Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Mengenal Rip Current, Alasan Wisatawan Nggak Boleh Berenang di Pantai Parangtritis  

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
31 Desember 2022
A A
mengenal rip current alasan tidak berenang di pantai parangtritis
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Seperti tahun-tahun sebelumnya, malam pergantian tahun hingga fajar pertama di tahun baru, Pantai Parangtritis selalu dipadati pengunjung. Tidak sedikit yang kemudian coba-coba untuk bermain di bibir pantai. Padahal di pantai ini ada rip current yang sangat berbahaya bagi orang yang mencoba berenang. 

Apa itu rip current? Rip current adalah arus balik air laut yang terkonsentrasi pada jalur sempit karena keberadaan palung di bawahnya. Ombak ini terlihat tenang, namun sesungguhnya arusnya memiliki daya dorong yang kencang.

Salah satu pantai yang memiliki beberapa titik rip current adalah Pantai Parangtritis. Sehingga di pantai ini dan pantai-pantai sekitarnya sebenarnya sudah ada rambu peringatan untuk tidak berenang meski laut terlihat tenang. 

Wisatawan perlu mengetahui sejumlah ciri-ciri keberadaan rip current. Tandanya mudah dikenali karena cukup mencolok.

Tanda keberadaan rip current atau arus balik laut

Pertama ditandai dengan gelombang ombak yang relatif lebih tenang daripada sekitarnya. Hal ini terlihat aman, tapi justru menyimpan bahaya. Ombak yang tenang salah satunya disebabkan ombak yang tidak menabrak karang.

Kedua, air pada arus tersebut lebih keruh. Hal ini disebabkan banyaknya pasir dari pantai yang terseret ke tengah laut pada jalur tersebut. Hal ini membuktikan bahwa arusnya memang kencang.

Di Pantai Parangtritis dan sekitarnya ada sekitar lima titik palung laut yang menyebabkan adanya rip current. Padahal, pantai ini tergolong ramai dikunjungi wisatawan saat musim liburan, termasuk libur akhir tahun.

Selain keberadaan rip current, pada dasarnya pantai di selatan Jawa memang dikenal memiliki ombak yang besar. Besarnya ombak biasanya dipengaruhi oleh kecepatan angin, durasi angin, dan area pembangkitan ombak.

Dinas Pariwisata Provinsi DIY, dalam laman resminya juga menjelaskan bahwa jarak antara daratan di Pulau Jawa dengan Benua Australia turut menyebabkan gelombang tinggi. Jarak yang mencapai enam ribu kilometer ini membuat angin menerjang daratan secara lebih kencang karena tanpa hambatan.

Cara menyelamatkan diri dari rip current

Sebenarnya pantai di selatan DIY seperti Parangtritis telah banyak terpasang peringatan larangan berenang. Namun seringkali masih ada wisatawan yang nekat untuk bermain air.

Jika terjebak kondisi terbawa arus ini, wisatawan dapat melakukan upaya-upaya khusus agar bisa selamat.

Paling utama, ketika terseret ombak wisatawan harus tenang. Kepanikan membuat lebih banyak energi yang tersedot. Hal itu justru menyulitkan upaya penyelamatan yang dilakukan diri sendiri maupun regu penyelamat.

Selanjutnya, upayakan berenang ke kiri atau ke kanan area tersebut. Setelah berhasil berpindah sisi, barulah upayakan untuk berenang ke tepian. Mencoba untuk langsung menerjang arus ke tepi tanpa berpindah sisi justru sulit karena arus balik rip current yang kencang.

Secara umum, jika hendak bermain air di pantai juga perlu menggunakan pakaian renang dan tidak menggunakan alas kaki. Pakaian yang tidak sesuai prosedur, seperti celana jeans dan sepatu, akan menyulitkan saat berusaha menyelamatkan diri.

Iklan

Nah terakhir, wisatawan pasti pernah mendengar larangan untuk menggunakan pakaian berwarna hijau di pantai selatan. Ternyata larangan itu punya alasan yang logis. Menurut pemaparan dari regu penyelamat Pantai Parangtritis, pakaian hijau membuat tim SAR susah mengidentifikasi sebab warna tersebut menyerupai warna air laut.

Berkunjung ke pantai memang menyenangkan, tapi wisatawan perlu mematuhi peraturan yang telah terpampang di sekitar pantai. Selain berenang, masih banyak aktivitas menyenangkan lain yang bisa dilakukan seperti berswafoto, menikmati senja, dan menunggangi sejumlah wahana yang tersedia di pinggiran.

Penulis: Hammam Izzudin
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: Tak Melulu Parangtritis, Ini Rekomendasi 7 Pantai Jogja yang Wajib Didatangi Saat Liburan

 

 

Terakhir diperbarui pada 31 Desember 2022 oleh

Tags: arus balikliburanpantaiparangtritis
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Safari Christmas Joy jadi program spesial Solo Safari di masa liburan Natal dan Tahun Baru (libur Nataru) MOJOK.CO
Kilas

Liburan Nataru di Solo Safari: Ada “Safari Christmas Joy” yang Bakal Manjakan Pengunjung dengan Beragam Sensasi

20 Desember 2025
Dari Jogja ke Solo naik KRL pakai layanan Gotransit dari Gojek yang terintegrasi dengan GoCar. MOJOK.CO
Liputan

Sulitnya Tugas Seorang Influencer di Jogja Jika Harus “Ngonten” ke Solo, Terselamatkan karena Layanan Ojol

1 Desember 2025
Wakil Walikota Surakarta Astrid Widayani bersama Gojek sosialisasi libur akhir tahun. MOJOK.CO
Kilas

Tips Liburan Anti Ribet dengan Rekomendasi Tempat Hits di 5 Kota Favorit dari Gojek, Lebih Ringkas dan Hemat

25 November 2025
Rekomendasi hotel ternyaman untuk wisata di Magelang MOJOK.CO
Kilas

5 Pilihan Hotel Ternyaman di Magelang, Bikin Liburan Makin Berkesan

21 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kekerasan kepada siswa.MOJOK.CO

Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 

15 Januari 2026
sate taichan.MOJOK.CO

Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak

20 Januari 2026
Sewakan kos bebas ke teman sesama mahasiswa Malang yang ingin enak-enak tapi tak punya modal MOJOK.CO

Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim

14 Januari 2026
Gotong royong atasi tumpukan sampah Kota Semarang MOJOK.CO

Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

16 Januari 2026
Sumbangan pernikahan di desa, jebakan yang menjerat dan membuat warga menderita MOJOK.CO

Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina

20 Januari 2026
Mohammad Zaki Ubaidillah, dari Sampang, Madura dan langkah wujudkan mimpi bulu tangkis di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan Jakarta MOJOK.CO

Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan

19 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.