereka membanderol hape ini di Rp1,9 juta dan sudah menggunakan Snapdragon 662. Sebenarnya ini chipset biasa saja. Namun, jika mempertimbangkan harganya, ya sudah bagus. Berdasarkan pengalaman saya, hape ini masuk kategori hape 2 jutaan yang bagus pada masanya. 

Setelah M3, Poco mengeluarkan satu lagi midrange killer yang bagus, yakni Poco X3 Pro. Sayangnya, desain mirip dengan X3 NFC. Selain itu, kehadiran hape ini bareng dengan rilisnya hape Poco F3. 

Satu nilai lebih F3, selain performa, tentu saja pengalaman penggunaan. Terbiasa menggunakan hape flagship, tentu kehadiran layar Dynamic Amoled dengan resolusi FHD+ jadi hal lebih ketimbang sekadar performa. Untungnya, F3 hadir dengan SoC Snapdragon 870 Plus yang powerful. 

Desainnya juga menarik, apalagi untuk warna birunya. Kamera lumayan oke, dengan fitur lainnya juga mencukupi. Harganya yang hanya Rp5 juta menjadikannya terlalu over power untuk hape di kelas harga yang sama. Sayang, saya tidak lama menggunakan hape ini karena di saat yang hampir berbarengan muncul Samsung Galaxy A52S dan saya beralih padanya.

Baca halaman selanjutnya: Gebrakan “hape mendang-mending” yang bikin geger pasar hape Indonesia.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 18 Oktober 2023 oleh

Tags: hape pocoPocopoco f3Poco F4 GTPOCO F5Poco M3Poco M4 ProPoco X3 NFCSamsungXiaomi
Aditia Purnomo

Aditia Purnomo

Asli Tangerang, tinggal di Jogja. Tukang review hape baru. Pernah ganti hape 50 kali dalam 3 tahun.

Artikel Terkait

Xiaomi POCO ternyata lebih berguna ketimbang Samsung Galaxy. MOJOK.CO

Kecewa dengan Penyakit “Kronis” Samsung Galaxy yang Habiskan Duit Berjuta-juta, Ternyata Merek “Murahan” Lebih Berguna

2 Maret 2026
Pakai hp android Samsung S26 terintimidasi user iPhone. Tapi tak berpaling karena Samsung lebih berguna dari iPhone yang hanya memperdaya pengguna MOJOK.CO

Pakai Samsung Terintimidasi User iPhone, Tak Berpaling karena Lebih Berguna dari iPhone yang Memperdaya Penggunanya

26 Februari 2026
Perbandingan pengguna iPhone vs Android (Infinix dan Samsung)

8 Tahun Pakai iPhone, Ternyata Saya Dibutakan Gengsi padahal Android Lebih Praktis dan Nyaman

25 Februari 2026
POCO X5 5G Nggak Jelek, cuma Nggak Tahu Malu Aja MOJOK.CO

POCO X5 5G Bukan Hape Jelek karena Pernah Menyandang Status Price to Performance, tapi Cuma Nggak Tahu Malu Aja

18 Juni 2025
Poco C75: Hape Entry Level Terbaik, Harganya Sejutaan Saja MOJOK.CO

Poco C75, Hape Sejutaan yang Kini Menyandang Status Terbaik di Kelas Entry Level

12 November 2024
Merayakan Status iPhone 16 Sebagai Barang Ilegal MOJOK.CO

Merayakan Status iPhone 16 Sebagai Barang Ilegal di Indonesia Biar Jadi Pukulan Keras buat Apple yang Selalu Setengah Hati

3 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, pastikan jaga Lokananta Bloc sebagai kawasan ramah anak MOJOK.CO

Wali Kota Surakarta Pastikan Jaga Lokananta Bloc sebagai Kawasan Ramah Anak dan Ruang Kreatif Anak Muda

9 Agustus 2026
Beban ekspektasi orang desa di Rembang yang merantau kerja di luar negeri: dipandang kalau bisa menggelar dangdutan setiap tahun MOJOK.CO

Beban Pemuda Desa Kerja di Luar Negeri: Demi Dipandang Harus Gelar Dangdutan Tiap Tahun buat Hibur Warga

12 Agustus 2026
Telat 3 Hari Perpanjang SIM, Pak Guru Ahmad Melawan Aturan yang Tak Kenal Ampun MOJOK.CO

Telat 3 Hari Perpanjang SIM, Pak Guru Ahmad Melawan Aturan yang Tak Kenal Ampun

14 Agustus 2026
Modal 2 juta bisa untung cepat dari usaha rumahan cuci sepatu MOJOK.CO

Modal 2 juta bisa untung cepat dari usaha rumahan cuci sepatu

11 Agustus 2026
Pegawai Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih pinggir kuburan harus dibekali dengan keahlian supranatural hingga ilmu sosial MOJOK.CO

Keahlian-keahlian Vital untuk Pegawai Kopdes Pinggir Kuburan, Berguna buat Diri Sendiri dan Pembeli

13 Agustus 2026
Tercatat 1 juta lulusan S1 (sarjana) jadi pengangguran hingga terjebak pinjol karena hidup konsumtif MOJOK.CO

1 Juta Sarjana Jadi Pengangguran hingga Terpaksa Pinjol untuk Biaya Konsumtif, Apa yang Harus Pemerintah Lakukan?

11 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.