Refleksi atas Penghargaan yang Diborong Semarang di 2025, Harus Hadir dan Beri Dampak Nyata ke Warga

Refleksi Agustina Wilujeng atas penghargaan yang diborong Kota Semarang sepanjang 2025 MOJOK.CO

Refleksi Agustina Wilujeng atas penghargaan yang diborong Kota Semarang sepanjang 2025. (Pemkot)

MOJOK – Sepanjang 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menerima puluhan penghargaan. Baik di tingkat nasional maupun regional. Namun, penghargaan-penghargaan tersebut dinilai bukan capaian puncak bagi Pemkot Semarang. 

Sepanjang 2025, penghargaan demi penghargaan dari berbagai lembaga silih berganti diterima Pemkot Semarang. Dari kementerian, lembaga negara, media nasional, hingga institusi independen.

Penghargaan-penghargaan tersebut disebut sebagai bentuk pengakuan atas kinerja Pemkot Semarang dalam tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, inovasi, serta pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Penghargaan bukan capaian akhir Kota Semarang

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng,tentu merasa bengga dengan capaian tersebut. Namun, ia menekankan beberapa hal.

Pertama, penghargaan yang diterima Pemkot sepanjang 2025 merupakan hasil kerja kolektif seluruh perangkat daerah. Itu pun tidak lepas dari dukungan dan partisipasi aktif seluruh warga Kota Semarang.

Kedua, setiap apresiasi harus dimaknai sebagai dorongan untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan dan kebijakan publik. Sebab, itu lah yang utama.

“Penghargaan bukan tujuan akhir. Yang paling penting adalah bagaimana pemerintah hadir dan memberi dampak nyata bagi warga,” ujar Agustina dalam keterangan tertulis yang Mojok terima, Jumat (2/1/2026).

Jadi modal penting kolaborasi

Sepanjang 2025, Pemkot Semarang mendapatkan apresiasi di berbagai sektor strategis, antara lain:

Pada aspek inklusi sosial dan kepemimpinan perempuan, Kota Semarang dinobatkan sebagai Kota Pionir Pembangunan Inklusi Sosial oleh SETARA–INKLUSI, serta meraih Anugerah Puspa Bangsa dan Women’s Inspiration Awards kategori kebijakan publik dan transparansi anggaran.

Di bidang pelayanan publik dan tata kelola, Pemkot Semarang memperoleh Predikat Utama Kota Layak Anak (KLA) 2025 dari Kementerian PPPA, penghargaan Keterbukaan Informasi Publik kategori Informatif, serta nilai “AA” sangat memuaskan dalam pengawasan kearsipan dari Arsip Nasional RI. Selain itu, Kota Semarang juga meraih penghargaan Harmony Award dari Kementerian Agama sebagai pemerintah kota dengan kinerja terbaik pertama se-Indonesia.

Sektor inovasi dan transformasi digital menjadi salah satu kekuatan Kota Semarang. Penghargaan Gadjah Mada Digital Transformation Governance Index Award 2025 menempatkan Semarang sebagai pemerintah kota terbaik pertama secara nasional. Capaian ini diperkuat dengan predikat Kota Sangat Inovatif dalam Innovative Government Award (IGA) 2025 dari Kemendagri serta penghargaan CNN Indonesia Award kategori Smart City Excellence.

Sementara itu, pada bidang lingkungan, ekonomi, dan keberlanjutan, Kota Semarang meraih berbagai penghargaan, mulai dari UI Green City Metric Awards, Anugerah ProKlim, Kota Sehat kategori Swasti Saba Wiwerda, hingga apresiasi atas pengembangan UMKM, pasar tertib ukur, dan akses layanan pendidikan.

Agustina menegaskan, berbagai apresiasi yang diterima sepanjang 2025 akan menjadi modal penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.

“Ke depan, Pemkot Semarang berkomitmen untuk menjaga konsistensi kebijakan agar pembangunan kota terus berjalan inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada kebutuhan seluruh warganya,” tegas Agustina.***(Adv)

BACA JUGA: 10 Perempuan Inspiratif Semarang yang Beri Kontribusi dan Dampak Nyata, Generasi ke-4 Sido Muncul hingga Penari Tradisional Tertua atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Exit mobile version