Menginap di Masjid Keraton, Pedagang Sayur Ini Bahagia Dapat Potongan Bambu Grebeg Maulud

Menginap di Masjid Keraton, Pedagang Sayur Ini Bahagia Dapat Potongan Bambu Grebeg Maulud MOJOK.CO

Abdi dalem membawa gunungan Grebeg Maulud di Masjid Gede Keraton Yogyakarta yang diperebutkan ratusan warga, Kamis (28/09/2023). (Yvesta Ayu:Mojok.co)

MOJOK.COSutarno bahagia. Rasa lelahnya dua hari terakhir terbayar setelah mendapatkan potongan bambu dalam Grebeg Maulud atau Grebeg Sekaten di Masjid Gede Keraton Yogyakarta di Kompleks Kauman, Kamis (28/09/2023). Demi bisa mendapatkan uba rampe gunungan dalam rangka memperingati Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW tersebut, ia rela menginap di masjid sejak Rabu (2709/2023).

Tak sendiri, petani dan pedagang sayuran ini membawa keluarganya dari Muntilan, Magelang untuk berebut uba rampe gunungan bersama ratusan warga lain. Menunggu lama, dia akhirnya bisa mendapatkan potongan bambu yang abdi dalem bawa dari Keraton Yogyakarta ke masjid tersebut.

“Saya ke sini [Jogja] dari [Rabu] kemarin, kan ada rebutan uang receh sama beras itu. Jadi kami menginap di sini,” ujarnya.

Ingin berkah gunungan

Sutarno mengungkapkan, bukan tanpa alasan dia menginap di masjid. Ia dan keluarganya ingin mendapatkan berkah dari uba rampe gunungan yang Raja Keraton Yogyakarta berikan kepada rakyatnya. Sutarno meyakini potongan bambu dari gunungan yang sudah didoakan itu akan menjadi penyalur rezeki dan kemakmuran tanahnya.

Potongan bambu yang Sutarno dapat akan ia letakkan di kebun dan sawah miliknya. Ia berharap hasil buminya berlimpah.

“[Potongan bambu] ditaruh di kebun sama sawah, karena saya kan dagang sayur. Buat kesuburan, lancar rejeki,” jelasnya.

Selalu datang setiap grebeg

Laki-laki 38 tahun ini menjelaskan, ia selalu datang setiap prosesi grebeg. Di setiap prosesi, Sutarno rela berebut dengan ratusan bahkan ribuan warga lain untuk ngalap berkah.

“Tujuannya ya ingin ngrayah (berebut-red) gunungan,” tandasnya.

Sementara Penghageng II KHP Widya Budaya Keraton Ngayogyakarta, KRT Rintaiswara menjelaskan Grebeg Maulud merupakan salah satu rangkaian Hajad Dalem Sekaten yang Keraton Yogyakarta gelar. Tradisi itu berlangsung setiap tahun melalui prosesi pemberian gunungan yang berisi uba rampe hasil bumi. Gunungan merupakan perlambang sedekah Raja Keraton Yogyakarta kepada rakyatnya.

“Sayuran serta palawija yang menjadi bahan dalam gunungan melambangkan bahwa sejatinya kita adalah masyarakat agraris,” jelasnya.

Dalam Grebeg Maulud tahun ini tujuh gunungan dibagikan. Dua gajah dan bregada prajurit mengiringi, ketujuh gunungan dari dalam keraton ke Masjid Gede, Kompleks Kepatihan dan Pakualaman. Yakni Gunungan Kakung, Gunungan Estri/Wadon, Gunungan Gepak, Gunungan Dharat, dan Gunungan Pawuhan.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Daftar Nama Gelar Bangsawan Keraton Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman Lengkap dengan Penjelasannya

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

 

Exit mobile version