MOJOK.CO, Semarang – Minum jamu memang sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat Jawa Tengah. Selain itu, minuman dengan bahan dasar tanaman herbal ini juga punya potensi menembus pasa nasional hingga global. Akan tetapi, kesadaran perihal jamu aman harus terus digalakkan.
Berdasarkan hasil pengawasan BPOM, masih menunjukkan adanya risiko peredaran obat bahan alam ilegal dalam kandungan jamu. Salah satunya di Jawa Tengah sebagai daerah yang masyarakatnya lekat dengan jamu.
Campuran bahan kimia cederai reputasi jamu
Selama 2025, BPOM Pusat melakukan sampling dan pengujian terhadap 11.654 produk obat bahan alam dan suplemen kesehatan. Dari situ, ditemukan sebanyak 206 produk terbukti mengandung bahan kimia obat.
Selain itu patroli Cyber BPOM menemukan lebih dari 39.000 penjualan obat bahan alam ilegal atau tidak memenuhi ketentuan. Hal itu tentu saja mencederai citra reputasi jamu Indonesia.
Di wilayah Semarang, BPOM juga menemukan 147 item obat-bahan alam yang diduga mengandung bahan kimia obat dan atau tanpa izin edar sebanyak 13.263 pieces.
Sedangkan dalam pelaksanaan inspeksi rutin di wilayah Jawa Tengah selama 2025 hingga 2026, BPOM telah melakukan pemeriksaan terhadap 119 sarana. Dari hasil pemeriksaan tersebut ditemukan 10.267 jenis produk obat-bahan alam yang mengandung bahan kimia obat.
“Temuan ini menunjukkan bahwa masih banyak yang menggunakan bahan kimia obat. BPOM akan melakukan penindakan secara tegas karena efek penuntutan kita perlu lakukan,” tegas Kepala BPOM Pusat, Taruna Ikrar, merespons temuan tersebut.

Upaya merawat citra sebagai obat herbal warisan UNESCO
Oleh karena itu, Taruna Ikrar menegaskan komitmen untuk melakukan pendampingan untuk merawat citra jamu sebagai obat dari tanaman herbal warisan leluhur. Lebih-lebih sejak 2023 jamu telah mendapat pengakuan UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).
Di antara upaya merawat citra jamu tersebut adalah menjadikan lima daerah di Jawa Tengah sebagai pilot project melalui program Indonesia Sadar Jamu Aman (Idaman). Kelima daerah tersebut meliputi Purworejo, Sukoharjo, Pati, Surakarta, dan Kota Semarang.
Hal itu mengemuka dalam acara Kick Off Indonesia Sadar Jamu Aman (Idaman) yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Obat dan Minuman (BPOM) di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang pada, Selasa (9/6/2026).
Alasan Jawa Tengah menjadi pilot project, jelas Taruna Ikrar, tidak lain karena banyak tanaman herbal yang bisa dimanfaatkan menjadi aneka jamu. Apalagi minum jamu di Provinsi Jawa Tengah sudah membudaya, sehingga pemanfaatannya harus dipastikan aman.
Tidak hanya itu, bagi Taruna Ikrar, tanaman obat herbal punya potensi menembus pasar nasional bahkan pasar global. Sehingga, program pengembangan jamu di Jawa Tengah harus mendapatkan dukungan.
“Melalui Program Idaman kami berupaya mempertahankan citra dan kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap jamu,” tegas Taruna Ikrar.
Mendorong jamu sebagai gaya hidup
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengapresiasi langkah yang dilakukan BPOM Pusat yang menjadikan sejumlah daerah di Jateng menjadi pilot project Program Idaman.
Menurutnya, Jawa Tengah memiliki potensi yang tinggi dalam pengembangan jamu tradisional. Sebagai salah satu produk ekonomi kreatif, konsumsi jamu tradisional layak didorong menjadi gaya hidup. Terlebih, potensi ekonomi dari industri jamu tradisional sangat besar.
“Kalau kita melihat di Solo, Sukoharjo, Semarang, masyarakat sudah menyajikan jamu di kafe-kafe,” kata Taj Yasin.
Apalagi, kata Taj Yasin, sejak Covid 19 kepedulian masyarakat terhadap gaya hidup sehat mulai meningkat.
Meskipun demikian, Taj Yasin Yasin mengingatkan agar masyarakat juga tetap berhati-hati dalam konsumsi minuman obat herbal tradisional tersebut. Yakni, mewaspadai kandungan bahan kimia obat (BKO) yang terdapat dalam jamu di pasaran.
Oleh karena itu, pihaknya menyatakan mendukung langkah BPOM memberikan pendampingan kepada UMKM yang bergerak di sektor jamu tradisional.***(Adv)
BACA JUGA: Sebuah Lembaga Tempat Orang Miskin dan Disabilitas Jateng Dapat Pelatihan Kerja Gratis, Dilatih 10-20 Hari Langsung Jadi Kartap Perusahaan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan