Cerita Koperasi di Banjarsari Surakarta: Berawal dari Garasi, Bukukan Omzet Ratusan Juta?

Koperasi Kelurahan di Banjarsari, Surakarta, bukukan omzet ratusan juta. (Pemprov Jateng)

MOJOK.CO, SURAKARTA – Mulanya adalah sebuah garasi rumah di Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah. Namun, setelah diubah menjadi koperasi, justru memberikan omzet yang tembus ratusan juta.

Begitulah awal mula Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Banjarsari, Kota Surakarta. Koperasi tersebut baru beroperasi sejak September 2025. Dalam enam bulan pertama pada 2026, ia telah membukukan omzet lebih dari Rp300 juta. Dari semula hanya beranggotakan 32 orang, kini meningkat menjadi sekitar 130 orang.

Itikad Koperasi Kelurahan Banjarsari Surakarta: menguatkan UMKM 

Perkembangan itu dipamerkan dalam Gelar Produk Koperasi dan UMKM pada rangkaian Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Stadion Manahan, Surakarta, Sabtu (11/7/2026). Beragam produk UMKM, kerajinan, hingga kebutuhan pokok pun turut dipamerkan.

Ketua KKMP Banjarsari, Budi Agung Setyowicoyo, mengatakan koperasi yang dipimpinnya dibentuk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat pelaku UMKM di wilayah Banjarsari.

“Koperasi kami berdiri dan bergerak untuk melayani masyarakat dalam penyediaan gerai sembako. Kemudian kita juga bekerja sama dengan UMKM di Kota Surakarta,” katanya.

Menurut Budi, KKMP Banjarsari tidak hanya menjual kebutuhan pokok, tetapi juga berperan sebagai off taker (pembeli) bagi produk-produk UMKM sekaligus hub distribusi sembako bagi masyarakat.

Sebagai off taker, koperasi menyerap sekaligus membantu memasarkan produk UMKM, sehingga pelaku usaha memiliki kepastian pasar. Adapun sebagai hub, koperasi menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok dengan menggandeng Bulog, ID Food, dan distributor lainnya agar pasokan lebih terjamin, rantai distribusi lebih pendek, dan harga lebih kompetitif bagi masyarakat.

Dalam pameran tersebut, KKMP Banjarsari membawa berbagai produk UMKM, seperti batik, blangkon, tenun ikat, batik ciprat, ecoprint, dan aneka kerajinan tangan. Koperasi juga menjual beras SPHP, beras premium, serta berbagai merek minyak goreng.

Integrasi ke pendidikan koperasi di Jawa Tengah

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan melalui koperasi. Sejalan dengan program Pemerintah Pusat Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Untuk memastikan program tersebut berkelanjutan, Pemprov Jateng bahkan melakukan langkah yang tidak banyak dilakukan daerah lain, yakni mengintegrasikan pendidikan perkoperasian ke dalam pembelajaran di sekolah.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Melalui Program Insersi Pendidikan Perkoperasian, Jawa Tengah menjadi provinsi pelopor yang menerapkan pendidikan koperasi secara sistematis dan berkelanjutan dengan sasaran sekitar 6,38 juta peserta didik mulai dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA hingga SLB.

Sekda Jawa Tengah, Sumarno, dalam pameran peringatan Hari Koperasi di Surakarta MOJOK.CO
Sekda Jawa Tengah, Sumarno, dalam pameran peringatan Hari Koperasi di Surakarta. (Pemprov Jateng)

“Kita punya konsep untuk insersi pendidikan koperasi, karena apa? pemahaman terhadap konsep koperasi mungkin belum dipahami secara utuh,” kata Sumarno saat mewakili Gubernur Ahmad Luthfi memberikan sambutan pada Tasyakuran dan Pagelaran Seni Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tingkat Provinsi Jateng di Stadion Manahan, Surakarta.

Pemprov Jateng, lanjut Sumarno, akan menjalankan program tersebut pada jenjang SMA, SMK, MA, dan SLB sesuai kewenangannya.

Ia juga mengajak pemerintah kabupaten dan kota berkolaborasi mengimplementasikan pendidikan koperasi pada jenjang SD dan SMP, sehingga pemahaman tentang koperasi dapat ditanamkan sejak usia dini.

Untuk diketahui, di Jawa Tengah telah terbentuk 8.523 KDKMP, dengan 6.271 koperasi atau sekitar 73% sudah operasional, serta 3.950 gedung koperasi telah selesai dibangun. KDKMP di Jateng juga telah memiliki modal sebesar Rp34,21 miliar dengan lebih dari 200 ribu anggota.***(Adv)

BACA JUGA: Iklim Investasi di Jawa Tengah Menarik Hati, Bikin Puluhan Pengusaha Melirik untuk Kolaborasi atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Exit mobile version