Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Sosial

Brigade Joxzin: Kami Bukan Akar Klitih!

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
14 Februari 2023
A A
joxzin melawan klitih mojok.co

Pengurus Brigade Joxzin menyampaikan keterangannya kepada wartawan di Cavinton Hotel, Senin (13/02/2023).(istimewa)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Joxzin, yang dulunya dikenal sebagai geng besar di Jogja menolak disebut sebagai akar klitih atau kejahatan jalanan di Jogja. Mereka justru kini sudah bertransformasi sebagai organisasi kemasyarakatan yang aktif melakukan edukasi terkait kejahatan jalanan ini. 

Brigade Joxzin sudah lama bertransformasi. Mereka memang merupakan geng terbesar di Yogyakarta pada beberapa dekade lalu, tapi kini membawa semangat positif di masyarakat.

Anggota mereka yang berjumlah lebih dari 5.000 orang sekarang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan. Termasuk mengedukasi masyarakat agar tidak terjebak kejahatan jalanan.

“Saat ini pemegang KTA Brigade Joxzin ada 5000-an di DIY dan Jawa Tengah. Mereka ini akan turun mengedukasi [lingkungan] sekitar agar tidak terjebak pada klitih, tidak melakukan aksi kekerasan jalanan,” papar Koordinator Tim Advokasi Brigade Joxzin, Hani Kuswanto dalam keterangannya kepada wartawan di Cavinton Hotel, Senin (13/02/2023).

Menurut Hani, ormas tersebut telah membentuk Tim Satgas Antiklitih pada 2022 lalu. Ini mempunyai tujuan untuk menanggapi masalah fenomena kejahatan jalanan atau klitih yang terjadi di Yogyakarta.

Meluruskan berita

Satgas tersebut bertugas mengedukasi seluruh anggotanya, terutama generasi muda agar tidak menjadi pelaku kejahatan yang sangat meresahkan masyarakat di Yogyakarta. Hal itu sekaligus membantah adanya pemberitaan di salah satu media nasional yang menyebutkan Brigade Joxzin merupakan akar dari klitih di Yogyakarta.

“Brigade Joxzin itu antiklitih, jadi jika disebut sebagai akar klitih jelas kami sangat keberatan, dan itu sangat bertentangan dengan komitmen kami,” ungkapnya.

Hani menambahkan, untuk menjadi anggota Joxzin, harus memenuhi sejumlah persyaratan. Di antaranya tidak terlibat dalam tindak kriminal dan penggunaan narkoba.

“Untuk menjadi anggota, persyaratannya ketat, mulai tidak terlibat dalam tindak kriminal dan bebas narkoba. Itu tegas ada dalam syarat. Kami justru menumpas akar klitih yakni peredaran narkoba, kami konsisten kampanye anti-narkoba,” paparnya.

Sementara Komandan Brigade Joxzin, Hery Prasetyo, mengungkapkan, organisasi itu terus berupaya melakukan berbagai kegiatan positif di masyarakat. Mereka juga berikrar untuk turut serta berpartisipasi aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, salah satunya berpartisipasi aktif untuk mencegah terjadinya kejahatan jalanan.

“Kami selama ini berupaya melakukan kegiatan positif, berbagi pada sesama dan ikut ambil bagian menjaga keamanan dan kenyamanan Jogja,” imbuhnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Klitih Terjadi Lagi di Jalan Bantul, Dinpar Khawatirkan Citra Pariwisata Jogja

 

Terakhir diperbarui pada 14 Februari 2023 oleh

Tags: geng jogjajoxzinkejahatan jalananklitih
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia MOJOK.CO
Esai

Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia

23 Februari 2026
Klitih dan Normalisasi Kekerasan: Alarm Bahaya dari Jalanan Jogja MOJOK.CO
Tajuk

Klitih dan Normalisasi Kekerasan: Alarm Bahaya dari Jalanan Jogja

16 Februari 2026
10 Tahun di Jogja, Mental Orang Jombang Ambruk karena Klitih MOJOK.CO
Esai

Setelah 10 Tahun Merantau di Jogja, Orang Jombang Malah Trauma dengan Berita Buruk Khususnya Pembacokan dan Klitih

1 April 2025
Lawan Keterbatasan Anggaran, Sultan HB X Pacu Digitalisasi dan Pembiayaan Kreatif di DIY.MOJOK.CO
Esai

Jogja Adalah Pusat Alam Semesta? Pantas Dunia Ini Ruwet dan Banyak Masalah

29 Januari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Innova Zenix Wujud Kebodohan Finansial- Terbaik Tetap Reborn MOJOK.CO

Mendewakan Innova Zenix Adalah Kesesatan Finansial, Wujud Kebodohan Struktural yang Sangat Hakiki karena Tetap Kalah Aura Dibanding Innova Reborn

10 Maret 2026
Ini Bukan Perkara Sunni vs Syiah, PKI Belapati dengan Iran karena Senasib sebagai Negeri Anti-imperialisme Amerika MOJOK.CO

Ini Bukan Perkara Sunni vs Syiah, PKI Belapati dengan Iran karena Senasib sebagai Negeri Anti-imperialisme Amerika

11 Maret 2026
Ilustrasi - Anak pertama dicap gagal.MOJOK.CO

Rela Hidup Miskin di Desa demi “Kebahagiaan” Adik-Adiknya di Kota, tapi Malah Dicap Pemalas dan Beban Keluarga

11 Maret 2026
Cerita Felix. Kuliah di universitas Australia berkat beasiswa LPDP usai diejek dan ditertawakan. Tolak tawaran kerja dewan demi ajar anak-anak di kampung pedalaman MOJOK.CO

Lulusan Beasiswa Australia Tolak Tawaran Karier Mentereng, Lebih Pilih Jadi Guru Kampung karena Terbayang Masa Lalu

10 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Mendambakan seperti suami Sheila Dara, Vidi Aldiano. Cara hidup dan perginya bikin iri banyak orang MOJOK.CO

Mendambakan Menjadi Seperti Vidi Aldiano, Cara Hidup dan Pergi bikin “Iri” Banyak Orang

9 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.