Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Pendidikan

ChatGPT Hanya Comot Karya Orang, Ahli UGM: Sebaiknya Dilarang Untuk Kepenulisan Ilmiah

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
16 Maret 2023
A A
chatgpt dilarang mojok.co

Ilustrasi ChatGPT (Photo by Jonathan Kemper on Unsplash)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Penggunaan ChatGPT di kalangan akademik menuai banyak kontroversi. Penulisan esai, makalah, hingga skripsi dan tesis menggunakan AI chatbot ini bisa masuk kategori tindakan plagiarisme.

Dosen Fakultas Hukum UGM, Dina W. Kariomedjo, menyebut bahwa penggunaan ChatGPT sebaiknya dilarang bagi dosen dan mahasiswa untuk kegiatan kepenulisan akademik.

Iklan

Pernyataan ini ia sampaikan dalam webinar bertajuk “Penulisan Ilmiah dalam Pusaran Teknologi Artificial Intelligence (AI)” di UGM Kampus Jakarta, Selasa (14/3/2023) kemarin.

Dina mengakui, perkembangan teknologi AI termasuk ChatGPT, memang bisa sangat membantu banyak aspek kehidupan. Namun, dalam koridor akademik, harusnya ada larangan ihwal penggunaan ChatGPT harus dilarang. Berikut ini pertimbangannya:

Plagiarisme dan langgar etika akademik

Menurut Dina, ChatGPT berpotensi melahirkan plagiarisme dan melanggar etika akademik. Secara teknis, data yang ChatGPT paparkan kemungkinan besar akan terdeteksi plagiat. Karena teknologi AI ini mencomot data dari berbagai karya orang lain tanpa menyebutkan sumber datanya.

Jika merujuk aturan Permendiknas Nomor 17 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi, praktik ini termasuk tindakan plagiarisme dan bisa kena hukuman.

Dasar hukumnya jelas, karena sesuai penjelasan aturan tersebut, seseorang telah dikatakan mengambil atau menggunakan pemikiran, tulisan, invensi (temuan) atau ide kepunyaan orang lain.

“Sebenarnya plagiarisme itu termasuk ide, pemikiran dan referensi milik orang lain yang ia akui sebagai miliknya (penulis),” kata Dina, mengutip dari ugm.ac.id, Kamis (16/3/2023).

“Universitas dan semua pemangku kepentingan meningkatkan kesadaran dan menjunjung tinggi etika khususnya menghindari plagiarisme menggunakan AI,” jelasnya.

Jawaban kurang akurat

Selain berpotensi plagiat, alasan selanjutnya adalah karena tidak seluruh jawaban yang ChatGPT hasilkan akurat. Dengan begitu, ini hanya bakal membawa dampak negatif dalam pembelajaran karena civitas akademik merujuk referensi yang keliru.

Sebelumnya, penelitian Senior Partner McKinsey & Company Kevin Buehler juga pernah menyebut bahwa sebagai mesin pembejar, ChatGPT punya beberapa kelemahan. Salah satunya ketidakmampuan menuliskan sumber referensi buku, jurnal, atau artikel secara akurat karena hanya bersandar pada pertanyaan-pertanyaan yang masuk akal secara statistik.

Dengan demikian, Dina pun menyarankan agar para dosen dan mahasiswa sebaiknya tidak menggunakan platform ini untuk kegiatan penulisan ilmiah. Demi menghindari kesalahan-kesalahan tersebut.

“Sejauh ini memang tidak ada larangan, namun untuk membantu pengerjaan penelitian di awal dalam pencarian data lebih spesifik seharusnya tidak menggunakan chatbot untuk penulisan ilmiah, untuk degree, dan mencari nilai,” kata Dina.

Sejauh mana batas kapabilitas data ChatGPT?

Sementara itu, Founder and CEO Brain Corp Romi Satria Wahono mengatakan, bahwa penggunaan teknoloogi AI untuk penulisan riset sebenarnya bisa membantu kegiatan riset di tahap paling awal saja. Seperti mencari topik dan masalah penelitian.

