Pabrik Gula Gondang Winangoen Klaten, Lambang Kejayaan Indonesia di Masa Lalu

Pabrik Gula Gondang Winangoen Klaten, Saksi Bisu Kejayaan Gula Indonesia di Masa Lalu MOJOK.CO

Pabrik Gula Gondang (kebudayaan.kemdikbud.go.id)

jMOJOK.COPabrik Gula Gondang merupakan saksi bisu kejayaan gula Indonesia di masa lalu. Pabrik ini terletak di Jl. Raya Solo–Yogyakarta KM.25, Karang Asem, Plawikan, Kec. Jogonalan, Kab. Klaten, Jawa Tengah.

Pabrik Gula Gondang berdiri pertama kali pada 1860 oleh Klattensche Cultuur Matschappij, perusahaan Belanda yang berkantor pusat di Den Haag. Perusaahan ini bergerak di bidang industri dan eksploitasi budidaya tanaman ekspor. Pada awal berdiri, pabrik ini bernama Gondang Winangoen.

Area lahan perusahaan ini meliputi bangunan tempat produksi, perkebunan tebu di desa sekitar, dan arena emplasemen. Lokasi Pabrik Gula Gondang ini tak jauh dari Stasiun Kereta Api Srowot, Klaten.

Pabrik Gula Gondang, perusahaan yang maju

Pabrik Gula Gondang Winangoen merupakan perusahaan yang maju dan sehat. Para pekerja pabrik mendapatkan penghidupan yang layak. Fasilitas lengkap dan gaji memadai.

Hal tersebut terlihat dari infrastruktur bangunan, lokasi, dan kelengkapan fasilitas. Pabrik ini memiliki bangunan tempat produksi tempat penimbunan ampas gilingan, garasi, kantor, rumah dinas administratur dan pimpinan, perumahan pegawai, tempat ibadah, sampai sekolah.

Pabrik ini mengedepankan efektifitas dan efisiensi dalam memproduksi gula. Atas dasar itulah bangunan-bangunan yang tersebut dibangun berdekatan. Tujuannya untuk mempermudah para pimpinan dan buruh pabrik dalam bekerja.

Ada pula fasilitas untuk berkreasi seperti gedung societet (pertemuan dan pertunjukan) serta fasilitas berobat berupa balai kesehatan. Untuk mendukung produktivitas, perusahaan memikirkan betul perihal akses transportasi. Selain dekat dengan stasiun, pabrik ini memiliki fasilitas transportasi seperti lokomotif, lori, rel, hingga bengkel untuk memperbaiki angkutan yang rusak.

Pada 1927, Klattensche Cultuur Matschappij mengoperasikan delapan pabrik gula terkemuka di Jawa. Beberapa di antaranya adalah Pabrik Gula Gondang Winangoen di Surakarta, PG Poendoeng Yogyakarta, PG Delanggoe Surakarta, PG Mojo Sragen di Surakarta, PG Kedung Banteng Surakarta, PG Tanjong Modjo Koedoes.

Redupnya kejayaan

Pertengahan abad ke-18 merupakan masa kejayaan gula. Saat itu Indonesia menjadi salah satu pemasok gula terbesar di dunia. Hasilnya masih bisa dirasakan sampai masa kemerdekaan.

Pada pada tahun 1960-an, perubahan nama terjadi. Dari Pabrik Gula Gondang Winangoen berubah nama menjadi Pabrik Gula Gondang baru. Beberapa tahun kemudian, Museum Gula Jawa Tengah didirikan. Tepatnya pada 11 September 1982. Pembangunan museum tersebut diprakarsai oleh Gubernur Jawa Tengah kala itu H Soepardjo Roestam dengan dukungan Direktur Utama PTP XV- XVI (Persero) Ur. Waryatmo.

Zaman berubah. Perlahan bisnis gula lesu dan mengalami kemunduran. Pabrik-pabrik gula mulai tutup. Pabrik Gula Gondang Baru berhenti beroperasi pada 2017 karena kalah bersaing dengan perusahaan swasta. Bangunan pabrik tersebut dijadikan museum dan Pusat Agrikultur di wilayah Kab. Klaten.

Pabrik gula di Jawa pernah mengalami masa kejayaan yang manis dan harum, semanis gula dan seharum aroma perasan tebu. Pabrik-pabrik berdiri gagah dan menjadi sumber penghidupan bagi banyak orang. Kejayaan yang juga mendorong berkembangnya industri kereta api di Jawa. Kini, semuanya tinggal kenangan.

Meski demikian kalian masih bisa mengunjungi Pabrik Gula Gondang. Di sana kalian masih bisa melihat replika alat-alat produksi gula, miniatur pabrik gula dan perkebunan tebu, foto dokumentasi sejarah, lokomotif dan rel kereta tebu, serta kereta wisata yang bakal mengajak kalian berkeliling pabrik.

Penulis: Iradat Ungkai
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Menelusuri Pabrik Gula Beran yang Kini Jadi Tempat Cetak KTP Warga Sleman

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

 

Exit mobile version