Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Pendidikan

4 Nama Kementerian yang ‘Masuk’ ke BEM, Terobsesi Negara?

Ardhias Nauvaly Azzuhry oleh Ardhias Nauvaly Azzuhry
27 Juni 2023
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang tersebar di Indonesia memiliki nomenklatur divisi atau bidang yang berbeda-beda. Salah satunya, ada yang menamakan divisinya dengan kementerian seperti negara betulan. 

Kalau kalian pernah tergabung di BEM, penggunaan kementerian untuk pengganti nomenklatur divisi atau bidang pasti sudah tidak asing di telinga. Beberapa nama yang familiar adalah Kementerian Kajian, Kementerian Media, dan Kementerian Sosial Masyarakat.  

Akan tetapi, pernahkah kalian mendengar beberapa nomenklatur di BEM yang benar-benar serupa dengan nama-nama kementerian negara. Mojok sudah merangkum beberapa di antaranya: 

Kementerian Perempuan dan Anak

Di organisasi-organisasi biasa, divisi yang mengerjakan isu perempuan atau melayani kebutuhan anggota perempuannya cukup tertulis “Divisi Perempuan”. Paling banter, yang cukup familiar ya diimbuhi kata kerja di depannya. Misalnya yang paling sering dijumpai “Pemberdayaan Perempuan” atau “Pergerakan Perempuan”.  

Pemberian nama Kementerian Perempuan dan Anak di BEM memang terdengar tidak biasa, tapi benar digunakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Andalas (Unand). Tepatnya, pada kepengurusan periode 2019-2020. Pada periode sebelumnya, nomenklaturnya adalah Dinas Pemberdayaan Perempuan. Perubahan nama dilakukan seiring dengan isu yang dilebarkan ke anak-anak meski kenyataannya kegiatan masih didominasi isu perempuan.

Kementerian Perempuan dan Anak BEM Unand bisa dibilang jadi “tambang engagement” mengingat konten-kontennya yang kontroversial menyangkut sikap konservatif mereka terhadap RUU PKS, LGBT, dan Sex Consent.

Lalu, ketika kementerian ini kemudian berubah lagi nomenklaturnya menjadi “Kementerian Pergerakan Perempuan”, mereka tetap punya daya tarik. Misalnya, pada periode 2020/2021, kementerian ini menyelenggarakan pelatihan memanah dan mengendarai motor bagi perempuan. 

Kementerian Dalam Negeri

Tidak hanya Kementerian Perempuan dan Anak, Kementerian Dalam Negeri juga ditemukan di BEM Unand. Penamaan tersebut masih digunakan hingga saat ini. Kementerian ini punya jabatan yang disebut “Kepala Sektor” yang dibagi jadi Sektor UKM, Sektor Fakultas, dan Sektor Himada.

Keunikan lainnya, kementerian ini punya kegiatan kunjungan kerja ke BEM fakultas yang disebut dengan “One Day with Gubernur”. Gubernur yang dimaksud di sini adalah Ketua BEM Fakultas. Penamaan gubernur untuk Ketua BEM Fakultas juga diterapkan di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.

Sebenarnya, istilah Kementerian Dalam Negeri ini banyak dijumpai juga di organisasi mahasiswa di universitas lainnya. Seperti di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), misalnya, yang juga punya program serupa BEM Unand dengan judul yang lebih sangar: Turun Basis.

Kalau boleh disama-samakan, Kementerian Dalam Negeri ini tugasnya mirip dengan divisi-divisi yang mengurus sinergitas antar kelompok mahasiswa. Di fakultas mengkoordinasi himpunan dan unit kegiatan fakultas. Di jurusan mengkoordinasi antar angkatan. Kementerian Dalam Negeri pun begitu, hanya saja lingkupnya kampus.

Kementerian Luar Negeri

Ada Kementerian Dalam Negeri, belum afdal kalau tidak ada Kementerian Luar Negeri. Penamaan ini diterapkan di BEM Unand dan UMY. Dilihat dari fungsinya, Kemenlu BEM sama persis dengan Hubungan Masyarakat (Humas) atau jaringan.