Iklan

Untuk ChatGPT sendiri, kata Romi, teknologi ini punya batas kapabilitas. Ia hanya menjawab pertanyaan pengguna menggunakan salinan data dari Wikipedia, Common Crawl, Reddit dengan 1,7 miliar token, WebText,Books Corpus, dan berita dari 680 juta token di berbagai media seperti CNN, BBC, dan Reuters.

Selanjutnya Chat GPT juga mengambil data dari situs Books dengan 570 juta token dan data buku yang terdiri dari buku-buku gratis yang tersedia di Project Gutenberg.

“AI itu bisa menggantikan kerja manusia. Tugas AI membuat komputer cepat dan cerdas, meski sebenarnya tidak secerdas manusia di beberapa sisi,” jelas Romi.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA 4 Dampak Buruk ChatGPT, Pintar Ciptakan Hoaks hingga Bisa Matikan Profesi

Terakhir diperbarui pada 16 Maret 2023 oleh

Tags: chatgptpenulisan ilmiahplagiarisme
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

AI, ChatGPT, Kecerdasan Buatan Bisa Nggak Cerdas Lagi kalau Gantikan PNS dan Hadapi Birokrasi Fotokopi MOJOK.CO
Ragam

ChatGPT Bukan Ustaz: Bolehkah Bertanya Soal Hukum Agama kepada AI?

28 Januari 2026
Plagiarisme Dosen UGM, Peter Carey, Madiun.MOJOK.CO
Fragmen

Mengurai Benang Kusut Dugaan Plagiarisme Dosen UGM

26 November 2024
Pengakuan Joki SNBT Kedokteran Memilih Pensiun karena Kapok "Kerja di Bawah Tekanan", Memilih Hidup Tenang Meski Gajinya UMR Jogja.MOJOK.CO
Kampus

Joki Skripsi Mengaku Haram Hukumnya Mencurangi Cek Turnitin, tapi Praktik Ini Malah Umum di Kalangan Dosen dan Mahasiswa

26 Februari 2024
presiden perempuan mojok.co
Podium

Mojok Bertanya, AI Menjawab: Ini Daftar 5 Presiden Perempuan Indonesia 2024 Pilihan ChatGPT

9 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kedai Kopi Dinasty di Surabaya milik alumnus Unesa. MOJOK.CO

Bukan Sekadar Cari Cuan, Alumnus Unesa Ini Sukses Bikin Kedai Kopi Murah Sekaligus Berdayakan Ibu-ibu untuk Jual Kopi Keliling

30 Juni 2026
Kudus, Magis Kaki Kanan yang Mengirim Tangis bagi Srikandi Kota Pahlawan.MOJOK.CO

Magis Kaki Kanan yang Mengirim Tangis bagi Srikandi Kota Pahlawan 

27 Juni 2026
Refleksi untuk orang tua di Jawa Tengah (Jateng): punya peran penting awasi anak agar tidak sibuk main gadget MOJOK.CO

Refleksi untuk Orang Tua di Jateng agar Gadget Tak Kuasai Rumah hingga Anak Lebih Sibuk Tenggelam dalam Layar

29 Juni 2026
Gojek Hadirkan Kurasi Jalan Jajan di Aplikasi dan Latih 500 Mitra Driver Lewat Program Sadar Wisata Bersama Pemkot Jogja MOJOK.CO

Gojek Hadirkan Kurasi Jalan Jajan di Aplikasi dan Latih 500 Mitra Driver Lewat Program Sadar Wisata Bersama Pemkot Jogja

24 Juni 2026
Gen Z, membaca, buku.MOJOK.CO

Gen Z di Indonesia, Generasi Paling Aktif Membaca tetapi Paling Tak “Terliterasi”

24 Juni 2026
Mahasiswa Unair kuliah di Polandia, Eropa dengan beasiswa pertukaran pelajar dari Erasmus. MOJOK.CO

Jalan-jalan ke 6 Negara di Eropa dengan Beasiswa Erasmus, Mahasiswa Unair Ini Dapat Pembelajaran Berharga dari Sekadar Belajar Musik

24 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.