Dalam postingan Instagram BEM UMY, tertulis fungsi Kemenlu adalah sebagai berikut:

“Berjejaring secara bilateral maupun multilateral dengan eksternal UMY serta mengembangkan relasi sinergis di level regional, nasional, dan internasional”

Secara garis besar, tupoksinya sama dengan Kemenlu BEM Unand. Perbedaannya hanya bahwa Kemenlu BEM Unand lebih “lokal”. Mereka membayangkan “negeri” sebagai Sumatera Barat atau paling jauh, Indonesia. Oleh karena itu, BEM Unand tidak punya program internasional “Campus Go Global: PPI Dunia X BEM KM UMY”.

Akan tetapi, BEM Unand punya program yang Kemenlu banget, judulnya “Misi Diplomatik”, yang tidak ada bedanya dengan kunjungan kerja. Ketika ada demo penolakan Perppu Cipta Kerja pada 30 Maret 2023 di Jakarta, kementerian ini mendedikasikan satu postingan Instagram untuk memberi salut kepada delegasi kampusnya di aksi tersebut. Persis seperti mengirim tentara ke daerah konflik.

Kementerian Agama

Divisi rohani di berbagai organisasi, termasuk BEM, bukan hal yang asing. Divisi ini mengurus tetek bengek terkait keagamaan. Di BEM Universitas Esa Unggul, tepatnya pada kepengurusan 2020/2021, tanggung jawab itu dipegang oleh Kementerian Agama.

Kementerian berlogo payung kuning yang dilingkari rantai hitam itu patut diapresiasi karena menampilkan keberagaman dalam kepengurusannya. Walau memang, secara program lebih banyak didominasi oleh kegiatan-kegiatan dari agama Islam seperti Jumat Berkah maupun Buka Bersama.

Iklan

Selain penamaan-penamaan di atas, apakah kalian pernah tahu kementerian lain yang dijadikan nama divisi di BEM?

Penulis: Ardhias Nauvaly Azzuhry
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 4 Tempat Baca Asik di Yogyakarta, Numpang Ngelamun Juga Cocok

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

 

Terakhir diperbarui pada 27 Juni 2023 oleh

Tags: BEMKampusMahasiswa
Ardhias Nauvaly Azzuhry

Ardhias Nauvaly Azzuhry

Magang Mojok

Artikel Terkait

Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik MOJOK.CO

Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik

26 Agustus 2026
Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja MOJOK.CO

Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja

5 Agustus 2026
Kesejahteraan Dosen dan Rasa Aman yang Masih Jadi Angan-angan MOJOK.CO

Kesejahteraan Dosen dan Rasa Aman yang Masih Jadi Angan-angan

6 Juli 2026
Mengapa Calon Mahasiswa PTN Banyak yang Mengundurkan Diri? MOJOK.CO

Mengapa Calon Mahasiswa PTN Banyak yang Mengundurkan Diri?

29 Juni 2026
Horor Pendidikan di Jogja: Balita Dianiaya, Mahasiswa Dilecehkan MOJOK.CO

Horor Pendidikan di Jogja: Balita Dianiaya, Mahasiswa Dilecehkan

25 Mei 2026
Harga Kopi dan Ketakutan Dosen Bergelar Doktor pada Portal Error Menjelang Deadline MOJOK.CO

Harga Kopi dan Ketakutan Dosen Bergelar Doktor pada Portal Error Menjelang Deadline

25 Mei 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Jangan remehkan antrean Stasiun Lempuyangan, Jogja, di jam pagi untuk keberangkatan Kereta Api (KA) Ekonomi Sri Tanjung MOJOK.CO

Antrean Pagi Stasiun Lempuyangan Jogja Selalu “Keos” dan Bikin Tegang, Datang Lebih Awal Tak Jadi Solusi

21 Agustus 2026
Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Melalui Buntil Salmon, Sasanti Restaurant Tak Hanya Bicara Rasa tapi Pertemuan Kekayaan Pangan dan Flora Nusantara

21 Agustus 2026
Nasib siswa di tengah Karhutla Palangka Raya, Kalimantan Tengah. MOJOK.CO

Nasib Siswa SD di Tengah Kepungan Karhutla, Napas Sesak dan Pusing tapi “Dipaksa” Semangat Sekolah

26 Agustus 2026
Alma Odai "Cucurella" Diburu Fans, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu MOJOK.CO

Alma Odai “Cucurella” Diburu Fans di Srikandi Merdeka Cup, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu

22 Agustus 2026
Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya MOJOK.CO

Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya

23 Agustus 2026
Kemiskinan Struktural di Balik Riuh Operasi Pesta Copet.MOJOK.CO

Kemiskinan Struktural di Balik Riuh Operasi Pesta Copet

25 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.